15 Penanggalan Jawa Di Laut Kenjeran,Padepokan Jagad Pintu Pensucian Mandi Malam Bersama

Kegiatan malam 15 penanggalan tanggal Jawa. Kelompok atau keluarga besar AT – THOLAAQ padepokan Jagad Pitu yang bermarkas di Surabaya mengadakan pensucian mandi bersama anggota dari dalam dan luar kota di laut Nambangan Kenjeran Surabaya dekat petilasan Eyang Sumbo.

kegiatan ini dilakukan setiap tahun di malam 15 tanggal Jawa pas di malam Bulan Purnama, Padepokan Jagad Pitu yang di ketuai oleh Saudara Jaka Santoso mengatakan, “kegiatan ini dilakukan rutin setiap tahun tepat penanggalan Bulan tanggal 15 Jawa, tujuannya supaya anggota lebih mendalam memaknai arti hidup khususnya supaya mensyukuri apa yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia khususnya kepada setiap anggota untuk selalu hidup berdampingan dengan alam dan manusia berserta makhluk hidup lainnya, Katanya.

Semoga kegiatan pensucian mandi bersama di laut Nambangan Kenjeran Rabu 2/9/2020 sekitar jam 23.30 sampai 24.00 para anggota padepokan Jagad Pitu serta masyarakat di jauhi dari segala musibah dan selalu di beri kesehatan.

Andrew Robertson: Jangan Biarkan Lionel Messi Mendekat ke Premier League!

Ada banyak orang yang menantikan kedatangan Lionel Messi di Premier League. Namun tidak demikian dengan penggawa Liverpool, Andrew Robertson.

Seperti yang diketahui, Messi sedang berada di ambang pintu keluar Barcelona. Ia telah mengutarakan niatnya hengkang dari Camp Nou melalui sebuah faks yang dikirim ke markas klub berjuluk Blaugrana tersebut.

Messi masih bergelut dengan manajemen klub yang terus bersikeras mempertahankannya. Seiring waktu berjalan, pemain berusia 33 tahun itu berulang kali dikaitkan dengan klub raksasa Inggris, Manchester City.

Menampung Messi bukanlah perkara yang mudah mengingat gajinya setinggi langit. Itulah mengapa Manchester City kerap disebut sebagai klub destinasinya – mereka punya kekuatan finansial untuk membiarkan Messi meliuk-liuk di lapangan.

Upacara Rokat atau Petik Laut

Tradisi Rokat atau petik laut juga sering disebut dengan Rokat Tase. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas karunia serta nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, tradisi ini juga dipercaya dapat memberikan keselamatan serta kelancaran rezeki.

Tradisi Rokat, biasanya dimulai dengan acara pembacaan istighosah dan tahlil bersama masyarakat yang dipimpin oleh pemuka agama setempat. Setelah itu masyarakat menghanyutkan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Isi dari sesaji itu adalah ketan-ketan yang berwarna-warni, tumpeng, ikan-ikan, dan lain sebagainya.

 

Tradisi Unik Suku Madura yang Masih Dilestarikan

Sebagai negara kepulauan, Indonesia terdiri dari berbagi macam suku. Suku-suku ini sudah ada sejak zaman dahulu dan sebagian besar masih mempertahankan ciri khas dari sukunya. Salah satu suku di Indonesia adalah suku Madura.

Suku madura merupakan suku yang berada di wilayah Madura, Jawa Timur dan masih ada hingga saat ini. Suku ini memiliki berbagai macam tradisi unik yang keberadaanya masih lestari. Tradisi unik ini seringkali menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Madura.

Tradisi ini merupakan warisan para pendahulu dari Suku Madura. Selain itu, tradisi Suku Madura sudah melekat di kehidupan masyarakat Madura seakan tidak dapat dipisahkan.

Memang sudah seharusnya, sebagai generasi penerus harus tetap menjaga kelestarian tradisi warisan leluhur yang begitu unik. Berikut beberapa tradisi unik Suku Madura yang keberadaanya masih lestari, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber

Adat Seni dan Budaya Papua,Alat Musik Tradisional Tifa

Seni dan budaya papua_ Papua dulu bernama Irian Jaya pulau paling timur wilayah negara Indonesia. Sebagai pulau yang juga terkenal akan kekayaan hasil buminya, masyarakat pulau Papua pun juga memiliki kekayaan dalamragam seni dan budaya,.
Mari kita bersama-sama menengok ragam adat seni dan budaya yang ada di pulau paling timur Indonesia ini !
Sebagai salah satu seni kebudayaan yang ada di Papua maka tidak ada salahnya kita bisa menyebutnya seni kebudayaan kita juga, walaupun tidak semua para Sahabat Awan yang membaca artikel ini berasal dari pulau Papua. Entah itu dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, atau pulau-pulau lain yang secara pribadi Awan tidak bisa menyebutnya satu persatu.
Dengan alasan apa kita bisa menyebut seni budaya Papua juga merupakan ragam seni dan budaya kita juga ? Jawabannya hanya ada satu, bahwa Papua adalah merupakan salah satu wilayah yang berada dibawah naungan NKRI, dengan falsafah Bhineka Tunggal Ika.
Jadi tidak salah jika kita menyebut ragam seni dan budayaPapua sama saja dengan kita menyebut kekayaanragam seni dan budaya Indonesia, yang perlu kita jaga dan lestarikan keberadaanya.
Tifa merupakan salah satu alat musik pukul yang bentuknya hampir mirip dengan gendang. Alat musik Tifa terbuat dari kayu yang mana pada bagian tengah kayu tersebut dibuat lubang besar yang dibersihkan/dikosngkan. Lalu kemudian ujung salah satu kayu tersebut ditutup dengan mengunakan kulit rusa yang telah dikeringkan terlebih dahulu, dimaksudkan agar alat musik Tifa ini bisa menghasilkan suara yang indah dan bagus.
Alat musik Tifa sering dimainkan sebagai instrumen musik tradisional atau untuk mengiring berbagai tarian tradisional seperti: tarian perang, tarian tradisional Asmat, dan tarian Gatsi.
Selain dari Papua alat musik ini juga berasal dari maluku, jadi antara Papua dan Maluku mempunyai alat musik yang sama. Tapi tidak apa yang penting semuanya adalah kekayaan seni yang ada di nusantara Indonesia ini.
=> Kedua_ Tarian tradisional Papua.
Awanzo Blogs
Sebagai daerah yang kaya akan ragam seni budaya, Papua memiliki beberapa tarian tradisonal yang menjadi ciri khas masyarakat Papua biasa menyebutnya dengan sebutan Yosim Pancar ( Y0SPAN), dalam tari ini terdapap beberapa bentuk gerak tarian diantaranya tari Pacul Tiga, tari Seka, tari Sajojo, tari Balada serta tari Cendrawasih. Tarian tradisional Papua ini sering di mainkan dalam berbagai kesempatan seperti untuk penyambutan tamu terhormat, penyambutan para turis asing yang datang ke Papua serta dimainkan adalah dalam upacara adat.

KH. Hasyim Asy’ari : Guru Para Kiai Pesantren dan Warana Kearifan Nusantara

Dalam buku Kyai Haji Hasyim Asy’ari : Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri Ahmad Baso dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU memberikan sumbangannya dalam tulisan ‘KH. Hasyim Asy’ari : Guru Para Kiai Pesantren dan Warana Kearifan Nusantara’. Adapun tulisan lengkap Ahmad Baso tersebut adalah seperti di bawah ini.

tanpa tuduh mung tapaneki tapa wit puruhita …
tapa tanpa ngelmu itu nora dadi
(Menjalankan praktik-praktik pertapaan dan asketisme namun tanpa bimbingan
yang dipelajari dari seorang guru…
bertapa tanpa ngelmu [ilmu dari sang guru] itu tidak menghasilkan apa-apa…)

—- Serat Cebolek.
KH. Hasyim Asy’ari : Guru Para Kiai Pesantren dan Warana Kearifan Nusantara
Sang Pendidik Karakter Bangsa: Hakikat Pendidikan Pesantren
Hadlratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Pesantren Tebuireng, Jombang, pendiri Nahdlatul Ulama, adalah guru paripurna. Ribuan santri beliau didik, dan ratusan dari mereka menjadi ulama atau kiai, pendiri pondok pesantren, atau menjadi tokoh-tokoh umat Islam. Ini belum termasuk santri-santrinya yang terbilang mustami’ (pendengar setia sang guru), ngaji sekilas kepada beliau, jejer pandito dalam waktu singkat atau yang hanya sekedar minta doa dan obat kepada beliau.

Bagaimana beliau mendidik santri-santrinya? Rasa cinta, tanpa membeda-bedakan. Saking cintanya itu pada santri-santrinya, di hari-hari menjelang wafatnya (pada 7 Ramadhan 1336 H/ 26 Juli 1947), yang diingat beliau hanya seorang santri mustami’ yang disayanginya, Bung Tomo, tokoh pahlawan nasional 10 November 1945. Waktu itu sedang terjadi agresi militer Belanda yang pertama ke daerah Jawa Timur, hingga masuk ke kota Malang, tempat Bung Tomo membangun basis bersama para anggota TNI dan laskar rakyat. Jatuhnya kota Malang dalam agresi tanggal 23 Juli itu membuat Hadlratusysyekh shock, lalu jatuh sakit, hingga ajal menjemput.

Diceritakan pula: suatu hari seorang anak bos pabrik gula Cukir, Jombang, keturunan Belanda, jatuh sakit. Berbagai cara dilakukan, dokter juga sudah gonta-ganti, tapi semuanya tidak membantu. Akhirnya beliau mendatangi anak tersebut, membacakan doa-doa, dan akhirnya sembuh. Sejak itu sang anak menjadi mustami-nya sang Hadlratusysyekh. Itulah sebabnya mengapa beliau disapa “Hadlratusysyekh”, guru para ulama.

Itu karakter yang beliau tanamkan kepada santri dan masyarakat kita. Dan karakter itu beliau pelajari sejak muda, sebagai santri, di beberapa pesantren. Beliau pernah nyantri dan berguru pada seorang ulama kharismatik kenamaan, Syaikhuna Cholil Bangkalan, Madura (wafat 1924). Di masa- masa awal nyantri, kakek Gus Dur ini hanya disuruh angkat air dan mengisi tempayan atau kolam pondok untuk wudhu dan cuci kaki para santri dan jamaah. Akibatnya, banyak waktunya habis untuk mengambil air dan bukan ngaji kitab. Tapi ternyata dengan cara ini sang guru mengajarkan santri kesayangannya itu satu pendidikan karakter untuk belajar mandiri, tekun, ulet, ikhlas, rajin bekerja dan juga untuk menghargai sumber-sumber air sebagai kekayaan alam yang diberikan Tuhan ini, serta memanfaatkannya untuk sebesar-besar kemaslahatan orang banyak.

Ya, itu pelajaran pokok dalam pesantren: pendidikan karakter kebangsaan. Apa inti pendidikan karakter itu yang dilakoni KH. Hasyim Asy’ari, sekaligus yang diajarkan kepada santri-santri dan mustami’nya?

Pertama, pendidikan karakter pesantren berupaya mengajak bangsa ini untuk mandiri bukan hanya dalam soal ekonomi dan politik. Tapi juga dalam kebudayaan dan kerja- kerja pengetahuan, dalam bidang cultuur seperti dibahasakan Adinegoro dalam Polemik Kebudayaan (dalam debat ini pesantren dibela oleh Dokter Soetomo dan Ki Hajar Dewantoro). Dalam pendidikan seperti ini, anak-anak kita diajarkan bahwa bangsa ini juga punya pengetahuan sendiri, tahu, dan berilmu. Ada kebanggaan tersendiri untuk tahu tentang dirinya sebagai bangsa, punya tradisinya sendiri, dan juga percaya diri bahwa mereka bisa melakukan kerja pengetahuan yang bebas dan mandiri. Acuan pendidikan pesantren adalah dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, yang diperoleh dari masa sejak abad-abad pertama masuknya Islam, dan juga sebagian mengambil inspirasi dari masa Hindu-Budha (seperti lakon-lakon pewayangan) untuk kemudian diolah sesuai dengan jiwa pendidikan pesantren.

Kedua, pendidikan karakter pesantren mengajarkan anak-anak didiknya untuk bergaul dan bersatu di antara sesama anak-anak bangsa se-Nusantara, apapun suku, latar belakang dan agamanya. Mereka diajarkan untuk saling berinteraksi secara harmonis di antara berbagai komunitas bangsa tersebut. Kalau ada perselisihan, mereka diminta untuk berdamai melalui mediasi para ulama pesantren atau yang ditunjuk oleh orang-orang pesantren untuk memerankan fungsi mediasi tersebut. Seperti peran para ulama Mekah di abad 17 yang meminta Banten, Mataram dan Bugis-Makassar untuk bersatu, juga peran Kiai Haji Oemar di Tidore, Maluku, paruh kedua abad 18 yang menyatukan para pelaut Indonesia Timur dari berbagai agama dan suku untuk bersatu menghadapi Inggris dan Belanda.

Ketiga, pengetahuan diabdikan bagi kepentingan dan keselamatan nusa dan bangsa ini. Itu sebabnya pesantren mengajarkan berbagai jenis kebudayaan Nusantara yang akan menjadi alat perekat, pertahanan dan mobilisasi segenap kekuatan bangsa ini.

Keempat, karena pergaulannya yang begitu rapat dengan bangsa-bangsa lain di jalur perdagangan dunia di Samudera Hindia, orang-orang pesantren juga mengajarkan anak-anak bangsa ini cara-cara menghadapi dan bersiasat dengan bangsa- bangsa lain, terutama dengan orang-orang Eropa (kini Amerika) yang berniat menguasai wilayah di Asia Tenggara.

Kelima, orang-orang pesantren juga mengajarkan kepada anak-anak bangsa ini untuk memaksimalkan serta memanfaatkan segenap potensi ekonomi dan sumber daya negeri ini. Itu sebabnya pesantren hadir di dekat sumber-sumber mata air dan sumber-sumber kekayaan alam.

Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, pesantren hadir sebagai kiblat pendidikan keagamaan-kebangsaan bagi bangsa ini. Model yang mereka adopsi adalah pendidikan model para Wali Songo, para ulama-waliyullah penyebar agama Islam di Tanah Jawa hingga ke Nusantara.

Tradisi Wali Songo yang kini terpelihara adalah penghargaan terhadap leluhur, para ulama, para pejuang yang berjuang untuk bangsa ini serta para pendahulu yang berjasa. Itu dicontohkan oleh Sunan Kalijaga ketika berziarah ke Pamantingan (tirakat dateng ing Pamantingan) sebelum ikut bersama dengan para Wali lainnya membangun Mesjid Demak. Sunan Kalijaga dikenal sebagai tipe santri kelana, “muballigh keliling”, yang akrab dengan tradisi-tradisi pra-Islam, dan, seperti ditulis KH. Saifuddin Zuhri, kerap “mengunjungi tempat- tempat bersejarah”.

Perjuangan Wali Songo ini dilanjutkan oleh kalangan pesantren dalam membantu anak-anak bangsa ini memelihara segenap memori kolektif bangsa ini dari masa lalu tentang kejayaannya, tentang segenap pengalamannya berhadapan dengan bangsa-bangsa asing, hingga membantu mereka mengingat kembali perjuangan orang-orang yang berkorban untuk bangsa dan tanah air ini. Mekanisme untuk itu dilakukan dengan memelihara sejumlah tradisi, ritual, upacara dan segenap praktik-praktik keagamaan, kesenian dan berkebudayaan. Seperti tradisi ziarah makam, penghormatan terhadap petilasan tokoh- tokoh penyebarIslam pertama atau nenek moyang pembuka desa pertama. Praktik-praktik ini menghubungkan satu generasi ke generasi berikutnya, dari satu komunitas ke komunitas lainnya, sehingga solidaritas berbangsa, persatuan dan kebersamaan di antara komponen bangsa ini, ikut terjaga.

Selain itu, tradisi-tradisi ini juga dipelihara oleh pesantren melalui mekanisme penghormatan dan perlindungan terhadap tanah, air, laut, hutan, gunung dan sumber-sumber daya alam yang dimiliki Nusantara ini. Keberadaan makam-makam keramat di dekat mata air, di hutan, di gunung, semuanya dirawat oleh orang-orang pesantren untuk kepentingan menjaga kesinambungan sumber-sumber air bagi kehidupan umat manusia. Demikian pula tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat (dalam bahasa awam, “angker”, “ada penghuninya”), juga dipelihara oleh pesantren karena keterkaitan historis tempat-tempat tersebut dengan sejumlah jejak para tokoh ulama atau wali. Tempat-tempat keramat seperti makam atau petilasan sejumlah pendakwah Islam pertama, pembuka desa pertama,atau jejak kehadiran pesantren awal, menjadi obyek ziarah kaum santri dan komunitasnya yang selalu dijaga.

Mengapa pesantren mengajarkan pendidikan semacam ini? Ya, karena segenap kekayaan alam yang berhimpun di dekat tempat-tempat keramat tersebut menjadi bagian dari ketahanan ekonomi-kultural masyarakat, tanpa dikavling-kavling, diliberalisasi, atau diswastanisasi untuk kepentingan pemodal atau untuk investasi asing. Karena proses swastanisasi itu akan berdampak merugikan hajat hidup sebagian besar bangsa ini. Di sana akan terjadi proses pemiskinan masyarakat di sekitar proyek-proyek liberalisasi-swastanisasi tersebut. Masyarakat desa turun pangkat dari pemilik lahan atau tuan di atas tanahnya sendiri, menjadi buruh atau kuli. Sementara orang-orang pesantren juga dipinggirkan melalui proses modernisasi dan puritanisasi beragama orang-orang sekitar pesantren. Mereka kemudian tidak lagi percaya kepada pesantren yang dianggapnya sebagai sarang takhayul dan khurafat.

Hal ini yang dikhawatirkan oleh Dokter Soetomo, salah seorang pendiri organisasi kebangsaan, Boedi Oetomo, ketika anak-anak bangsa kita masuk sekolah modern dan meninggalkan hakikat pembelajaran di pesantren, karena mereka berakhir hanya menjadi buruh atau kuli, tanpa dibekali beban-beban kemandirian dan kemerdekaan dalam mengupayakan hidup dan kelestarian kekayaan Bumi Pertiwi ini. Terutama untuk mengisi idealisme kaum pergerakan di masa itu untuk menimba banyak hal dari sistem pesantren.2 Selain untuk mengisi ideologi kebangsaan kita, juga untuk memperkuat “keboedajaan kita [yang] tidak atau sedikit sekali diperhatikan [dalam sistem sekolah Barat]”.

Soetomo menyebut sejumlah karakter yang hidup pada sistem pesantren, sehingga layak mengisi ideologi kebangsaan- keindonesiaan tersebut. Karakter pertama, “pengetahoean pada muntkoerid-moeridnja”; Karakter kedua, “memberi ala-alat goena berdjoeang di doenia ini”; Karakter ketiga, “pendidikan jang bersemangat kebangsa’an, tjinta kasih pada Noesa dan Bangsa choesoesnya, dan pada doenia dan sesama oematnja oemoemnja”; Karakter keempat, “moerid-moerid akan menjediakan diri oentoek menoendjang keperloean oemoem”; Karakter kelima, “kekoeatan batin dididik; ketjerdasan roh diperhatikan dengan sesoenggoeh-soenggoehnja, sehingga pengetahoean jang diterima olehnja itoe akan dapat dipergoenakan dan disediakan oentoek melajani keperloean oemoem teroetamanja”.

Kelima karakter inilah yang kemudian menjelaskan mengapa pesantren menjadi kiblat kalangan nasionalis untuk mengukuhkan posisi pesantren sebagai pusat pendidikan kebangsaan. Hingga Soekarno pun ikut berguru di satu pesantren di Sukanegara, Cianjur selatan, di dekade 1940-an. Dan bukan pula kebetulan, kalau guru Soekarno ini, KH. Ahmad Basari atau dikenal Kiai Sukanegara, adalah santri KH. Hasyim Asy’ari. (Lihat buku saya, Pesantren Studies 2A).

Pendidikan Pesantren untuk Kemaslahatan Bangsa: Pelajaran tentang Kearifan Nusantara
Ada satu lagi jenis pendidikan karakter yang dibangun KH. Hasyim Asy’ari dari pesantren. Yakni pendidikan untuk kemaslahatan bangsa. Ini terlihat dari cara beliau dan ulama kita lainnya di pesantren mengutip dan mengembangkan ucapan Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin: ulama itu harus faqih atau paham lebih mendalam tentang kemaslahatan umat manusia (faqihun fi mashalihi-l-khalqi).

Mengapa pendidikan kemaslahatan? Di sini peran KH. Hasyim Asy’ari sebagai “warana” (penjaga, pelindung) kearifan ke-Nusantara-an kita. Seperti halnya warana yang menjaga dan melindungi sebuah keris.

Banyak orang sering mengeluh soal karakter peradaban Arab sebagai kumpulan biji-biji pasir yang kian tinggi dan beranak-pinak, tapi kehilangan daya perekat, semen atau lemnya. Mereka ibarat hidup dalam kultur “pulau-pulau pemikiran” atau bangsa-bangsa “biji-biji pasir”. Akibatnya nalar mereka jadi jumud, hidup nafsi nafsi, suka konflik, dan bunuh-bunuhan, meski sama sama ngaji Quran dan Hadis. Karena itu ide maslahat penting diangkat kembali dalam konteks kekinian umat Islam agar terbangun satu peradaban baru berbasis harmoni dan suasana guyub antar berbagai elemen bangsa Arab dan Muslim itu.

Itulah sebabnya ulama kita mengangkat wacana ke- Nusantara-an dalam kajian keislaman global. Hingga Sunan Giri menyebutnya “Din Arab Jawi” atau Islam Nusantara.3 Dalam wacana jenius ini, ke-Nusantara-an ditampilkan sebagai daya perekat, semen atau lem bagi kultur “pulau-pulau pemikiran” atau bangsa-bangsa “biji-biji pasir” itu.

Bicara kemaslahatan berarti bicara tentang kondisi dan realitas kekinian umat yang nyambung dengan tradisinya, dengan kebudayaan masyarakatnya. Ini untuk mengenal lebih jauh kepentingan kemanusiaan mereka di dunia ini sebagai bekal menuju akhirat. Bukan sebaliknya membuat mereka terperosok ke masa lalu, hingga tidak bisa bangkit lagi. Selanjutnya, dari sana kita membangun solusi untuk persoalan-persoalan masa kini dan masa depan kita.

Wawasan ulama-ulama Nusantara tentang maslahat dimulai sejak awal pengislaman dari abad 13. Mereka mengembangkan satu metodologi yang menjaga kesatuan ontologis dan epistemologis “satu badan, satu jiwa” ke- Nusantara-an sebagai basis dan sumber ilmu. Ke-Nusantara- an diibaratkan sebagai wadah yang “berberkah” tempat “Islam tumbuh dan bangkit kembali” (“seger maning manah iki”, seperti disebut dalam Serat Carub Kandha dari Cirebon tentang proses Islamisasi Nusantara di tangan Syekh Jumadil Kubro dan putranya, Syekh Ibrahim Asmorokandi, abad 14).

“Kenali dirimu hai anak alim … dengan dirimu yogya kau qaim (berdiri tegak)”, demikian penegasan sastrawan sufi Hamzah Fansuri dari Aceh awal abad 16, tentang menjaga kesatuan ontologis dan epistemologis “satu badan, satu jiwa” ke-Nusantara-an itu.

Wawasan kemaslahatan Nusantara ini muncul ketika keislaman dihadirkan untuk memperkuat ke-Nusantara-an kita, meskipun ada yang bukan Muslim. Seperti halnya Imam al-Ghazali menggali etika keadilan normatif dari akar Persia yang non-Muslim (seperti etika keadilan Raja Anusyarwan atau Khusraw I, 531-570). Di tangan para Wali dan ulama kita, Islam hadir memperkuat dinamisme dan potensi kekuatan kultural peradaban dan kebudayaan kita.

Maksudnya di sini: kalau para Wali Songo hingga Hadlratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, merumuskan patokan cara beragama dan bertradisi Islam Nusantara pada empat mazhab (dalam fiqih), dua mazhab (dalam tauhid dan kalam), dan dua mazhab (dalam tasawuf), maka hal itu bisa kita angkat sebagai satu titik masuk “mencari satu tahapan puncak kemajuan yang dilalui tradisi kita”, sebagaimana yang dikenal dalam kedelapan mazhab itu.

Itu ditunjukkan misalnya para ulama Nusantara kita dulu yang mengangkat Imam al-Ghazali sebagai “puncak kemajuan” dalam tradisi Asy-ariyah, Syafi’iyah, dan tradisi tasawuf Sunni. Karya-karya ulama-pembaru ini banyak menjadi andalan bagi para ulama dalam mengukuhkan Islam Nusantara sebagai kiblat baru untuk peradaban dunia. Dari puncak pemikiran al-Ghazali inilah para ulama Nusantara bisa berkreatif dengan bebas dalam menghadapi tantangan zaman dengan menjadikan Nusantara sebagai pusat keunggulan Islam untuk kampanye Islam rahmatan lil’alamin (Lihat dalam buku saya, Islam Nusantara, jilid 1).

Coba perhatikan satu pandangan Sunan Giri ini yang dikemukakan dalam musyawarah para Wali Songo di Mesjid Demak akhir abad 15: “Dhewe-dhewe tekatira, nanding nora sulaya … kumpul bae maksudira” (masing-masing punya pendapatnya sendiri-sendiri, tapi tidak bercerai, semua pendapat mereka itu sama-sama bertemu dalam maksud dan tujuannya).4 Pandangan Sunan Giri ini tidak lepas dari cara ulama Nusantara kita memahami dan menafsirkan pandangan Imam al-Ghazali di atas: “faqih fi mashalihi-l-khalqi”, ulama yang paham dan mengerti betul kemaslahatan umat manusia. Sekaligus memberi karakter kebudayaan dan peradaban kita bagi penguatan Islam sebagai rahmat untuk alam ini.

Kemaslahatan itu hanya muncul kalau orang bersatu, guyub, mengedepankan titik-temu, dan suka berkumpul – termasuk makan-makan! Ingat tradisi kompolan di Madura, kendurenan dan cangkrukan di Jawa, atau tudang sipulung di Sulawesi. Hakikat “kumpul bae maksudira” ini kemudian dilembagakan oleh para Wali ke dalam bahasa “hukum adat” sebagai salah satu pilar dari empat pilar hukum Islam Nusantara: hukum akal, hukum syara’, hukum adat, dan hukum fa’al (yurisprudensi). Kalau hukum syara misalnya mengajarkan ajaran-ajaran normatif agama, maka hukum adat mengajarkan bagaimana hukum agama itu dilaksanakan dalam suasana guyub dan gotong-royong. Muncullah ijtihad halal bihalal, misalnya, seperti dikenal kini. Di sini ajaran tekstual agama, Quran dan Hadis, tidak dipertentangkan dengan adat, tapi dicari titik-temu dan penguatannya masing-masing.

Pengertian Ilmu Sejarah Menjadi Hal Penting

Setiap orang pasti tahu apa itu sejarah. Sejarah menjadi hal penting yang patut diketahui oleh semua orang. Pengertian sejarah mengacu pada kejadian masa lampau yang kebenarannya dapat dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan yang ditemukan. Secara berkesinambungan, sejarah akan berkaitan dengan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Orang-orang di masa depan akan melihat saat ini sebagai masa lalunya, dan mengenangnya sebagai sejarah. Untuk memahami lebih jauh soal sejarah, simaklah ulasan di bawah ini.

Pengertian Sejarah Menurut Beberapa Ahli

Sejarah berasal dari kata shajarah, syajaratun. Artinya adalah pohon. Maka sejarah ini diartikan sebagai sebuah pertumbuhan, perkembangan dari pohon itu sendiri. Beberapa ahli memberikan definisi yang berbeda-beda terhadap sejarah. Untuk lebih memahami pengertian sejarah , maka berikut ini adalah pengertian sejarah dari beberapa ahli:

1. Aristoteles

Aristoteles mengartikan sejarah sebagai suatu sistem yang mengidentifikasi kejadian dalam bentuk kronologi, yang menjelaskan kronologi dari terjadinya suatu peristiwa. Ia juga menyatakan bahwa sejarah menjadi sesuatu yang terjadi di masa lampau dan dapat dibuktikan dengan adanya catatan-catatan.

2. W.H. Walsh

Sejarah menitikberatkan kepada pencatatan yang memiliki sebuah arti dan penting saja bagi umat manusia. Catatan tersebut dapat meliputi berbagai jenis tindakan serta pengalaman umat manusia pada masa lampau dengan berbagai hal yang penting sehingga menjadi sebuah cerita yang berarti.

3. Patrick Gardiner

Pengertian sejarah menurut tokoh yang satu ini adalah suatu ilmu yang mempelajari dan meneliti tentang apa yang telah diperbuat oleh umat manusia.

4. Herodotus (The Father of History)

Sejarah merupakan satu kajian guna menceritakan sebuah perputaran jatuh bangunnya seorang tokoh, masyarakat, serta peradaban.

5. Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun berpendapat bahwa pengertian sejarah merupakan sebuah catatan mengenai peradaban dunia atau umat manusia, tentang berbagai perubahan yang terjadi pada watak masyarakat tersebut.

6. Muhammad Yamin

Sejarah menurut Muhammad Yamin adalah kajian ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil dari sebuah penelitian. Di mana kejadian di masa lampau dibuktikan secara nyata dengan adanya bukti-bukti yang konkret.

7. Muhammad Hatta

Pengertian sejarah adalah sebagai pemahaman akan peristiwa di masa lalu yang mengandung problematika dinamis. Sejarah menjadi kejadian yang bisa dijadikan sebagai sebuah pembelajaran bagi orang-orang yang hidup di zaman berikutnya.

8. Kuntowijoyo

Kemudian menurut Kuntowijoyo, sejarah diartikan sebagai hal-hal yang menyuguhkan sebuah fakta unik, empiris, ideografis, serta diakonis.

9. Taufik Abdullah

Taufik Abdullah berpendapat bahwa pengertian sejarah adalah tindakan manusia yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu pada masa lalu di tempat tertentu.

10. Rochmawati Wiriatmaja

Sejarah merupakan disiplin ilmu yang menjanjikan kebijaksanaan, kultural, nilai-ilai spritual, etika, serta moral karena kajiannya yang mempunyai sifat memberikan sebuah pedoman kepada keseimbangan hidup, keteladanan dalam keberhasilan dan kegagalan, harmoni dalam nilai-nilai, serta menjadi sebuah cerminan pengalaman kolektif yang dapat menjadi sebuah kompas untuk kehidupan yang akan datang.

11. Drs. Sidi Gazalba

Pengertian Sejarah adalah masa lampau manusia serta seputarnya yang disusun dengan ilmiah dan juga lengkap yang meliputi urutan-urutan fakta masa tersebut dengan penjelasan yang memberi pemahaman tentang apa yang berlaku.

12. Moh. Ali

Sejarah ialah keseluruhan perubahan serta berbagai macam kejadian yang telah terjadi. Sejarah merupakan suatu ilmu yang menyelidiki tentang berbagai perubahan yang benar pernah terjadi pada masa lampau.

13. Ismaun

Pengertian Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari kisah tentang berbagai peristiwa yang benar pernah terjadi atau berlangsung di masa lampau. Sejarah adalah rekaman atau catatan pilihan yang disusun secara teliti mengenai aspek kehidupan manusia pada masa lampau.

Pengertian Sejarah Secara Umum

  • Dari berbagai pengertian sejarah yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sejarah merupakan kejadian atau peristiwa di masa lampau yang memiliki bukti nyata dan dibuktikan dengan berbagai macam penelitian. Sejarah menjadi sesuatu yang bermakna, di mana pengetahuan tentang suatu peristiwa akan lahir darinya, tentang berbagai jenis makhluk hidup yang ada di masa lampau.

Mengenal Kesenian dan Kebudayaan Madura

Berbicara mengenai masalah kebudayaan di Indonesia sangatlah banyak. Kebudayaan yang ada di Indonesia berbagai ragam budaya dari sabang sampai merauke, dari sekian banyak salah satu budaya yang ada di Indonesia adalah kebudayaan Madura. Dalam pembahasan artikel ini, akan menceritakan kebudayaan Madura yang memiliki beragam kesenian. Kebudayaan madura ini setiap keseniannya memiliki unsur yang sangat bernilai. Sebelum kita membahas keseluruhannya dimanakah letak pulau Madura ini ? madura merupakan pulau kecil yang terletak di sebelah jawa timur, yang memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang sudah sejak lama. Nah bagaimana sejarah kebudayaan madura ini ?  Asal muasal konon, perjalanan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama di madura pada abad 13. dalam kitab negara kertagama terutama pada tambang 15, mengatakan bahwa Pulau Madura semula bersatu dengan tanah Jawa, ini menunjukkan bahwa pada tahun 1365an orang Madura dan orang Jawa merupakan bagian dari komonitas budaya yang sama. Sekitar tahun 900-1500, pulau ini berada dibawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa Timur seperti Kediri, Singhasari dan Majapahit. Diantara tahun 1500 dan 1624, para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung pada kerajaan – kerajaan Islam di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik dan Surabaya. Pada Tahun 1624, Madura ditaklukkan oleh Mataram. sesudah itu, pada paruh pertama abad kedelapan belas Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (mulai 1882), mula – mula oleh VOC, kemudian oleh pemerintah Hindia – Belanda. Pada saat pembagian provinsi pada tahun 1920-an, Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur. Sejarah mencatat Aria Wiraraja adalah Adipati Pertama di Madura, diangkat oleh Raja Kartanegara dari singosari, tanggal 31 Oktober 1269. Pemerintahannya berpusat di Batuputih Sumenep, merupakan keraton pertama di Madura. Pengangkatan Aria Wiraraja sebagai Adipati pada waktu itu, diduga berlangsung dengan upacara kebesaran kerajaan Singosari yang dibawa ke Madura. Di Batuputih yang kini menjadi sebuah Kecamatan kurang lebih 18 Km dari Kota Sumenep, terdapat peninggalan – peninggalan keraton Batuputih, antara lain berupa tarian rakyat, tari Gambuh dan tari Satria. Kebudayaan apa saja yang dimiliki oleh masyarakat Madura : Rumah Adat Rumah Adat yang dimiliki oleh masyarakat Madura adalah halaman panjang yang biasa disebut Tanian Lanjang  yang membuktikan kekerabatan masyarakat madura. Rumah adat madura ini memiliki satu pintu didepan rumah, agar pemilik rumah dapat mengontrol aktifitas keluar masuk keluarga. Pintu yang dihiasi ukir – ukiran asli madura. dengan warna hijau dan merah yang memiliki lambang kesetiaan dan perjuangan.

Bahasa Madura Bahasa Madura yang mempunyai bahasa yang unik. Begitu uniknya sehingga orang luar Madura yang ingin mempelajarinya mengalami kesulitan, khususnya dari segi pelafalannya. Bahasa Madura sama seperti bahasa – bahasa di kawasan Jawa dan Bali, kemudian mengenal Tingkat – tingkatan, namun agak berbeda karena hanya terbagi atas tingkatan yakni :

  • Ja’ – iya (sama dengan ngoko)
  • Engghi – Enthen (sama dengan Madya)
  • Engghi – Bunthen (sama dengan Krama)

 

Senjata Tradisional Madura Senjata yang dimiliki oleh masyarakat Madura bernama Clurit, bentuknya melengkung seperti arit, mata clurit sangat runcing dan tajam. Gagangnya terbuat dari kayu atau logam.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,

 

Pakaian Adat Madura Pakaian adat masyarakat Madura untuk Pria identik dengan motif garis horizontal yang biasanya berwarna merah putih dan memakai ikat kepala. Lebih terlihat gagah lagi bila mereka membawa senjata tradisional yang berupa clurit. Dan untuk wanita, biasanya hanya menggunakan bawahan batik khas Madura dan mengenakan kebaya yang lebih simple.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,

 

Musik Saronen Musik Saronen ini berasal dari Masyarakat Sumenep. Jika di Madura mengadakan kesenian, musik saronen inilah yang akan mengiringinya. Musik saronen merupakan perpaduan dari beberapa alat musik, tetapi yang paling dominan adalah alat musik tiup berupa kerucut. Nah ini lah alat musik tiup yang disebut dengan saronen.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,

 

Karapan Sapi Karapan Sapi  inilah budaya Madura yang sangat terkenal. Kesenian ini diperkenalkan pada abad ke-15 (1561 M) pada masa pemerintahan Pangeran Katandur di daerah Keratin Sumenep. Kerapan sapi ini merupakan lomba memacu sapi paling cepat sampai tujuan. Bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat untuk bekerja dan meningkatkan produksi ternak sapinya

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum

Halodunia – Ada banyak alasan mengapa dokumen rahasia yang menyimpan misteri itu tidak boleh sebarangan diungkap. Berikut dokumen-dokumen rahasia di dunia tersebut.

1. Dokumen Rekaman Martin Luther King

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh

Tertutup hingga 2027
Martin Luther King, Jr adalah penerima Nobel, pendeta baptis, dan aktivis HAM Afrika-Amerika. Ralph Abernathy adalah kolega dekat King dalam gerakan hak-hak sipil. Dalam otobiografinya berjudul Dan Walls Came Tumbling Down, Ralp menyebutkan King adalah seorang mata keranjang.

Ia juga menulis tentang rekaman Surveillance: “Aku ingat khususnya saat tinggal di Hotel Willard di Washington, di mana mereka tidak hanya menyimpan dalam audio, tetapi juga peralatan video. Kemudian, setelah mengumpulkan cukup dari ‘bukti’ yang akan berguna, mereka mulai mendistribusikan pada wartawan, ahli hukum,”ungkapnya. 

2. Dokumen Tenggelamnya Kapal RMS Lancastria

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Tertutup hingga 2040

Pada Juni 1940, kapal Lancastria mengevakuasi pasukan Inggris dan pengungsi sipil, termasuk perempuan dan anak-anak dari Prancis. Pada pukul 06.00, Kapten Rudolf Sharp menerima perintah mengevakuasi pasukan dan pengungsi sebanyak mungkin, dan mengabaikan hukum internasional tentang batas penumpang.

Saat makan siang, di atas geladak penuh sesak dengan penumpang antara 6.000 sampai 9.000 pasukan dan pengungsi, tetapi tidak menawarkan kapal pendamping. Pada 03:48, pesawat pembom Jerman menjatuhkan empat bom yang merobek Lancastria.

Dalam waktu 20 menit, kapal pun tenggelam, dengan 4.000 korban. Dokumen laporan resmi insiden mengerikan itu disegel selama 100 tahun di bawah Undang-Undang Rahasia Resmi.

3. Dokumen Surat Dr David Kelly

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Tertutup hingga 2073

Dokumen surat Dr David Kelly menceritakan drama politik Inggris seputar laporan intelijen yang membongkar kejahatan pemerintahan PM Tony Blair dalam kaitan Perang Irak, yang berujung pada kematian Dr Kelly pada usia 59 tahun.

4. Dokumen Rekaman Pembunuhan Kennedy 

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Tertutup hingga 2017

Pembunuhan John F. Kennedy, presiden ke-35 Amerika Serikat, terjadi pada Jumat, 22 November 1963 di Dallas, Texas . Kennedy tewas akibat ditembak saat dirinya berada di mobil bersama istrinya Jacqueline Bouvier Kennedy.

Investigasi 10 bulan oleh Komisi Warren tahun 1963–1964, United States House Select Committee on Assassinations (HSCA) tahun 1976–1979, dan investigasi pemerintahan lainnya menyimpulkan bahwa Kennedy dibunuh oleh Lee Harvey Oswald.

5. Dokumen Rekaman Mata Hari

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Dibuka pada 1985

Mata Hari adalah nama panggung penari eksotis Belanda yang dikenal juga sebagai mata-mata ganda, Gertrud Margarete Zelle. Karena profesinya, ia memiliki banyak asosiasi lintas batas. Karena aktivitasnya yang dicurigai sebagai agen spionase, Mata Hari ditangkap.

Pada 15 Oktober 1917 di usia 41, Mata Hari dieksekusi meski dia bersikeras tidak bersalah. Jaksa penuntut Prancis ingin persidangan dilakukan secara rahasia dan catatan harus disegel selama 100 tahun.

Namun, pada 1985, penulis biografi Russell Warren meyakinkan Menteri Pertahanan Nasional Prancis untuk membuka file kasus yang disegel tiga puluh dua tahun lebih awal. Menurut pendapat banyak ahli, Mata Hari tidak bersalah atas dakwaan yang dijatuhkan padanya.

6. Dokumen File UFO Rahasia Prancis

6 Dokumen Rahasia di Dunia, Ada Sudah Terungkap, Ada yang Belum Boleh


Dibuka pada 2007

Pada 2007, Pusat Studi Luar Angkasa Nasional Prancis menyediakan lebih dari 1000 file kasus UFO yang telah diteliti oleh pemerintah Prancis selama lebih dari 50 tahun. Arsip-arsip itu tersedia di situs Internetnya untuk dilihat di seluruh dunia.

Jacques Patenet, yang mengepalai Kelompok untuk Studi Fenomena Aerospace mengatakan “data yang kami rilis tidak menunjukkan keberadaan makhluk luar angkasa, tetapi juga tidak menunjukkan ketidakmungkinan kehadiran seperti itu”. Pemerintah Prancis merupakan pihak yang pertama merilis informasi jenis ini kepada publik. Pemerintah Inggris Raya kemudian diikuti dengan merilis file-file mereka pada 2008.

5 Fakta Menarik Ramses II, Firaun yang Konon Tenggelam di Laut Merah pada Era Nabi Musa

Selama ini kita semua telah mendengar tentang mujizat Nabi Musa yang mampu membelah Laut merah. Dari peristiwa ini, Firaun yang berkuasa saat itu akhirnya tewas terperangkap di dalam air laut yang akhirnya menutup kembali setelah Nabi Musa dan Bani Israil sampai di seberang.

Sekarang pertanyaannya adalah: siapa Firaun yang ada pada zaman nabi Musa? Siapa Firaun yang disebutkan dalam Alquran dan dikenal sangat kejam itu. Selama ini kita hanya mengenal Firaun sebagai penguasa Mesir kuno saja. Padahal Firaun yang menguasai dataran Mesir kuno ada lebih dari 100 orang.

Dari berbagai Firaun yang ada di Mesir, Ramses II dikatakan sebagai Firaun yang paling tepat. Dialah orang yang berkuasa saat Nabi Musa hidup dan akhirnya mati dengan mengenaskan. Berikut lima fakta menarik dari Ramses II selengkapnya.

1. Firaun Terkuat Dalam Sejarah Mesir Kuno

Ramses II adalah Firaun ke-3 dari dinasti ke-19 yang memerintah selama 66 tahun mulai dari 1279-1213 SM. Selama memerintah Mesir di masa lalu, Ramses II dikenal sangat keji. Bahkan dia bisa melakukan apa saja termasuk memperbudak bangsa Bani Israil dengan cara yang sangat mengerikan.

Sejarawan meyakini bahwa Ramses II adalah Firaun yang disebutkan dalam Alquran. Perangainya yang sangat buruk terutama pada kalangan baik dianggap sudah sesuai dengan deskripsi dari kitab suci. Sayangnya, bukti-bukti otentik tentang kebenaran ini masih simpang siur. Saat ini mayat dari Ramses II dipajang di Museum Kairo.

 

2. Kerap Melakukan Perang dan Invasi

Selama menduduki tahta sebagai Firaun, Ramses II sudah banyak sekali melakukan penyerangan dan invasi. Setidaknya selama 66 tahun, dia telah melakukan delapan aksi mengerikan ini. Penyerangan pertama dilakukan di daerah Suriah. Dia melawan Pangeran dari Canaanite dan menjadikannya sebagai tahanan.

Perang yang terjadi di Suriah kembali terjadi hingga total empat kali. Ramses II berhasil melakukan penetrasi pasukan besar-besaran hingga penguasa di Suriah tak bisa apa-apa. Setelah menyerang di Suriah, Ramses II juga menyerang di kawasan sekitar Sungai Nil dan kerap disebut dengan Nubia. Selanjutnya invasi berlanjut hingga ke Libya yang jaraknya 300 kilometer.

 

3. Kepercayaan di Era Ramses II

Dibandingkan dengan Firaun yang lain, Ramses II memerintah dalam jangka waktu yang lama. Untuk lebih dikenal dan dihargai oleh masyarakat, Ramses mengadakan sebuah tradisi bernama Festival Sed. Festival ini dilakukan untuk mengubah seorang Firaun menjadi dewa atau pun Tuhan. Syarat utama dari seorang Firaun dianggap sebagai Tuhan adalah harus memerintah lebih dari 30 tahun.

Berdasarkan mumi Ramses II yang telah ditemukan, para arkeolog menduga bahwa Ramses II meyakini Tuhan bernama Seth. Dewa yang diyakini oleh Firaun ini dikenal sebagai dewa yang mengatur angin, kehancuran, badai, dan padang pasir. Selain Seth, pada masa Ramses II juga telah menyembah Ra, Amen, dan Ptah.

 

4. Membangun Banyak Banguan dan Monumen

Dengan memimpin Mesir kuno selama 66 tahun lamanya, Ramses II telah mengembangkan dinastinya dengan sangat hebat. Dia mengembangkan bidang pertahanan dengan melatih banyak pasukan untuk menyerang. Dia juga mengembangkan pertanian dengan memperbanyak budak. Selanjutnya dia juga banyak sekali mendirikan bangunan yang besar dan sebagian bisa ditemui hingga sekarang.

Beberapa bangunan yang dibangun oleh Ramses II adalah Pi-Ramesses yang merupakan kompleks bangunan kerajaan. Selanjutnya ada Ramesseum yang merupakan kuil raksasa yang berisi banyak sekali ruangan untuk berkumpul. Selanjutnya ada juga beberapa kuburan-kuburan dari para pendahulu dari Ramses II.

 

5. Mumi dari Ramses II

Dalam kepercayaan umat Islam, Firaun meninggal dunia setelah terjebak di Laut Merah. Namun, ada yang menyebut jika jenazahnya tidak lenyap dan berhasil diselamatkan. Ramses II yang diyakini menjadi Firaun era Nabi Musa berada di kuburan KV7 dan ditemukan di Valley of the Kings.

Mumi dari Ramses II memiliki tinggi sekitar 1,7 meter. Seluruh anggota tubuh dari mumi masih utuh hingga bisa dilihat rambut, hidung, janggut dan bagian tubuh lainnya. Saat ini mumi dari Ramses II disimpian di Museum Kairo setelah sebelumnya berada di Paris.

 

Inilah lima fakta menarik dari Ramses II yang konon merupakan Firaun yang disebutkan dalam kitab suci Alquran. Oh ya, menurut Anda Firaun yang tenggelam di Laut Merah itu Ramses II atau yang lain,.