Anak Anak Ini Dipercaya Sebagai Reinkarnasi Einstein?

Saat mendengar kata Jenius, sosok yang paling sering muncul dibenak kita adalah fisikawan jerman Albert Einstein. Ilmuan yang terkenal dengan teori “relativitas umun” memang dikenal sebagai ikon manusia jenius pada abad ke 21. Pada tahun 1999 Einstein bahkan dinobatkan menjadi “tokoh abad ini” oleh majalah TIME. Kejeniusan Einstein sendiri sudah tak diragukan lagi, karena pria yang lahir pada tahun 1879 ini diperkirakan memiliki IQ mencapai 160, jauh di atas rata-rata IQ manusia yang ada pada kisaran 120 saja.
Namun meski sudah terkenal sejak kecil, kejeniusan Einstein ini baru diketahui dunia saat ia sudah cukup berumur. Hal ini kemungkinan besar terjadi akibat belum majunya teknologi saat itu serta kurangnya kesadaran orang tentang anak yang memiliki potensi untuk menjadi seorang jenius.
Beda halnya dengan saat ini, dimana orang sudah lebih sadar dan memperhatikan potensi seorang anak yang jenius. Saat ini untuk melakukan tes IQ juga sangat mudah, jadi anak-anak dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata dapat dengan mudah terdeteksi, bahkan sejak usia mereka masih belia. Seperti contohnya beberapa bocah berikut ini yang bahkan sudah mendapatkan predikat sebagai “Orang Jenius” saat usia mereka masih sangat muda. Penasaran siapa saja bocah-bocah jenius ini? simak ulasanya dalam artikel berikut ini..
Heidi Hankins
Heidi-Hankins
Anak Jenius yang pertama adalah Heidi Hankins, seorang balita berusia 4 tahun yang berhasil mengejutkan dunia dengan bakat luar biasanya dalam bidang seni. Sejak usia 2 tahun Heidi diketahui sudah pandai berhitung, membaca dan menggambar orang. Balita ini bahkan sudah bisa membaca buku untuk anak berusia 7 tahun, disaat orang tuanya belum pernah mengajari anak mereka untuk membaca.
Melihat potensi anaknya ini kedua orang tua Heidi, yaitu Dr Andrew Hankins yang merupakan dosen dan Ibunya Sofia (seorang seniman) kemudian memutuskan untuk melakukan tes IQ pada putri mereka. Sahabat anehdidunia.com hasil yang diperoleh pun cukup mengejutkan, karena di usianya yang baru menginjak 4 tahun Heidi sudah mencatatkan tingkat IQ mencapai 159 atau hanya satu angka di bawah Einstein. Hal ini otomatis membuat Heidi langsung masuk menjadi anggota “Mensa” sebuah organisasi yang beranggotakan orang-orang Jenius.
Akrit Jaswal
Akrit-Jaswal
Dikenal sebagai “Dokter Bedah Termuda Di Dunia,” Akrit Jaswal merupakan seorang anak asal India yang diketahui memiliki IQ mencapai 146 saat usianya baru tujuh tahun. Lahir pada 23 April 1993, Akrit sudah bisa berbicara sejak usia 10 bulan, ia bahkan sudah mulai bisa membaca dan menulis sejak usia 2 tahun. Hebatnya lagi apa yang dibaca Akrit bukanlah buku dongen, melainkan buku Shakespere yang berbahasa Inggris.
Namun yang menjadi bakat utama bocah ini bukanlah dalam bidang sastra melainkan medis. Pada awal tahun 2000an nama Akrit berhasil mendunia, setelah ia sukses melakukan operasi pada seorang gadis yang mengalami luka bakar parah pada tanganya. Padahal luka bakar gadis tersebut lumayan parah hingga jari-jarinya menyatu, tapi Akrit yang kala itu masih berusia 7 tahun berhasil mengoperasinya dengan sempurna hingga tangan gadis itu kembali normal.
Saat ini Akrit sudah berusia 25 tahun dan telah beberapa tahun aktif meneliti teori tentang penggunaan terapi gen untuk mengobati kanker.
Alexis Martin
Alexis-Martin
Sekilas tak ada yang spesial saat melihat gadis kecil bernama Alexis Martin, ia terlihat seperti gadis kecil pada umumnya yang sengan bermain dan menggambar. Namun gadis kecil ini sebenarnya menyimpan bakat yang luar biasa. Sahabat anehdidunia.com sejak usia 12 bulan Alexis sudah mampu mengingat seluruh isi cerita dari buku yang pernah dibacakan orang tuanya. Pada usia 18 bulan ia bahkan sudah fasih untuk bercerita dan di usia 3 tahun, Alexis sudah sangat pandai membaca.
Berbekal tablet pintar milik Ayahnya, Alexis bahkan bisa mempelajari beberapa bahasa seperti Spanyol, Itali hingga Jerman. Melihat bakat anaknya ini oarangtua Alexis yang tinggal di Phoenix, Arizona kemudian memutuskan untuk membawa anaknya ke dokter untuk melakukan tes IQ. Saat pertama melakukan tes pada Alexis awalnya dokter kebingungan untuk menentukan IQ bocah imut ini, namun setelah dilakukan tes kedua baru ditemukan hasil yang menakjubkan bahwa IQ Alexis ternyata mencapai 160. Hal ini berarti IQ bocah kecil ini setara dengan tokoh dunia seperti Alexis Martin yang juga memiliki nilai IQ sama yaitu 160.
Jacob Barnett
Jacob-Barnett
Di diagnosa sebagai pengidap autisme sejak kecil membuat Jacob Barnett harus menempuh pendidikan di sekolah khusus, namun berkat hal inilah bakat terpendam bocah ini dapat terdeksi. Begitu memasuki lembaga pendidikan khusus, guru-guru di tempat itu langsung menyadari jika Barnett anak yang jauh lebih pintar dari teman-temanya. Sahabat anehdidunia.com hal ini membuat para guru dilembaga pendidikan tersebut memutuskan untuk melakukan tes IQ pada Barnett, hasilnya sungguh diluar dugaan karena remaja ini memiliki tingkat IQ mencapai 170, angka ini melampui IQ Einstein.
Berkat hal ini Barnett sudah berhasil masuk Universitas pada usia 10 tahun dan melanjutkan gelar master pada usia 14. Hal ini tentu sangat jauh dari prediksi dokter dulu yang menyatakan jika Barnett kemungkinan tak akan bisa bicara dan membaca saat pertama kali di ketahui mengidap autisme. Prediksi ini tentu sangat jauh dengan kenyataan saat ini, dimana Barnett telah menjadi seorang bergelar MBA dalam bidang sains dan digadang-gadang sebagai calon peraih nobel dimasa depan.
Elise Tan Roberts
Elise-Tan-Roberts
Apa yang kira-kira bisa dilakukan oleh seorang anak berusia 2 tahun? jika anak itu adalah Elise Tan Roberts, maka jawabanya adalah banyak, karena bocah imut ini adalah salah satu anak paling cerdas di dunia. Sejak berusia 5 bulan Elise sudah mulai bisa berbicara dan pada usia 8 bulan ia sudah bisa berjalan dan bahkan berlari kesana-kemari. Sahabat anehdidunia.com melihat hal ini orang tua Elise kemudian memutuskan untuk memeriksakan tingkat IQ anaknya dengan mengambil ujian Mensa. Hasilnya lumayan mengejutkan karena di usianya yang baru menginjak 16 bulann Elise tak mengalami kesulitan berati saat mengerjakan soal dari mensa dan mencetak tingkat IQ mencapai 156.
Hal ini membuat Elise menjadi anak termuda di dunia yang berhasil menyandang gelar sebagai orang Jenius. Di usianya yang kini mulai menginjak 2 tahun, Elise sudah mampu menghapal Ibukota negara di seluruh dunia dan menguasai beberapa bahasa.
Sahabat anehdidunia.com itulah anak-anak paling jenius di dunia, luar biasa bukan, di usia mereka yang masih sangat muda anak-anak ini sudah bisa menunjukan bakatnya dan ada pula yang sudah berkontribusi untuk orang di sekitarnya. Hal ini bisa memberi pelajaran bagi kita untuk tak meremehkan siapapun, karena bakat dan kemampuan kadang tak berhubungan dengan usia seseorang.

RAZIA PEDAGANG TAK BERMASKER DI PASAR KEPUTRAN

“Kami terus berkomitmen mendukung upaya pemerintah untuk memerangi Covid” ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir saat pelaksanaan pengawasan protokol kesehatan di kawasan Pasar Keputran, Selasa (14/7/2020) pagi.
.
Pemerintah Kota bersama TNI Polri selain melakukan pengawasan kepada pedagang yang tak bermasker juga melakukan rapid secara acak untuk pedagang di kawasan tersebut.
.
Pangkogabwilhan 2, Marsda Imran Baidirus, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan Danrem 084 Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat juga turut memberikan himbauan kepada para pedagang pagi ini.

Kini Indonesia Bisa Lacak Hasil Pidana Di Swiss

DPR Sahkan UU MLA, Pemerintah Indonesia Bisa Lacak Aset Hasil Pidana di Swiss

Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal Assistance (MLA) in Criminal Matters between the Republic of Indonesia and The Swiss Confederation antara Republik Indonesia dengan Konfederasi Swiss menjadi Undang-Undang (UU).

“Apakah Rancangan Undang-Undang Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana antara Republik Indonesia dengan Konfederasi Swiss ini dapat disahkan menjadi Undang-Undang?” tanya Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad kepada Anggota Dewan yang hadir secara virtual maupun fisik di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2020). Jawaban “Setuju” pun serentak terdengar, diikuti dengan ketukan palu pengesahan oleh Dasco.

Dalam laporannya di hadapan Rapat Paripurna DPR RI, Ketua Pansus RUU MLA DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan, Indonesia berkewajiban menjamin penegakan hukum dan melakukan kerjasama dengan negara lain.

Pemerintah RI melalui Menteri Hukum dan HAM telah menandatangani perjanjian bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana (MLA) antara Indonesia dengan Konfederasi Swiss pada Februari 2019 lalu.

Bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana terdiri dari 39 pasal. Hal-hal yang diatur dalam MLA itu antara lain mengatur bantuan hukum mengenai pelacakan, pembekuan, membantu menghadirkan saksi, meminta dokumen, rekaman dan bukti.

Sahroni menambahkan regulasi ini bertujuan untuk pemberantasan tindak pidana korupsi, hingga membawa harta haram yang disimpan sejumlah koruptor di Swiss.

Melalui regulasi ini, imbuh Wakil Ketua Komisi III DPR RI tersebut, bisa memastikan tidak ada warga negara atau badan hukum Indonesia yang melakukan penggelapan pajak atau kejahatan perpajakan lainnya.

“Perjanjian ini ditujukan juga untuk pemberantasan korupsi serta membawa hasil tindak pidana korupsi yang disimpan di luar negeri,” kata Sahroni lebih lanjut.

Selain itu, masih kata Sahroni, beleid ini juga mengatur terkait penanganan benda dan aset untuk tujuan penyitaan atau pengambilan aset, penyediaan informasi yang berkaitan dengan tindak pidana, mencari keberadaan seseorang dan asetnya, mencari lokasi dan data diri seseorang serta asetnya.

Termasuk memeriksa situs internet yang berkaitan dengan orang tersebut, serta menyediakan bantuan lain sesuai perjanjian yang tidak berlawanan dengan hukum di negera yang diminta bantuan.

Sahroni menambahkan, regulasi ini menyederhanakan prosedur bantuan hukum timbal balik, khususnya dengan mengurangi persyaratan formal seperti keharusan autentikasi, dan persyaratan rinci untuk meminta bantuan timbal balik.

Ia juga menyatakan regulasi ini menganut prinsip retroaktif.

Artinya, pelaksanaan bantuan timbal balik dalam masalah pidana antara Indonesia dan Swiss dapat dilakukan terhadap tindak pidana yang telah dilakukan sebelum berlakunya perjanjian sepanjang putusan pengadilannya belum dilaksanakan.

Namun, politisi Partai NasDem itu mengingatkan bahwa regulasi ini mengatur soal batas kerahasiaan data informasi, dokumen dan barang yang menjadi bagian dari pelaksanaan kerjasama timbal balik dalam masalah pidana.

Pengaturan ini merupakan salah satu materi penting yang diajukan Swiss sebagai syarat dalam kesepakatan perjanjian.

“Pemerintah perlu memperbaharui perkembangan terakhir dari praktik pencucian uang yang dilakukan oleh para pelaku di Indonesia yang mana kemungkinan besar Swiss bukan lagi menjadi tempat untuk menempatkan aset, rekening atau uang mengingat sudah beralih ke negara lain,” tuturnya sembari menambahkan, kepentingan utama UU ini adalah untuk merepatriasi uang haram WNI yang tersimpan di Swiss.

Sahroni memperkirakan, ada hampir Rp 10 ribu triliun pajak yang ditarik dari dana warga Indonesia di Swiss. Lewat UU ini, ia yakin uang yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh negara bisa kembali ke Indonesia.

“Semoga dengan UU ini dasar kekuatan untuk mendapatkan informasi valid pajak dengan mudahnya mengakses data informasi dari orang Indonesia yang taruh uangnya di sana,” harap legislator dapil DKI Jakarta III itu.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dalam pandangannya mengatakan, kemajuan teknologi informasi membuat perpindahan dana dan/atau aset dari suatu negara ke negara lainnya.

Selain berdampak positif, hal ini juga berdampak negatif dengan timbulnya tindak pidana yang melewati batas yurisdiksi suatu negara atau tindak pidana transnasional.

Yasonna menyebutkan, penyelesaian kasus tindak pidana transnasional bukan hal mudah. Hal ini berbeda dengan penanganan kasus tindak pidana dalam teritorial negara.

Ia mengatakan, pencegahan dan pemberantasan tindak pidana transnasional memerlukan kerja sama bilateral dan multirateral. Khususnya di bidang penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di sidang pengadilan, dan pelaksanaan putusan pengadilan.

“Menyadari hal tersebut, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Konfederasi Swiss sepakat mengadakan kerjasama bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana yang telah ditandatangani pada 8 Februari 2019 di Bern, Swiss,” kata Yasonna.

Ia mengatakan, perjanjian bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana antara kedua negara memberikan dasar hukum bagi kedua negara untuk dapat melaksanakan bantuan hukum dalam tahap penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di sidang pengadilan.

Serta pelaksanaan putusan pengadilan yang antara lain penelusuran, pemblokiran, pembekuan, penyitaan dan perampasan hasil-hasil dan sarana-sarana tindak pidana.

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🙏🏻🤝🙏🏻🇮🇩🇮🇩

Fenomena Julukan Istri Online Netizen, Apa itu

Belakangan seorang selebriti Instagram (selebgram) Rachel Florencia menjadi pusat sorotan publik, khususnya para kaum Adam yang memuja-mujanya sebagai istri online. Lantas, siapakah dia?

Rachel dikabarkan kini berusia 20 tahun. Ia lahir di Cianjur, Jawa Barat. Namanya populer di jagat hiburan ketika tergabung dalam Brand Ambassador Morph Team yakni tim e-Sport YouTuber Reza Arap serta selebgram hits lainnya.

Bergabung dalam tim e-Sport tersebut, bukan berarti Rachel seorang pemain profesional alias pro player. Dia mengaku hanya sekedar menikmati hobinya bermain game dan juga untuk bersenang-senang.

Rupanya, sebelum terkenal seperti sekarang ini Rachel pernah menjadi finalis JKT48. Sayangnya, tak berhasil debut. Niat ingin menjadi member girlband tersebut karena kecintaannya terhadap hal-hal berbau Jepang.

Bahkan saat tampil sebagai bintang tamu di program podcast milik Deddy Corbuzier, Rachel mengaku sebagai seorang wibu, alias orang yang tertarik dengan produk budaya populer (pop-culture) asal Jepang.

Selain itu, Rachel juga menuturkan jika dia adalah orang yang sangat tertarik dengan anime, hingga kerap membeli berbagai barang tentang karakter dua dimensi tersebut.

“Jadi dulu aku ini Idol Jejepangan gitu kan. Jadi dulu itu sempet coba audisi JKT48 tapi gak masuk tuh,” kata Rachel, dikutip Tagar dari tayangan podcast Deddy Corbuzier yang diunggah pada Rabu, 8 Juli 2020.

“Tiba-tiba ada satu agensi gitu yang ngajak aku. Didebutin lah aku jadi idol Jejepangan. Konsepnya sama kayak idol-idol JKT yang punya banyak fans cowok,” kata dia.

Selebgram Rachel Florencia dipuja-puja kaum Adam sebagai istri online. (Foto: Instagram/rchelcia)

Tidak dipungkiri, nama Rachel memang semakin menjadi sorotan warganet, terlebih bagi kaum Adam. Pasalnya, ia kerap membagikan pose paras wajahnya yang cantik lewat akun Instagram pribadinya.

Akibat kecantikannya itu, Rachel juga mengaku pernah ditawar seharga Rp 2,1 miliar rupiah agar mau diajak pergi ke Bali untuk menemani seorang warganet. Saat itu, ajakan disampaikan lewat pesan langsung alias DM di Instagram.

“Dia ngirim pake akun palsu gitu kan kayak ‘aku bentar lagi ke Bali nih dalam 10 hari. Mau gak kamu temenin aku nanti aku bayar kamu US$150 ribu’,” ujar Rachel kepada Deddy Corbuzier.

Pengakuan lain yang tak kalah mengejutkan adalah, Rachel kerap dianggap sebagai istri online para warganet yang benar-benar mengagumi kecantikannya. Dalam bahasa populer, ia sering dipanggil Waifu.

“Semua followers aku menganggap aku istrinya mereka. Istri online. Enggak tahu mereka sebut aku begitu. Enggak tahu ya padahal aku tuh cuma kayak ngeshare video TikTok terus foto-foto biasa saja, cuma enggak tahu mereka sebut istri,” ucap Rachel dalam interview itu

Presiden: Praja TNI-Polri Harus Ikut Partisipasi dan Belajar Selesaikan Krisis di Masa Pandemi

 

Pada 14 Juli 2020
Presiden saat menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan Praja TNI-Polri, di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (14/7).

Para Perwira Remaja Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus ikut berpartisipasi dan belajar menyelesaikan krisis saat pandemi Covid-19 serta memperkokoh kebersamaan berlandaskan Pancasila untuk meraih lompatan kemajuan.

Pesan tersebut diungkapkan Presiden Jokowi saat melantik Praja TNI-Polri, yang diikuti pula secara virtual, di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (14/7).

Lebih lanjut Presiden sampaikan bahwa semua harus dapat mengambil makna dari pandemi Covid-19 saat ini yang melanda 215 negara di dunia. Ia menambahkan bahwa memang Indonesia menghadapi masalah kesehatan dan ekonomi yang sangat pelik, seperti juga halnya 215 negara di dunia mengalami hal yang sama.

“Namun sebagai bangsa pejuang kita tidak boleh menyerah, kita bukan hanya harus mampu mengatasi permasalahan akibat pandemi tetapi kita harus memanfaatkan pandemi ini untuk memperkokoh kekuatan bangsa dan melakukan lompatan-lompatan kemajuan,” tutur Presiden.

Krisis akibat pandemi Covid-19, menurut Presiden, dapat memperkokoh kepedulian dan kegotongroyongan, memperkokoh persatuan dan kebersamaan, mempercepat upaya untuk memperbaiki cara kerja, serta mempercepat pengembangan teknologi dan industri.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Lebih lanjut, Presiden berpesan bahwa sebagai pengawal masa depan Praja TNI-Polri harus cakap membaca tantangan dan peluang ke depan karena dunia berubah dengan begitu cepat, disrupsi terjadi di semua sektor kehidupan dan revolusi industri jilid ke-4 semakin mendorong perubahan super cepat tersebut.

“Dunia juga akan diwarnai oleh hiperkompetisi oleh persaingan yang ketat, antar negara bersaing untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk dalam indutrialisasi,” ungkap Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa teknologi militer juga berkembang dengan cepat bahkan yang terkini telah memanfaatkan kecerdasan buatan, augmented reality, dan teknologi siber telah jauh berkembang.

“Tantangan kejahatan yang dihadapi oleh perwira kepolisian juga sangat berat, kejahatan menggunakan teknologi canggih dan kejahatan siber yang lintas negara juga memerlukan kemampuan antisipasi dan mitigasi yang lebih baik,” tuturnya.

Untuk itu, Presiden minta Praja TNI-Polri harus mengikuti dan mengejar perkembangan zaman, harus menjadi bagian dari kualitas SDM Indonesia hebat serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang lincah dan inovatif dalam menghadapi perubahan dengan karakter kebangsaan kokoh penjaga NKRI dan penjaga Pancasila yang sejati.

“Saudara harus memegang teguh kode etik dan jati diri sebagai perwira TNI dan Polri, junjung tinggi kehormatan dan kecintaan sebagai perwira TNI dan Polri, memelihara kekompakan dan persatuan, dan berikan pelayanan yang terbaik kepada bangsa negara dan rakyat kita,” jelas Presiden.

Turut hadir Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Hana Hanifah Ditangkap Dalam Keadaan Telanjang

Kuasa hukum Hana Hanifah, Machi Ahmad, mendatangi Mapolrestabes Medan, Selasa (14/7/2020) siang. Hana Hanifah ditangkap dalam keadaan telanjang dan tersandung kasus prostitusi online.

Hana Hanifah hingga Selasa siang masih ditahan di Makopolrestabes Medan.
Sebelum memasuki ruang penyidik, Machi yang didampingi seorang wanita mengatakan bahwa kondisi kliennya sehat dan baik-baik saja.

Ia juga berharap agar Hana Hanifah bisa melawati kasus yang tengah dialaminya.
“Sehat. Doain ya semoga hana bisa melewatinya,” katanya.
Usai memberikan pernyataan singkat tersebut, Machi langsung menuju ruangan penyidik.
“Kita mau menghadap dulu ya,” ujarnya.
Sebelumnya, personel Satreskrim dan Satintelkam Polrestabes Medan menangkap wanita berinisial H yang belakangan diketahui bernama Hana Hanifah bersama seorang pria berinisial A di sebuah hotel di Medan pada Minggu (12/7/2020) malam. Ia ditangkap terkait dugaan kasus prostitusi.
Pada saat ditangkap, keduanya dalam kondisi tak berbusana lengkap. Selain kedua orang tersebut, petugas turut mengamankan seorang pria berinisial R yang berperan menjemput Hana di bandara dan mengantarkannya ke hotel.
Pada saat dilakukan penggerebekan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu kotak alat kontrasepsi, dua unit handphone, dan kartu ATM. (Antara)

Pesantren Tangguh di Jember Bukti Islam Agama Cinta Damai

Sejak Munculnya Virus Covid-19 di berbagi belahan dunia, sejak saat itu juga manusia mulai merubah gaya hidup, mulai dari sisi Kesehatan , Agama Perilaku. Di Jawa timur Sejak Polda Jatim di Pimpin oleh Jenderal muda yang inovatif dan enerjik Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si. lansung tancap gas dengan membuat inovasi inovasi untuk antisipasi wabah covid-19. salah satu inovasi tersebut adalah Kampung Tangguh yang berkembang menjadi semua yang baik baik menjadi tangguh seperti Pesantren Tangguh, Polisi Tangguh dan lain sebagainya.

Kalimat Tangguh memang sangat relevan dengan salah satu Hadist Shahih Rasulullah bahwa mukmin itu harus tangguh, seperti hadist shahih yang berbunyi “Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai Allah daripada Mukmin yang lemah, walaupun ada kebaikan pada keduanya.” (HR Muslim dan Ibnu Majah) .

dokpri
dokpri

Sebuah Kisah Nyata di salah satu pesantren di daerah jember, Karean Merasa Bangga Terhormat menjadi Pesantren Tangguh Ciptaan Kapolda Jatim Pemimpin Ponpes ini Siapkan Mobil Ambulance Sendiri. selain dari menerapkan hadist rasulullah juga menerapkan program Pesantren Tangguh Besutan Kapolda Jatim.

Pondok pesantren dengan nama  IBU ini adalah merupakan Sebuah ponpes yg menaungi 5rb anak yatim piatu dari berbagai daerah, dan mempunyai  pengasuh dengan nama kyai hafidi , Karena merasa terhormat dengan adanya program Kapolda Jatim terkait pesantren tangguh .. Kyai Hafidi lansung Siapkan Sebuah Mobil Ambulance untuk mendukung Ponpes Tersebut Menjadi Sebuah Ponpes Tangguh.

Dalam Hal ini Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono juga menyatakan bahwa berita tersebut benar adanya dan tanpa mengada ada “memang pak kyai tersebut sangat senang dan Bangga pesantrennya dinyatakan sebagai Pesantren Tangguh oleh Pak Kapolda Jatim ” Terangnya kepada Tim Blogger Muslim dan Blogger Polri

Penulis

Mohammad Khoirul Amin Amd SH S.Kom M.Kom

Pencetus Blogger Polri dan SKCK Online