15 Penanggalan Jawa Di Laut Kenjeran,Padepokan Jagad Pintu Pensucian Mandi Malam Bersama

Kegiatan malam 15 penanggalan tanggal Jawa. Kelompok atau keluarga besar AT – THOLAAQ padepokan Jagad Pitu yang bermarkas di Surabaya mengadakan pensucian mandi bersama anggota dari dalam dan luar kota di laut Nambangan Kenjeran Surabaya dekat petilasan Eyang Sumbo.

kegiatan ini dilakukan setiap tahun di malam 15 tanggal Jawa pas di malam Bulan Purnama, Padepokan Jagad Pitu yang di ketuai oleh Saudara Jaka Santoso mengatakan, “kegiatan ini dilakukan rutin setiap tahun tepat penanggalan Bulan tanggal 15 Jawa, tujuannya supaya anggota lebih mendalam memaknai arti hidup khususnya supaya mensyukuri apa yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia khususnya kepada setiap anggota untuk selalu hidup berdampingan dengan alam dan manusia berserta makhluk hidup lainnya, Katanya.

Semoga kegiatan pensucian mandi bersama di laut Nambangan Kenjeran Rabu 2/9/2020 sekitar jam 23.30 sampai 24.00 para anggota padepokan Jagad Pitu serta masyarakat di jauhi dari segala musibah dan selalu di beri kesehatan.

Tak Masuk Surga Orang yang Pelit dan Mengungkit Pemberian

Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang penipu tak akan masuk surga, demikian pula orang yang kikir dan orang yang mengungkit-ungkit pemberian.” (HR Tirmidzi).

Pakar hadis dari India, Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi, dalam kitab Fadhilah Sedekah, menjelaskan bahwa para ulama berkata bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang disebutkan dalam hadis di atas tidak akan masuk surga. Jika dalam diri seorang mukmin ditemukan sifat-sifat ini, maka Allah SWT terlebih dulu akan memberikan taufik kepadanya untuk bertaubat dari perbuatan itu.

Jika tidak, maka orang yang tetap berbuat perilaku penipu, pelit, dan mengungkit-ungkit pemberian, akan dimasukkan ke dalam neraka terlebih dulu untuk dibersihkan dosa-dosanya.  Setelah itu, barulah orang itu dimasukkan ke surga.

“Akan tetapi, walaupun untuk beberapa saat saja, dimasukkan ke dalam neraka tentu tidak dapat dianggap remeh,” kata Syekh Maulana Muhammad Zakariyya.

Maulana Zakariyya menyebut hadis lainnya soal orang-orang yang pelit. Yaitu, “Abu Hurairah RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Orang-orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Dan, orang-orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya seorang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah dariapda seorang ahli ibadah yang kikir.” (HR Tirmidzi).

Maulana Zakariyya menjelaskan, orang yang sedikit mengerjakan shalat sunah tapi dermawan lebih disukai Allah dari pada orang yang banyak beribadah dan mengerjakan shalat sunah panjang-panjang. Yang dimaksud ahli ibadah adalah orang yang banyak mengerjakan shalat sunah. Sedangkan mengerjakan amalan fardhu itu merupakan kewajiban setiap orang, baik dermawan ataupun tidak.

Adat Seni dan Budaya Papua,Alat Musik Tradisional Tifa

Seni dan budaya papua_ Papua dulu bernama Irian Jaya pulau paling timur wilayah negara Indonesia. Sebagai pulau yang juga terkenal akan kekayaan hasil buminya, masyarakat pulau Papua pun juga memiliki kekayaan dalamragam seni dan budaya,.
Mari kita bersama-sama menengok ragam adat seni dan budaya yang ada di pulau paling timur Indonesia ini !
Sebagai salah satu seni kebudayaan yang ada di Papua maka tidak ada salahnya kita bisa menyebutnya seni kebudayaan kita juga, walaupun tidak semua para Sahabat Awan yang membaca artikel ini berasal dari pulau Papua. Entah itu dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, atau pulau-pulau lain yang secara pribadi Awan tidak bisa menyebutnya satu persatu.
Dengan alasan apa kita bisa menyebut seni budaya Papua juga merupakan ragam seni dan budaya kita juga ? Jawabannya hanya ada satu, bahwa Papua adalah merupakan salah satu wilayah yang berada dibawah naungan NKRI, dengan falsafah Bhineka Tunggal Ika.
Jadi tidak salah jika kita menyebut ragam seni dan budayaPapua sama saja dengan kita menyebut kekayaanragam seni dan budaya Indonesia, yang perlu kita jaga dan lestarikan keberadaanya.
Tifa merupakan salah satu alat musik pukul yang bentuknya hampir mirip dengan gendang. Alat musik Tifa terbuat dari kayu yang mana pada bagian tengah kayu tersebut dibuat lubang besar yang dibersihkan/dikosngkan. Lalu kemudian ujung salah satu kayu tersebut ditutup dengan mengunakan kulit rusa yang telah dikeringkan terlebih dahulu, dimaksudkan agar alat musik Tifa ini bisa menghasilkan suara yang indah dan bagus.
Alat musik Tifa sering dimainkan sebagai instrumen musik tradisional atau untuk mengiring berbagai tarian tradisional seperti: tarian perang, tarian tradisional Asmat, dan tarian Gatsi.
Selain dari Papua alat musik ini juga berasal dari maluku, jadi antara Papua dan Maluku mempunyai alat musik yang sama. Tapi tidak apa yang penting semuanya adalah kekayaan seni yang ada di nusantara Indonesia ini.
=> Kedua_ Tarian tradisional Papua.
Awanzo Blogs
Sebagai daerah yang kaya akan ragam seni budaya, Papua memiliki beberapa tarian tradisonal yang menjadi ciri khas masyarakat Papua biasa menyebutnya dengan sebutan Yosim Pancar ( Y0SPAN), dalam tari ini terdapap beberapa bentuk gerak tarian diantaranya tari Pacul Tiga, tari Seka, tari Sajojo, tari Balada serta tari Cendrawasih. Tarian tradisional Papua ini sering di mainkan dalam berbagai kesempatan seperti untuk penyambutan tamu terhormat, penyambutan para turis asing yang datang ke Papua serta dimainkan adalah dalam upacara adat.

Festival Seni Budaya Papua: Menyaksikan Bakar Batu di Jakarta

Dinas Kebudayaan Provinsi Papua membawa satu dari tiga kegiatan kesenian besar yang biasanya digelar ke Papua ke Jakarta.

Dinas Kebudayaan Provinsi Papua bekerja sama dengan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dan Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia menggelar Festival Seni Budaya Papua di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta pada Kamis (21/11/2019). Sejumlah tarian seperti Tari Semut, Tari Hau Nena, prosesi bakar batu, dan kerajinan asli Papua ditampilkan dalam festival ini.

Festival Seni Budaya Papua ini dihadiri sekitar 100 orang. Mereka terdiri dari warga Jakarta dan beberapa perwakilan duta besar negara sahabat seperti Mozambik dan Australia.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,Sejumlah kerajinan yang dipamerkan dalam festival.

Sejumlah kerajinan yang dipamerkan dalam festival.

Kepala Seksi Tari dan Musik Bidang Kesenian dan Film Dinas Kebudayaan Papua, Jeremias Koridama mengatakan, pagelaran festival kesenian di Jakarta ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan budaya Papua di tingkat nasional. Termasuk kepada masyarakat internasional melalui sejumlah duta besar yang menghadiri acara ini.

Besar harapan kami ke depan budaya Papua, kembali diperhitungkan dan lebih banyak dikenal banyak orang. Bukan hanya di tingkat nasional. Kita bicara akar budaya Papua, kita ingin menonjolkan dari sisi budayanya,” jelas Jeremias Koridama di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Jeremias berharap festival serupa bisa diselenggarakan juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Ia juga berharap pagelaran seperti ini dapat digelar di luar negeri untuk lebih mempopulerkan budaya Indonesia.

KH. Hasyim Asy’ari : Guru Para Kiai Pesantren dan Warana Kearifan Nusantara

Dalam buku Kyai Haji Hasyim Asy’ari : Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri Ahmad Baso dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU memberikan sumbangannya dalam tulisan ‘KH. Hasyim Asy’ari : Guru Para Kiai Pesantren dan Warana Kearifan Nusantara’. Adapun tulisan lengkap Ahmad Baso tersebut adalah seperti di bawah ini.

tanpa tuduh mung tapaneki tapa wit puruhita …
tapa tanpa ngelmu itu nora dadi
(Menjalankan praktik-praktik pertapaan dan asketisme namun tanpa bimbingan
yang dipelajari dari seorang guru…
bertapa tanpa ngelmu [ilmu dari sang guru] itu tidak menghasilkan apa-apa…)

—- Serat Cebolek.
KH. Hasyim Asy’ari : Guru Para Kiai Pesantren dan Warana Kearifan Nusantara
Sang Pendidik Karakter Bangsa: Hakikat Pendidikan Pesantren
Hadlratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Pesantren Tebuireng, Jombang, pendiri Nahdlatul Ulama, adalah guru paripurna. Ribuan santri beliau didik, dan ratusan dari mereka menjadi ulama atau kiai, pendiri pondok pesantren, atau menjadi tokoh-tokoh umat Islam. Ini belum termasuk santri-santrinya yang terbilang mustami’ (pendengar setia sang guru), ngaji sekilas kepada beliau, jejer pandito dalam waktu singkat atau yang hanya sekedar minta doa dan obat kepada beliau.

Bagaimana beliau mendidik santri-santrinya? Rasa cinta, tanpa membeda-bedakan. Saking cintanya itu pada santri-santrinya, di hari-hari menjelang wafatnya (pada 7 Ramadhan 1336 H/ 26 Juli 1947), yang diingat beliau hanya seorang santri mustami’ yang disayanginya, Bung Tomo, tokoh pahlawan nasional 10 November 1945. Waktu itu sedang terjadi agresi militer Belanda yang pertama ke daerah Jawa Timur, hingga masuk ke kota Malang, tempat Bung Tomo membangun basis bersama para anggota TNI dan laskar rakyat. Jatuhnya kota Malang dalam agresi tanggal 23 Juli itu membuat Hadlratusysyekh shock, lalu jatuh sakit, hingga ajal menjemput.

Diceritakan pula: suatu hari seorang anak bos pabrik gula Cukir, Jombang, keturunan Belanda, jatuh sakit. Berbagai cara dilakukan, dokter juga sudah gonta-ganti, tapi semuanya tidak membantu. Akhirnya beliau mendatangi anak tersebut, membacakan doa-doa, dan akhirnya sembuh. Sejak itu sang anak menjadi mustami-nya sang Hadlratusysyekh. Itulah sebabnya mengapa beliau disapa “Hadlratusysyekh”, guru para ulama.

Itu karakter yang beliau tanamkan kepada santri dan masyarakat kita. Dan karakter itu beliau pelajari sejak muda, sebagai santri, di beberapa pesantren. Beliau pernah nyantri dan berguru pada seorang ulama kharismatik kenamaan, Syaikhuna Cholil Bangkalan, Madura (wafat 1924). Di masa- masa awal nyantri, kakek Gus Dur ini hanya disuruh angkat air dan mengisi tempayan atau kolam pondok untuk wudhu dan cuci kaki para santri dan jamaah. Akibatnya, banyak waktunya habis untuk mengambil air dan bukan ngaji kitab. Tapi ternyata dengan cara ini sang guru mengajarkan santri kesayangannya itu satu pendidikan karakter untuk belajar mandiri, tekun, ulet, ikhlas, rajin bekerja dan juga untuk menghargai sumber-sumber air sebagai kekayaan alam yang diberikan Tuhan ini, serta memanfaatkannya untuk sebesar-besar kemaslahatan orang banyak.

Ya, itu pelajaran pokok dalam pesantren: pendidikan karakter kebangsaan. Apa inti pendidikan karakter itu yang dilakoni KH. Hasyim Asy’ari, sekaligus yang diajarkan kepada santri-santri dan mustami’nya?

Pertama, pendidikan karakter pesantren berupaya mengajak bangsa ini untuk mandiri bukan hanya dalam soal ekonomi dan politik. Tapi juga dalam kebudayaan dan kerja- kerja pengetahuan, dalam bidang cultuur seperti dibahasakan Adinegoro dalam Polemik Kebudayaan (dalam debat ini pesantren dibela oleh Dokter Soetomo dan Ki Hajar Dewantoro). Dalam pendidikan seperti ini, anak-anak kita diajarkan bahwa bangsa ini juga punya pengetahuan sendiri, tahu, dan berilmu. Ada kebanggaan tersendiri untuk tahu tentang dirinya sebagai bangsa, punya tradisinya sendiri, dan juga percaya diri bahwa mereka bisa melakukan kerja pengetahuan yang bebas dan mandiri. Acuan pendidikan pesantren adalah dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, yang diperoleh dari masa sejak abad-abad pertama masuknya Islam, dan juga sebagian mengambil inspirasi dari masa Hindu-Budha (seperti lakon-lakon pewayangan) untuk kemudian diolah sesuai dengan jiwa pendidikan pesantren.

Kedua, pendidikan karakter pesantren mengajarkan anak-anak didiknya untuk bergaul dan bersatu di antara sesama anak-anak bangsa se-Nusantara, apapun suku, latar belakang dan agamanya. Mereka diajarkan untuk saling berinteraksi secara harmonis di antara berbagai komunitas bangsa tersebut. Kalau ada perselisihan, mereka diminta untuk berdamai melalui mediasi para ulama pesantren atau yang ditunjuk oleh orang-orang pesantren untuk memerankan fungsi mediasi tersebut. Seperti peran para ulama Mekah di abad 17 yang meminta Banten, Mataram dan Bugis-Makassar untuk bersatu, juga peran Kiai Haji Oemar di Tidore, Maluku, paruh kedua abad 18 yang menyatukan para pelaut Indonesia Timur dari berbagai agama dan suku untuk bersatu menghadapi Inggris dan Belanda.

Ketiga, pengetahuan diabdikan bagi kepentingan dan keselamatan nusa dan bangsa ini. Itu sebabnya pesantren mengajarkan berbagai jenis kebudayaan Nusantara yang akan menjadi alat perekat, pertahanan dan mobilisasi segenap kekuatan bangsa ini.

Keempat, karena pergaulannya yang begitu rapat dengan bangsa-bangsa lain di jalur perdagangan dunia di Samudera Hindia, orang-orang pesantren juga mengajarkan anak-anak bangsa ini cara-cara menghadapi dan bersiasat dengan bangsa- bangsa lain, terutama dengan orang-orang Eropa (kini Amerika) yang berniat menguasai wilayah di Asia Tenggara.

Kelima, orang-orang pesantren juga mengajarkan kepada anak-anak bangsa ini untuk memaksimalkan serta memanfaatkan segenap potensi ekonomi dan sumber daya negeri ini. Itu sebabnya pesantren hadir di dekat sumber-sumber mata air dan sumber-sumber kekayaan alam.

Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, pesantren hadir sebagai kiblat pendidikan keagamaan-kebangsaan bagi bangsa ini. Model yang mereka adopsi adalah pendidikan model para Wali Songo, para ulama-waliyullah penyebar agama Islam di Tanah Jawa hingga ke Nusantara.

Tradisi Wali Songo yang kini terpelihara adalah penghargaan terhadap leluhur, para ulama, para pejuang yang berjuang untuk bangsa ini serta para pendahulu yang berjasa. Itu dicontohkan oleh Sunan Kalijaga ketika berziarah ke Pamantingan (tirakat dateng ing Pamantingan) sebelum ikut bersama dengan para Wali lainnya membangun Mesjid Demak. Sunan Kalijaga dikenal sebagai tipe santri kelana, “muballigh keliling”, yang akrab dengan tradisi-tradisi pra-Islam, dan, seperti ditulis KH. Saifuddin Zuhri, kerap “mengunjungi tempat- tempat bersejarah”.

Perjuangan Wali Songo ini dilanjutkan oleh kalangan pesantren dalam membantu anak-anak bangsa ini memelihara segenap memori kolektif bangsa ini dari masa lalu tentang kejayaannya, tentang segenap pengalamannya berhadapan dengan bangsa-bangsa asing, hingga membantu mereka mengingat kembali perjuangan orang-orang yang berkorban untuk bangsa dan tanah air ini. Mekanisme untuk itu dilakukan dengan memelihara sejumlah tradisi, ritual, upacara dan segenap praktik-praktik keagamaan, kesenian dan berkebudayaan. Seperti tradisi ziarah makam, penghormatan terhadap petilasan tokoh- tokoh penyebarIslam pertama atau nenek moyang pembuka desa pertama. Praktik-praktik ini menghubungkan satu generasi ke generasi berikutnya, dari satu komunitas ke komunitas lainnya, sehingga solidaritas berbangsa, persatuan dan kebersamaan di antara komponen bangsa ini, ikut terjaga.

Selain itu, tradisi-tradisi ini juga dipelihara oleh pesantren melalui mekanisme penghormatan dan perlindungan terhadap tanah, air, laut, hutan, gunung dan sumber-sumber daya alam yang dimiliki Nusantara ini. Keberadaan makam-makam keramat di dekat mata air, di hutan, di gunung, semuanya dirawat oleh orang-orang pesantren untuk kepentingan menjaga kesinambungan sumber-sumber air bagi kehidupan umat manusia. Demikian pula tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat (dalam bahasa awam, “angker”, “ada penghuninya”), juga dipelihara oleh pesantren karena keterkaitan historis tempat-tempat tersebut dengan sejumlah jejak para tokoh ulama atau wali. Tempat-tempat keramat seperti makam atau petilasan sejumlah pendakwah Islam pertama, pembuka desa pertama,atau jejak kehadiran pesantren awal, menjadi obyek ziarah kaum santri dan komunitasnya yang selalu dijaga.

Mengapa pesantren mengajarkan pendidikan semacam ini? Ya, karena segenap kekayaan alam yang berhimpun di dekat tempat-tempat keramat tersebut menjadi bagian dari ketahanan ekonomi-kultural masyarakat, tanpa dikavling-kavling, diliberalisasi, atau diswastanisasi untuk kepentingan pemodal atau untuk investasi asing. Karena proses swastanisasi itu akan berdampak merugikan hajat hidup sebagian besar bangsa ini. Di sana akan terjadi proses pemiskinan masyarakat di sekitar proyek-proyek liberalisasi-swastanisasi tersebut. Masyarakat desa turun pangkat dari pemilik lahan atau tuan di atas tanahnya sendiri, menjadi buruh atau kuli. Sementara orang-orang pesantren juga dipinggirkan melalui proses modernisasi dan puritanisasi beragama orang-orang sekitar pesantren. Mereka kemudian tidak lagi percaya kepada pesantren yang dianggapnya sebagai sarang takhayul dan khurafat.

Hal ini yang dikhawatirkan oleh Dokter Soetomo, salah seorang pendiri organisasi kebangsaan, Boedi Oetomo, ketika anak-anak bangsa kita masuk sekolah modern dan meninggalkan hakikat pembelajaran di pesantren, karena mereka berakhir hanya menjadi buruh atau kuli, tanpa dibekali beban-beban kemandirian dan kemerdekaan dalam mengupayakan hidup dan kelestarian kekayaan Bumi Pertiwi ini. Terutama untuk mengisi idealisme kaum pergerakan di masa itu untuk menimba banyak hal dari sistem pesantren.2 Selain untuk mengisi ideologi kebangsaan kita, juga untuk memperkuat “keboedajaan kita [yang] tidak atau sedikit sekali diperhatikan [dalam sistem sekolah Barat]”.

Soetomo menyebut sejumlah karakter yang hidup pada sistem pesantren, sehingga layak mengisi ideologi kebangsaan- keindonesiaan tersebut. Karakter pertama, “pengetahoean pada muntkoerid-moeridnja”; Karakter kedua, “memberi ala-alat goena berdjoeang di doenia ini”; Karakter ketiga, “pendidikan jang bersemangat kebangsa’an, tjinta kasih pada Noesa dan Bangsa choesoesnya, dan pada doenia dan sesama oematnja oemoemnja”; Karakter keempat, “moerid-moerid akan menjediakan diri oentoek menoendjang keperloean oemoem”; Karakter kelima, “kekoeatan batin dididik; ketjerdasan roh diperhatikan dengan sesoenggoeh-soenggoehnja, sehingga pengetahoean jang diterima olehnja itoe akan dapat dipergoenakan dan disediakan oentoek melajani keperloean oemoem teroetamanja”.

Kelima karakter inilah yang kemudian menjelaskan mengapa pesantren menjadi kiblat kalangan nasionalis untuk mengukuhkan posisi pesantren sebagai pusat pendidikan kebangsaan. Hingga Soekarno pun ikut berguru di satu pesantren di Sukanegara, Cianjur selatan, di dekade 1940-an. Dan bukan pula kebetulan, kalau guru Soekarno ini, KH. Ahmad Basari atau dikenal Kiai Sukanegara, adalah santri KH. Hasyim Asy’ari. (Lihat buku saya, Pesantren Studies 2A).

Pendidikan Pesantren untuk Kemaslahatan Bangsa: Pelajaran tentang Kearifan Nusantara
Ada satu lagi jenis pendidikan karakter yang dibangun KH. Hasyim Asy’ari dari pesantren. Yakni pendidikan untuk kemaslahatan bangsa. Ini terlihat dari cara beliau dan ulama kita lainnya di pesantren mengutip dan mengembangkan ucapan Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin: ulama itu harus faqih atau paham lebih mendalam tentang kemaslahatan umat manusia (faqihun fi mashalihi-l-khalqi).

Mengapa pendidikan kemaslahatan? Di sini peran KH. Hasyim Asy’ari sebagai “warana” (penjaga, pelindung) kearifan ke-Nusantara-an kita. Seperti halnya warana yang menjaga dan melindungi sebuah keris.

Banyak orang sering mengeluh soal karakter peradaban Arab sebagai kumpulan biji-biji pasir yang kian tinggi dan beranak-pinak, tapi kehilangan daya perekat, semen atau lemnya. Mereka ibarat hidup dalam kultur “pulau-pulau pemikiran” atau bangsa-bangsa “biji-biji pasir”. Akibatnya nalar mereka jadi jumud, hidup nafsi nafsi, suka konflik, dan bunuh-bunuhan, meski sama sama ngaji Quran dan Hadis. Karena itu ide maslahat penting diangkat kembali dalam konteks kekinian umat Islam agar terbangun satu peradaban baru berbasis harmoni dan suasana guyub antar berbagai elemen bangsa Arab dan Muslim itu.

Itulah sebabnya ulama kita mengangkat wacana ke- Nusantara-an dalam kajian keislaman global. Hingga Sunan Giri menyebutnya “Din Arab Jawi” atau Islam Nusantara.3 Dalam wacana jenius ini, ke-Nusantara-an ditampilkan sebagai daya perekat, semen atau lem bagi kultur “pulau-pulau pemikiran” atau bangsa-bangsa “biji-biji pasir” itu.

Bicara kemaslahatan berarti bicara tentang kondisi dan realitas kekinian umat yang nyambung dengan tradisinya, dengan kebudayaan masyarakatnya. Ini untuk mengenal lebih jauh kepentingan kemanusiaan mereka di dunia ini sebagai bekal menuju akhirat. Bukan sebaliknya membuat mereka terperosok ke masa lalu, hingga tidak bisa bangkit lagi. Selanjutnya, dari sana kita membangun solusi untuk persoalan-persoalan masa kini dan masa depan kita.

Wawasan ulama-ulama Nusantara tentang maslahat dimulai sejak awal pengislaman dari abad 13. Mereka mengembangkan satu metodologi yang menjaga kesatuan ontologis dan epistemologis “satu badan, satu jiwa” ke- Nusantara-an sebagai basis dan sumber ilmu. Ke-Nusantara- an diibaratkan sebagai wadah yang “berberkah” tempat “Islam tumbuh dan bangkit kembali” (“seger maning manah iki”, seperti disebut dalam Serat Carub Kandha dari Cirebon tentang proses Islamisasi Nusantara di tangan Syekh Jumadil Kubro dan putranya, Syekh Ibrahim Asmorokandi, abad 14).

“Kenali dirimu hai anak alim … dengan dirimu yogya kau qaim (berdiri tegak)”, demikian penegasan sastrawan sufi Hamzah Fansuri dari Aceh awal abad 16, tentang menjaga kesatuan ontologis dan epistemologis “satu badan, satu jiwa” ke-Nusantara-an itu.

Wawasan kemaslahatan Nusantara ini muncul ketika keislaman dihadirkan untuk memperkuat ke-Nusantara-an kita, meskipun ada yang bukan Muslim. Seperti halnya Imam al-Ghazali menggali etika keadilan normatif dari akar Persia yang non-Muslim (seperti etika keadilan Raja Anusyarwan atau Khusraw I, 531-570). Di tangan para Wali dan ulama kita, Islam hadir memperkuat dinamisme dan potensi kekuatan kultural peradaban dan kebudayaan kita.

Maksudnya di sini: kalau para Wali Songo hingga Hadlratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, merumuskan patokan cara beragama dan bertradisi Islam Nusantara pada empat mazhab (dalam fiqih), dua mazhab (dalam tauhid dan kalam), dan dua mazhab (dalam tasawuf), maka hal itu bisa kita angkat sebagai satu titik masuk “mencari satu tahapan puncak kemajuan yang dilalui tradisi kita”, sebagaimana yang dikenal dalam kedelapan mazhab itu.

Itu ditunjukkan misalnya para ulama Nusantara kita dulu yang mengangkat Imam al-Ghazali sebagai “puncak kemajuan” dalam tradisi Asy-ariyah, Syafi’iyah, dan tradisi tasawuf Sunni. Karya-karya ulama-pembaru ini banyak menjadi andalan bagi para ulama dalam mengukuhkan Islam Nusantara sebagai kiblat baru untuk peradaban dunia. Dari puncak pemikiran al-Ghazali inilah para ulama Nusantara bisa berkreatif dengan bebas dalam menghadapi tantangan zaman dengan menjadikan Nusantara sebagai pusat keunggulan Islam untuk kampanye Islam rahmatan lil’alamin (Lihat dalam buku saya, Islam Nusantara, jilid 1).

Coba perhatikan satu pandangan Sunan Giri ini yang dikemukakan dalam musyawarah para Wali Songo di Mesjid Demak akhir abad 15: “Dhewe-dhewe tekatira, nanding nora sulaya … kumpul bae maksudira” (masing-masing punya pendapatnya sendiri-sendiri, tapi tidak bercerai, semua pendapat mereka itu sama-sama bertemu dalam maksud dan tujuannya).4 Pandangan Sunan Giri ini tidak lepas dari cara ulama Nusantara kita memahami dan menafsirkan pandangan Imam al-Ghazali di atas: “faqih fi mashalihi-l-khalqi”, ulama yang paham dan mengerti betul kemaslahatan umat manusia. Sekaligus memberi karakter kebudayaan dan peradaban kita bagi penguatan Islam sebagai rahmat untuk alam ini.

Kemaslahatan itu hanya muncul kalau orang bersatu, guyub, mengedepankan titik-temu, dan suka berkumpul – termasuk makan-makan! Ingat tradisi kompolan di Madura, kendurenan dan cangkrukan di Jawa, atau tudang sipulung di Sulawesi. Hakikat “kumpul bae maksudira” ini kemudian dilembagakan oleh para Wali ke dalam bahasa “hukum adat” sebagai salah satu pilar dari empat pilar hukum Islam Nusantara: hukum akal, hukum syara’, hukum adat, dan hukum fa’al (yurisprudensi). Kalau hukum syara misalnya mengajarkan ajaran-ajaran normatif agama, maka hukum adat mengajarkan bagaimana hukum agama itu dilaksanakan dalam suasana guyub dan gotong-royong. Muncullah ijtihad halal bihalal, misalnya, seperti dikenal kini. Di sini ajaran tekstual agama, Quran dan Hadis, tidak dipertentangkan dengan adat, tapi dicari titik-temu dan penguatannya masing-masing.

5 Hal yang Bisa Bikin Kamu Hidup Miskin di Masa Depan

Siapa sih yang mau hidup miskin dan susah? Tentu tak ada seorang pun yang menginginkannya. Tapi untuk mencapai kebebasan finansial dan hidup sejahtera, juga ada kuncinya.

Kamu harus memiliki kebiasaan keuangan yang baik untuk bisa meraih kekayaan. Sayangnya, tak sedikit orang yang masih punya kebiasaan-kebiasaan buruk, yang menjadi pemicu terjadinya kebangkrutan.

Tentu kamu tak mau kan mengalaminya? Maka dari itu, sebisa mungkin hindari 5 hal ini dari sekarang!

Selalu ingin terlihat kaya

Terlihat kaya jelas berbeda dengan menjadi benar-benar kaya. Ketika kamu hanya ingin terlihat kaya, maka kamu akan mengeluarkan uang untuk dianggap kaya oleh orang lain.

Pendapat orang lain soal kekayaanmu menjadi sangat penting. Bahkan tak menutup kemungkinan untuk membelanjakan semua uangmu, atau malah berutang untuk hal-hal konsumtif.

Contoh dari sikap ini misalnya membeli smartphone keluaran terbaru, padahal smartphone milikmu sekarang tak rusak.

Atau, lebih memilih untuk membeli mewah ketimbang membeli rumah, padahl; kamu belum punya rumah.

Ini jelas merupakan jebakan gengsi yang akan membuatmu jatuh miskin di masa depan. Jangan sampai jadi BPJS, alias Bujet Pas-Pasan Jiwa Sosialita!

Tak memiliki perencanaan keuangan

Apakah kamu termasuk orang-orang yang gajinya habis duluan di pertengahan bulan? Jika ya, hati-hati! Bisa jadi kamu tak akan pernah kaya selamanya.

Tak adanya perencanaan keuangan sering menjadi pemicu kenapa uang yang dimiliki selalu habis tak bersisa. Kamu selalu merasa punya uang, dan akhirnya membelanjakan semuanya.

Padahal, perencanaan keuangan adalah salah satu cara untuk melindungi diri, dan melindungi keluarga dari keterpurukan finansial.

Jika kamu belum mulai membuat perencanaan keuangan, segera buat sekarang juga. Tak perlu susah, gunakan cara paling standard saja, yaitu pembagian pos pengeluaran dengan porsi 50-30-20.

Inflasi gaya hidup

Jangan kepalang bahagia jika kamu mengalami kenaikan gaji. Apalagi jika kamu ikut meningkatkan gaya hidupmu.

Dari yang awalnya makan siang di kantin, kini kamu rutin ke restoran. Jika sebelumnya kamu menggunakan transportasi umum untuk mobilisasi, kini kamu harus naik taksi.

Kalau begini, kapan kayanya? Inflasi gaya hidup memang menghantui banyak orang. Sebaiknya hindari hal ini jika kamu mau bebas finansial di masa depan.

Ketika mengalami peningkatan gaji, maka yang harus ikut ditingkatkan adalah jumlah tabungan, bukan gaya hidup.

Tidak bijak dalam berutang

Utang selalu menjadi kambing hitam dalam kemiskinan. Padahal, tak semua utang itu buruk lho.

Utang justru bisa membuatmu lebih ringan dalam membayarkan kebutuhan-kebutuhan. Tapi, kamu juga harus pintar-pintar dalam membedakan mana utang produktif, mana utang konsumtif.

Utang konsumtif adalah utang yang akan utang yang nilainya akan terus berkurang seiring berjalannya waktu. Sedangkan utang produktif adalah utang yang  tujuan peminjamannya adalah untuk mendapatkan manfaat finansial.

Utang konsumtif misalnya utang kartu kredit untuk belanja pakaian mewah. Utang produktif misalnya kredit kepemilikan rumah (KPR) untuk di tinggali atau untuk verifikasi

Tidak berinvestasi

Banyak yang mengira investasi baru bisa dilakukan setelah memiliki banyak uang. Padahal, investasi bisa dilakukan dalam skala kecil sekalipun. Seperti reksadana misalnya, bisa dibeli bahkan seharga Rp100.000.

Semakin lama kamu berinvestasi, semakin lama kamu membangun kekayaan finansial. Untuk itu, segera berinvestasi sedikit apa pun itu.

Pengertian Ilmu Sejarah Menjadi Hal Penting

Setiap orang pasti tahu apa itu sejarah. Sejarah menjadi hal penting yang patut diketahui oleh semua orang. Pengertian sejarah mengacu pada kejadian masa lampau yang kebenarannya dapat dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan yang ditemukan. Secara berkesinambungan, sejarah akan berkaitan dengan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Orang-orang di masa depan akan melihat saat ini sebagai masa lalunya, dan mengenangnya sebagai sejarah. Untuk memahami lebih jauh soal sejarah, simaklah ulasan di bawah ini.

Pengertian Sejarah Menurut Beberapa Ahli

Sejarah berasal dari kata shajarah, syajaratun. Artinya adalah pohon. Maka sejarah ini diartikan sebagai sebuah pertumbuhan, perkembangan dari pohon itu sendiri. Beberapa ahli memberikan definisi yang berbeda-beda terhadap sejarah. Untuk lebih memahami pengertian sejarah , maka berikut ini adalah pengertian sejarah dari beberapa ahli:

1. Aristoteles

Aristoteles mengartikan sejarah sebagai suatu sistem yang mengidentifikasi kejadian dalam bentuk kronologi, yang menjelaskan kronologi dari terjadinya suatu peristiwa. Ia juga menyatakan bahwa sejarah menjadi sesuatu yang terjadi di masa lampau dan dapat dibuktikan dengan adanya catatan-catatan.

2. W.H. Walsh

Sejarah menitikberatkan kepada pencatatan yang memiliki sebuah arti dan penting saja bagi umat manusia. Catatan tersebut dapat meliputi berbagai jenis tindakan serta pengalaman umat manusia pada masa lampau dengan berbagai hal yang penting sehingga menjadi sebuah cerita yang berarti.

3. Patrick Gardiner

Pengertian sejarah menurut tokoh yang satu ini adalah suatu ilmu yang mempelajari dan meneliti tentang apa yang telah diperbuat oleh umat manusia.

4. Herodotus (The Father of History)

Sejarah merupakan satu kajian guna menceritakan sebuah perputaran jatuh bangunnya seorang tokoh, masyarakat, serta peradaban.

5. Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun berpendapat bahwa pengertian sejarah merupakan sebuah catatan mengenai peradaban dunia atau umat manusia, tentang berbagai perubahan yang terjadi pada watak masyarakat tersebut.

6. Muhammad Yamin

Sejarah menurut Muhammad Yamin adalah kajian ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil dari sebuah penelitian. Di mana kejadian di masa lampau dibuktikan secara nyata dengan adanya bukti-bukti yang konkret.

7. Muhammad Hatta

Pengertian sejarah adalah sebagai pemahaman akan peristiwa di masa lalu yang mengandung problematika dinamis. Sejarah menjadi kejadian yang bisa dijadikan sebagai sebuah pembelajaran bagi orang-orang yang hidup di zaman berikutnya.

8. Kuntowijoyo

Kemudian menurut Kuntowijoyo, sejarah diartikan sebagai hal-hal yang menyuguhkan sebuah fakta unik, empiris, ideografis, serta diakonis.

9. Taufik Abdullah

Taufik Abdullah berpendapat bahwa pengertian sejarah adalah tindakan manusia yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu pada masa lalu di tempat tertentu.

10. Rochmawati Wiriatmaja

Sejarah merupakan disiplin ilmu yang menjanjikan kebijaksanaan, kultural, nilai-ilai spritual, etika, serta moral karena kajiannya yang mempunyai sifat memberikan sebuah pedoman kepada keseimbangan hidup, keteladanan dalam keberhasilan dan kegagalan, harmoni dalam nilai-nilai, serta menjadi sebuah cerminan pengalaman kolektif yang dapat menjadi sebuah kompas untuk kehidupan yang akan datang.

11. Drs. Sidi Gazalba

Pengertian Sejarah adalah masa lampau manusia serta seputarnya yang disusun dengan ilmiah dan juga lengkap yang meliputi urutan-urutan fakta masa tersebut dengan penjelasan yang memberi pemahaman tentang apa yang berlaku.

12. Moh. Ali

Sejarah ialah keseluruhan perubahan serta berbagai macam kejadian yang telah terjadi. Sejarah merupakan suatu ilmu yang menyelidiki tentang berbagai perubahan yang benar pernah terjadi pada masa lampau.

13. Ismaun

Pengertian Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari kisah tentang berbagai peristiwa yang benar pernah terjadi atau berlangsung di masa lampau. Sejarah adalah rekaman atau catatan pilihan yang disusun secara teliti mengenai aspek kehidupan manusia pada masa lampau.

Pengertian Sejarah Secara Umum

  • Dari berbagai pengertian sejarah yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sejarah merupakan kejadian atau peristiwa di masa lampau yang memiliki bukti nyata dan dibuktikan dengan berbagai macam penelitian. Sejarah menjadi sesuatu yang bermakna, di mana pengetahuan tentang suatu peristiwa akan lahir darinya, tentang berbagai jenis makhluk hidup yang ada di masa lampau.

Empat Angka Misterius Yang Membuat Ahli Matematika Tercengang

Sepertinya tidak ada yang luar biasa, tetapi angka ini telah membuat ahli matematika dan penggemar angka terpaku sejak tahun 1949.

Mengapa? Coba lihat ini:

  • 1. Pilih angka empat digit, dengan paling tidak dua digit yang berbeda (termasuk nol). Misalnya 1234.
  • 2. Atur angka dari besar ke kecil: 4321.
  • 3. Sekarang atur dari kecil ke besar: 1234.
  • 4. Kurangi angka besar dengan angka yang lebih kecil: 4321 – 1234.
  • 5. Sekarang ulangi langkah 2, 3 dan 4 dengan angka hasil.

Mari lakukan bersama-sama

  • 4321 – 1234 = 3087
  • Atur angka dari besar ke kecil: 8730
  • Atur dari kecil ke besar: 0378
  • Kurangi angka yang lebih besar dengan angka yang lebih kecil: 8730 – 0378 = 8352
  • Ulangi tiga langkah sebelumnya dengan angka hasil.

Jadi sekarang kita menggunakan angka 8352

  • 8532 – 2358 = 6174

Ulangi kembali dengan 6174 – atur digitnya dari kecil ke besar dan besar ke kecil, lalu kurangi

  • 7641 – 1467 = 6174

Seperti Anda lihat sendiri, sekarang tidak ada gunanya melanjutkan – karena Anda selalu mengalami cara dan hasil yang sama: 6174

Anda kemungkinan menganggap ini hanya sebuah kebetulan. Mari kita pakai angka lain secara acak. Bagaimana dengan angka 2005?

  • 5200 – 0025 = 5175
  • 7551 – 1557 = 5994
  • 9954 – 4599 = 5355
  • 5553 – 3555 = 1998
  • 9981 – 1899 = 8082
  • 8820 – 0288 = 8532
  • 8532 – 2358 = 6174
  • 7641 – 1467 = 6174

Jadi angka empat digit manapun yang Anda pilih, begitu Anda mencapai angka 6174, sejak saat itu cara yang sama akan mendapatkan hasil yang sama.

Konstanta Kaprekar

Abakus

Keterangan gambar,Kaprekar menyukai angka dan membuang waktu cukup banyak bermain-main dengan angka.

Anda sekarang sudah mengenal Konstanta Kaprekar.

Ahli matematika India, Dattatreya Ramchandra Kaprekar (1905-1986) senang bermain-main dengan angka, dan karena kegemarannya itulah dia menemukan keindahan angka 6174 yang misterius.

D. R. Kaprekar – yang menyatakan diri sebagai pecandu teori angka – memperkenalkan temuannya kepada dunia di konferensi matematika di kota Madras, India pada tahun 1949.

“Seorang pemabuk ingin terus minum anggur agar tetap mengalami kenikmatan. Inilah yang sama alami dengan angka,” katanya.

Kaprekar kuliah di University of Mumbai, dan bekerja sebagai guru sekolah di kota kecil Devlali, India di pegunungan utara Mumbai.

Meskipun temuannya diejek atau diremehkan ahli matematika India – yang menganggap pekerjaannya tidak penting dan tidak relevan – Kaprekar adalah seorang penulis yang produktif, terutama pada terbitan ilmiah.

Dia juga sering kali diundang untuk menghadiri konferensi atau berbicara di sekolah dan universitas guna membicarakan metodenya yang aneh dan pengamatan angka yang menarik.

Siapa yang terbukti benar?

Simbol matematika

Keterangan gambar,Hasil kerja Kaprekar terkenal di dunia.

Perlahan-lahan, ide Kaprekar mulai mendapat dukungan di India dan di dunia – pada tahun 1970-an, pengarang populer dan ahli matematika Amerika, Martin Gardner menulis artikel tentang Kaprekar di majalah ilmiah populer Scientific America.

Sekarang Kaprekar dan temuannya diakui dan dikaji ahli matematika dunia, terutama yang memang suka bermain-main angka.

Yutaka Nishiyama, guru di Osaka University of Economics, mengatakan “Angka 6174 adalah benar-benar angka misterius”.

Lewat sebuah tulisan pada majalah di internet +plus, Nishiyama menjelaskan bagaimana ia “menggunakan komputer untuk memeriksa apakah semua angka digit mencapai angka 6174 pada sejumlah langkah terbatas”.

Temuannya? Setiap empat angka digit, dimana digit-nya tidak sama, mencapai angka 6174berdasarkan proses Kaprekar pada, paling banyak, tujuh langkah.

“Jika Anda tidak mencapai angka 6174 setelah menggunakan cara Kaprekar sebanyak tujuh kali, maka Anda melakukan kesalahan perhitungan dan harus mengulanginya!” kata Nishiyama.

6174 dalam berbagai warna

Scigram Technologies Foundation adalah sebuah perusahaan India yang bermarkas di selatan Mumbai dan telah mengembangkan “platform pembelajaran TI” bagi sekolah di desa-desa.

Mereka memutuskan untuk bermain-main dengan angka 6174.

Pendirinya Girish Arabale mengatakan kepada BBC bahwa dirinya selalu tertarik memotivasi anak-anak, terutama yang tidak suka matematika.

“Konstanta Kaprekar adalah suatu keindahan,” kata Arabale. “Ketika kita mengikuti langkah-langkahnya, kita mengalami saat-saat yang indah. Ini bukanlah sesuatu yang sering terjadi saat mempelajari kurikulum matematika tradisional.”

Tim Arabale memutuskan menggunakan kode-warna jumlah langkah untuk mencapai 6174 – dengan kesadaran bahwa tidak pernah lebih dari tujuh operasi untuk mencapai angka “ajaib”.

6174
Keterangan gambar,Putih adalah warna saat belum melakukan apapun, kuning untuk langkah pertama …

Ini menjadi dasar kode yang dapat dengan mudah diciptakan kembali pada Raspberry Pi – komputer murah seukuran kartu kredit dan alat yang banyak dipakai dalam pengajaran Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM).

Para murid kemudian dapat menginterpretasikannya dengan menggunakan bahasa Wolfram – bahasa komputasi multi-paradigma umum yang gratis tersedia pada Raspberry Pi – dan menggunakan program bagi setiap 10.000 angka empat digit yang ada.

Proses ini menciptakan pola jumlah langkah yang diperlukan untuk mencapai angka 6174dan mengaturnya pada kisi-kisi warna warni.

Kisi-kisi warna -warni

Keterangan gambar,Anda melihat sebuah pola?

Begitu Anda memulai proses membuat kode…apa yang Anda lihat jika membuat angka ganjil berwarna biru dan angka genap dalam warna hijau?

Pola hijau dan biru

Keterangan gambar,Sekarang bandingkan polanya: disini angka ganjil berwarna biru dan angka genap berwarna hijau.

Dan jika Anda membuat bilangan prima dalam warna hijau dan sisanya berwarna biru? Apakah polanya berubah secara signifikan?

Pola bilangan prima

Keterangan gambar,Bilangan prima berwarna hijau, sisanya biru.

Mengenal Kesenian dan Kebudayaan Madura

Berbicara mengenai masalah kebudayaan di Indonesia sangatlah banyak. Kebudayaan yang ada di Indonesia berbagai ragam budaya dari sabang sampai merauke, dari sekian banyak salah satu budaya yang ada di Indonesia adalah kebudayaan Madura. Dalam pembahasan artikel ini, akan menceritakan kebudayaan Madura yang memiliki beragam kesenian. Kebudayaan madura ini setiap keseniannya memiliki unsur yang sangat bernilai. Sebelum kita membahas keseluruhannya dimanakah letak pulau Madura ini ? madura merupakan pulau kecil yang terletak di sebelah jawa timur, yang memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang sudah sejak lama. Nah bagaimana sejarah kebudayaan madura ini ?  Asal muasal konon, perjalanan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama di madura pada abad 13. dalam kitab negara kertagama terutama pada tambang 15, mengatakan bahwa Pulau Madura semula bersatu dengan tanah Jawa, ini menunjukkan bahwa pada tahun 1365an orang Madura dan orang Jawa merupakan bagian dari komonitas budaya yang sama. Sekitar tahun 900-1500, pulau ini berada dibawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa Timur seperti Kediri, Singhasari dan Majapahit. Diantara tahun 1500 dan 1624, para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung pada kerajaan – kerajaan Islam di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik dan Surabaya. Pada Tahun 1624, Madura ditaklukkan oleh Mataram. sesudah itu, pada paruh pertama abad kedelapan belas Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (mulai 1882), mula – mula oleh VOC, kemudian oleh pemerintah Hindia – Belanda. Pada saat pembagian provinsi pada tahun 1920-an, Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur. Sejarah mencatat Aria Wiraraja adalah Adipati Pertama di Madura, diangkat oleh Raja Kartanegara dari singosari, tanggal 31 Oktober 1269. Pemerintahannya berpusat di Batuputih Sumenep, merupakan keraton pertama di Madura. Pengangkatan Aria Wiraraja sebagai Adipati pada waktu itu, diduga berlangsung dengan upacara kebesaran kerajaan Singosari yang dibawa ke Madura. Di Batuputih yang kini menjadi sebuah Kecamatan kurang lebih 18 Km dari Kota Sumenep, terdapat peninggalan – peninggalan keraton Batuputih, antara lain berupa tarian rakyat, tari Gambuh dan tari Satria. Kebudayaan apa saja yang dimiliki oleh masyarakat Madura : Rumah Adat Rumah Adat yang dimiliki oleh masyarakat Madura adalah halaman panjang yang biasa disebut Tanian Lanjang  yang membuktikan kekerabatan masyarakat madura. Rumah adat madura ini memiliki satu pintu didepan rumah, agar pemilik rumah dapat mengontrol aktifitas keluar masuk keluarga. Pintu yang dihiasi ukir – ukiran asli madura. dengan warna hijau dan merah yang memiliki lambang kesetiaan dan perjuangan.

Bahasa Madura Bahasa Madura yang mempunyai bahasa yang unik. Begitu uniknya sehingga orang luar Madura yang ingin mempelajarinya mengalami kesulitan, khususnya dari segi pelafalannya. Bahasa Madura sama seperti bahasa – bahasa di kawasan Jawa dan Bali, kemudian mengenal Tingkat – tingkatan, namun agak berbeda karena hanya terbagi atas tingkatan yakni :

  • Ja’ – iya (sama dengan ngoko)
  • Engghi – Enthen (sama dengan Madya)
  • Engghi – Bunthen (sama dengan Krama)

 

Senjata Tradisional Madura Senjata yang dimiliki oleh masyarakat Madura bernama Clurit, bentuknya melengkung seperti arit, mata clurit sangat runcing dan tajam. Gagangnya terbuat dari kayu atau logam.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,

 

Pakaian Adat Madura Pakaian adat masyarakat Madura untuk Pria identik dengan motif garis horizontal yang biasanya berwarna merah putih dan memakai ikat kepala. Lebih terlihat gagah lagi bila mereka membawa senjata tradisional yang berupa clurit. Dan untuk wanita, biasanya hanya menggunakan bawahan batik khas Madura dan mengenakan kebaya yang lebih simple.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,

 

Musik Saronen Musik Saronen ini berasal dari Masyarakat Sumenep. Jika di Madura mengadakan kesenian, musik saronen inilah yang akan mengiringinya. Musik saronen merupakan perpaduan dari beberapa alat musik, tetapi yang paling dominan adalah alat musik tiup berupa kerucut. Nah ini lah alat musik tiup yang disebut dengan saronen.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,

 

Karapan Sapi Karapan Sapi  inilah budaya Madura yang sangat terkenal. Kesenian ini diperkenalkan pada abad ke-15 (1561 M) pada masa pemerintahan Pangeran Katandur di daerah Keratin Sumenep. Kerapan sapi ini merupakan lomba memacu sapi paling cepat sampai tujuan. Bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat untuk bekerja dan meningkatkan produksi ternak sapinya

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum

Halodunia – Ada banyak alasan mengapa dokumen rahasia yang menyimpan misteri itu tidak boleh sebarangan diungkap. Berikut dokumen-dokumen rahasia di dunia tersebut.

1. Dokumen Rekaman Martin Luther King

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh

Tertutup hingga 2027
Martin Luther King, Jr adalah penerima Nobel, pendeta baptis, dan aktivis HAM Afrika-Amerika. Ralph Abernathy adalah kolega dekat King dalam gerakan hak-hak sipil. Dalam otobiografinya berjudul Dan Walls Came Tumbling Down, Ralp menyebutkan King adalah seorang mata keranjang.

Ia juga menulis tentang rekaman Surveillance: “Aku ingat khususnya saat tinggal di Hotel Willard di Washington, di mana mereka tidak hanya menyimpan dalam audio, tetapi juga peralatan video. Kemudian, setelah mengumpulkan cukup dari ‘bukti’ yang akan berguna, mereka mulai mendistribusikan pada wartawan, ahli hukum,”ungkapnya. 

2. Dokumen Tenggelamnya Kapal RMS Lancastria

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Tertutup hingga 2040

Pada Juni 1940, kapal Lancastria mengevakuasi pasukan Inggris dan pengungsi sipil, termasuk perempuan dan anak-anak dari Prancis. Pada pukul 06.00, Kapten Rudolf Sharp menerima perintah mengevakuasi pasukan dan pengungsi sebanyak mungkin, dan mengabaikan hukum internasional tentang batas penumpang.

Saat makan siang, di atas geladak penuh sesak dengan penumpang antara 6.000 sampai 9.000 pasukan dan pengungsi, tetapi tidak menawarkan kapal pendamping. Pada 03:48, pesawat pembom Jerman menjatuhkan empat bom yang merobek Lancastria.

Dalam waktu 20 menit, kapal pun tenggelam, dengan 4.000 korban. Dokumen laporan resmi insiden mengerikan itu disegel selama 100 tahun di bawah Undang-Undang Rahasia Resmi.

3. Dokumen Surat Dr David Kelly

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Tertutup hingga 2073

Dokumen surat Dr David Kelly menceritakan drama politik Inggris seputar laporan intelijen yang membongkar kejahatan pemerintahan PM Tony Blair dalam kaitan Perang Irak, yang berujung pada kematian Dr Kelly pada usia 59 tahun.

4. Dokumen Rekaman Pembunuhan Kennedy 

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Tertutup hingga 2017

Pembunuhan John F. Kennedy, presiden ke-35 Amerika Serikat, terjadi pada Jumat, 22 November 1963 di Dallas, Texas . Kennedy tewas akibat ditembak saat dirinya berada di mobil bersama istrinya Jacqueline Bouvier Kennedy.

Investigasi 10 bulan oleh Komisi Warren tahun 1963–1964, United States House Select Committee on Assassinations (HSCA) tahun 1976–1979, dan investigasi pemerintahan lainnya menyimpulkan bahwa Kennedy dibunuh oleh Lee Harvey Oswald.

5. Dokumen Rekaman Mata Hari

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Dibuka pada 1985

Mata Hari adalah nama panggung penari eksotis Belanda yang dikenal juga sebagai mata-mata ganda, Gertrud Margarete Zelle. Karena profesinya, ia memiliki banyak asosiasi lintas batas. Karena aktivitasnya yang dicurigai sebagai agen spionase, Mata Hari ditangkap.

Pada 15 Oktober 1917 di usia 41, Mata Hari dieksekusi meski dia bersikeras tidak bersalah. Jaksa penuntut Prancis ingin persidangan dilakukan secara rahasia dan catatan harus disegel selama 100 tahun.

Namun, pada 1985, penulis biografi Russell Warren meyakinkan Menteri Pertahanan Nasional Prancis untuk membuka file kasus yang disegel tiga puluh dua tahun lebih awal. Menurut pendapat banyak ahli, Mata Hari tidak bersalah atas dakwaan yang dijatuhkan padanya.

6. Dokumen File UFO Rahasia Prancis

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Dibuka pada 2007

Pada 2007, Pusat Studi Luar Angkasa Nasional Prancis menyediakan lebih dari 1000 file kasus UFO yang telah diteliti oleh pemerintah Prancis selama lebih dari 50 tahun. Arsip-arsip itu tersedia di situs Internetnya untuk dilihat di seluruh dunia.

Jacques Patenet, yang mengepalai Kelompok untuk Studi Fenomena Aerospace mengatakan “data yang kami rilis tidak menunjukkan keberadaan makhluk luar angkasa, tetapi juga tidak menunjukkan ketidakmungkinan kehadiran seperti itu”. Pemerintah Prancis merupakan pihak yang pertama merilis informasi jenis ini kepada publik. Pemerintah Inggris Raya kemudian diikuti dengan merilis file-file mereka pada 2008.