15 Penanggalan Jawa Di Laut Kenjeran,Padepokan Jagad Pintu Pensucian Mandi Malam Bersama

Kegiatan malam 15 penanggalan tanggal Jawa. Kelompok atau keluarga besar AT – THOLAAQ padepokan Jagad Pitu yang bermarkas di Surabaya mengadakan pensucian mandi bersama anggota dari dalam dan luar kota di laut Nambangan Kenjeran Surabaya dekat petilasan Eyang Sumbo.

kegiatan ini dilakukan setiap tahun di malam 15 tanggal Jawa pas di malam Bulan Purnama, Padepokan Jagad Pitu yang di ketuai oleh Saudara Jaka Santoso mengatakan, “kegiatan ini dilakukan rutin setiap tahun tepat penanggalan Bulan tanggal 15 Jawa, tujuannya supaya anggota lebih mendalam memaknai arti hidup khususnya supaya mensyukuri apa yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia khususnya kepada setiap anggota untuk selalu hidup berdampingan dengan alam dan manusia berserta makhluk hidup lainnya, Katanya.

Semoga kegiatan pensucian mandi bersama di laut Nambangan Kenjeran Rabu 2/9/2020 sekitar jam 23.30 sampai 24.00 para anggota padepokan Jagad Pitu serta masyarakat di jauhi dari segala musibah dan selalu di beri kesehatan.

Himbauan Peningkatan di Siplin dan Penindakan Masyarakat yang tidah Bermasker

Kegiatan pada hari Senen tanggal 31 Agustus 2020 patroli jalan kaki yang dilakukan oleh Polsek Kalisat bersama Koramil kalisat dan Pol PP kecamatan Kalisat.lhttp://mci.life/

Kanit Sabhara Iptu Bambang Hermanto bersama Kanit Binmas Aipda Ferry Hariyanto serta di bantu oleh Anggota koramil Serda Bagus dan Pol PP MOH Mahrusy melakukan himbauan peningkatan disiplin protokol kesehatan serta menindak warga masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Sasaran yang dilakukan sementara terfokus pada pengendara sepeda motor yang tidak mengunakan masker dengan memberikan teguran dan penyataan serta hukuman yang sifatnya humanis bersahabat dengan memberikan tawaran hukuman menyanyi atau Push Up sebagai implementasi Inprespemerintah dalam mendisiplinkan masyarakat agar membiasakan menggunakan masker sesuai protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di saat pandemi covid-19.

Adat Seni dan Budaya Papua,Alat Musik Tradisional Tifa

Seni dan budaya papua_ Papua dulu bernama Irian Jaya pulau paling timur wilayah negara Indonesia. Sebagai pulau yang juga terkenal akan kekayaan hasil buminya, masyarakat pulau Papua pun juga memiliki kekayaan dalamragam seni dan budaya,.
Mari kita bersama-sama menengok ragam adat seni dan budaya yang ada di pulau paling timur Indonesia ini !
Sebagai salah satu seni kebudayaan yang ada di Papua maka tidak ada salahnya kita bisa menyebutnya seni kebudayaan kita juga, walaupun tidak semua para Sahabat Awan yang membaca artikel ini berasal dari pulau Papua. Entah itu dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, atau pulau-pulau lain yang secara pribadi Awan tidak bisa menyebutnya satu persatu.
Dengan alasan apa kita bisa menyebut seni budaya Papua juga merupakan ragam seni dan budaya kita juga ? Jawabannya hanya ada satu, bahwa Papua adalah merupakan salah satu wilayah yang berada dibawah naungan NKRI, dengan falsafah Bhineka Tunggal Ika.
Jadi tidak salah jika kita menyebut ragam seni dan budayaPapua sama saja dengan kita menyebut kekayaanragam seni dan budaya Indonesia, yang perlu kita jaga dan lestarikan keberadaanya.
Tifa merupakan salah satu alat musik pukul yang bentuknya hampir mirip dengan gendang. Alat musik Tifa terbuat dari kayu yang mana pada bagian tengah kayu tersebut dibuat lubang besar yang dibersihkan/dikosngkan. Lalu kemudian ujung salah satu kayu tersebut ditutup dengan mengunakan kulit rusa yang telah dikeringkan terlebih dahulu, dimaksudkan agar alat musik Tifa ini bisa menghasilkan suara yang indah dan bagus.
Alat musik Tifa sering dimainkan sebagai instrumen musik tradisional atau untuk mengiring berbagai tarian tradisional seperti: tarian perang, tarian tradisional Asmat, dan tarian Gatsi.
Selain dari Papua alat musik ini juga berasal dari maluku, jadi antara Papua dan Maluku mempunyai alat musik yang sama. Tapi tidak apa yang penting semuanya adalah kekayaan seni yang ada di nusantara Indonesia ini.
=> Kedua_ Tarian tradisional Papua.
Awanzo Blogs
Sebagai daerah yang kaya akan ragam seni budaya, Papua memiliki beberapa tarian tradisonal yang menjadi ciri khas masyarakat Papua biasa menyebutnya dengan sebutan Yosim Pancar ( Y0SPAN), dalam tari ini terdapap beberapa bentuk gerak tarian diantaranya tari Pacul Tiga, tari Seka, tari Sajojo, tari Balada serta tari Cendrawasih. Tarian tradisional Papua ini sering di mainkan dalam berbagai kesempatan seperti untuk penyambutan tamu terhormat, penyambutan para turis asing yang datang ke Papua serta dimainkan adalah dalam upacara adat.

Festival Seni Budaya Papua: Menyaksikan Bakar Batu di Jakarta

Dinas Kebudayaan Provinsi Papua membawa satu dari tiga kegiatan kesenian besar yang biasanya digelar ke Papua ke Jakarta.

Dinas Kebudayaan Provinsi Papua bekerja sama dengan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dan Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia menggelar Festival Seni Budaya Papua di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta pada Kamis (21/11/2019). Sejumlah tarian seperti Tari Semut, Tari Hau Nena, prosesi bakar batu, dan kerajinan asli Papua ditampilkan dalam festival ini.

Festival Seni Budaya Papua ini dihadiri sekitar 100 orang. Mereka terdiri dari warga Jakarta dan beberapa perwakilan duta besar negara sahabat seperti Mozambik dan Australia.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,Sejumlah kerajinan yang dipamerkan dalam festival.

Sejumlah kerajinan yang dipamerkan dalam festival.

Kepala Seksi Tari dan Musik Bidang Kesenian dan Film Dinas Kebudayaan Papua, Jeremias Koridama mengatakan, pagelaran festival kesenian di Jakarta ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan budaya Papua di tingkat nasional. Termasuk kepada masyarakat internasional melalui sejumlah duta besar yang menghadiri acara ini.

Besar harapan kami ke depan budaya Papua, kembali diperhitungkan dan lebih banyak dikenal banyak orang. Bukan hanya di tingkat nasional. Kita bicara akar budaya Papua, kita ingin menonjolkan dari sisi budayanya,” jelas Jeremias Koridama di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Jeremias berharap festival serupa bisa diselenggarakan juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Ia juga berharap pagelaran seperti ini dapat digelar di luar negeri untuk lebih mempopulerkan budaya Indonesia.

Pengertian Ilmu Sejarah Menjadi Hal Penting

Setiap orang pasti tahu apa itu sejarah. Sejarah menjadi hal penting yang patut diketahui oleh semua orang. Pengertian sejarah mengacu pada kejadian masa lampau yang kebenarannya dapat dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan yang ditemukan. Secara berkesinambungan, sejarah akan berkaitan dengan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Orang-orang di masa depan akan melihat saat ini sebagai masa lalunya, dan mengenangnya sebagai sejarah. Untuk memahami lebih jauh soal sejarah, simaklah ulasan di bawah ini.

Pengertian Sejarah Menurut Beberapa Ahli

Sejarah berasal dari kata shajarah, syajaratun. Artinya adalah pohon. Maka sejarah ini diartikan sebagai sebuah pertumbuhan, perkembangan dari pohon itu sendiri. Beberapa ahli memberikan definisi yang berbeda-beda terhadap sejarah. Untuk lebih memahami pengertian sejarah , maka berikut ini adalah pengertian sejarah dari beberapa ahli:

1. Aristoteles

Aristoteles mengartikan sejarah sebagai suatu sistem yang mengidentifikasi kejadian dalam bentuk kronologi, yang menjelaskan kronologi dari terjadinya suatu peristiwa. Ia juga menyatakan bahwa sejarah menjadi sesuatu yang terjadi di masa lampau dan dapat dibuktikan dengan adanya catatan-catatan.

2. W.H. Walsh

Sejarah menitikberatkan kepada pencatatan yang memiliki sebuah arti dan penting saja bagi umat manusia. Catatan tersebut dapat meliputi berbagai jenis tindakan serta pengalaman umat manusia pada masa lampau dengan berbagai hal yang penting sehingga menjadi sebuah cerita yang berarti.

3. Patrick Gardiner

Pengertian sejarah menurut tokoh yang satu ini adalah suatu ilmu yang mempelajari dan meneliti tentang apa yang telah diperbuat oleh umat manusia.

4. Herodotus (The Father of History)

Sejarah merupakan satu kajian guna menceritakan sebuah perputaran jatuh bangunnya seorang tokoh, masyarakat, serta peradaban.

5. Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun berpendapat bahwa pengertian sejarah merupakan sebuah catatan mengenai peradaban dunia atau umat manusia, tentang berbagai perubahan yang terjadi pada watak masyarakat tersebut.

6. Muhammad Yamin

Sejarah menurut Muhammad Yamin adalah kajian ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil dari sebuah penelitian. Di mana kejadian di masa lampau dibuktikan secara nyata dengan adanya bukti-bukti yang konkret.

7. Muhammad Hatta

Pengertian sejarah adalah sebagai pemahaman akan peristiwa di masa lalu yang mengandung problematika dinamis. Sejarah menjadi kejadian yang bisa dijadikan sebagai sebuah pembelajaran bagi orang-orang yang hidup di zaman berikutnya.

8. Kuntowijoyo

Kemudian menurut Kuntowijoyo, sejarah diartikan sebagai hal-hal yang menyuguhkan sebuah fakta unik, empiris, ideografis, serta diakonis.

9. Taufik Abdullah

Taufik Abdullah berpendapat bahwa pengertian sejarah adalah tindakan manusia yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu pada masa lalu di tempat tertentu.

10. Rochmawati Wiriatmaja

Sejarah merupakan disiplin ilmu yang menjanjikan kebijaksanaan, kultural, nilai-ilai spritual, etika, serta moral karena kajiannya yang mempunyai sifat memberikan sebuah pedoman kepada keseimbangan hidup, keteladanan dalam keberhasilan dan kegagalan, harmoni dalam nilai-nilai, serta menjadi sebuah cerminan pengalaman kolektif yang dapat menjadi sebuah kompas untuk kehidupan yang akan datang.

11. Drs. Sidi Gazalba

Pengertian Sejarah adalah masa lampau manusia serta seputarnya yang disusun dengan ilmiah dan juga lengkap yang meliputi urutan-urutan fakta masa tersebut dengan penjelasan yang memberi pemahaman tentang apa yang berlaku.

12. Moh. Ali

Sejarah ialah keseluruhan perubahan serta berbagai macam kejadian yang telah terjadi. Sejarah merupakan suatu ilmu yang menyelidiki tentang berbagai perubahan yang benar pernah terjadi pada masa lampau.

13. Ismaun

Pengertian Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari kisah tentang berbagai peristiwa yang benar pernah terjadi atau berlangsung di masa lampau. Sejarah adalah rekaman atau catatan pilihan yang disusun secara teliti mengenai aspek kehidupan manusia pada masa lampau.

Pengertian Sejarah Secara Umum

  • Dari berbagai pengertian sejarah yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sejarah merupakan kejadian atau peristiwa di masa lampau yang memiliki bukti nyata dan dibuktikan dengan berbagai macam penelitian. Sejarah menjadi sesuatu yang bermakna, di mana pengetahuan tentang suatu peristiwa akan lahir darinya, tentang berbagai jenis makhluk hidup yang ada di masa lampau.

Mengenal Kesenian dan Kebudayaan Madura

Berbicara mengenai masalah kebudayaan di Indonesia sangatlah banyak. Kebudayaan yang ada di Indonesia berbagai ragam budaya dari sabang sampai merauke, dari sekian banyak salah satu budaya yang ada di Indonesia adalah kebudayaan Madura. Dalam pembahasan artikel ini, akan menceritakan kebudayaan Madura yang memiliki beragam kesenian. Kebudayaan madura ini setiap keseniannya memiliki unsur yang sangat bernilai. Sebelum kita membahas keseluruhannya dimanakah letak pulau Madura ini ? madura merupakan pulau kecil yang terletak di sebelah jawa timur, yang memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang sudah sejak lama. Nah bagaimana sejarah kebudayaan madura ini ?  Asal muasal konon, perjalanan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama di madura pada abad 13. dalam kitab negara kertagama terutama pada tambang 15, mengatakan bahwa Pulau Madura semula bersatu dengan tanah Jawa, ini menunjukkan bahwa pada tahun 1365an orang Madura dan orang Jawa merupakan bagian dari komonitas budaya yang sama. Sekitar tahun 900-1500, pulau ini berada dibawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa Timur seperti Kediri, Singhasari dan Majapahit. Diantara tahun 1500 dan 1624, para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung pada kerajaan – kerajaan Islam di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik dan Surabaya. Pada Tahun 1624, Madura ditaklukkan oleh Mataram. sesudah itu, pada paruh pertama abad kedelapan belas Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (mulai 1882), mula – mula oleh VOC, kemudian oleh pemerintah Hindia – Belanda. Pada saat pembagian provinsi pada tahun 1920-an, Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur. Sejarah mencatat Aria Wiraraja adalah Adipati Pertama di Madura, diangkat oleh Raja Kartanegara dari singosari, tanggal 31 Oktober 1269. Pemerintahannya berpusat di Batuputih Sumenep, merupakan keraton pertama di Madura. Pengangkatan Aria Wiraraja sebagai Adipati pada waktu itu, diduga berlangsung dengan upacara kebesaran kerajaan Singosari yang dibawa ke Madura. Di Batuputih yang kini menjadi sebuah Kecamatan kurang lebih 18 Km dari Kota Sumenep, terdapat peninggalan – peninggalan keraton Batuputih, antara lain berupa tarian rakyat, tari Gambuh dan tari Satria. Kebudayaan apa saja yang dimiliki oleh masyarakat Madura : Rumah Adat Rumah Adat yang dimiliki oleh masyarakat Madura adalah halaman panjang yang biasa disebut Tanian Lanjang  yang membuktikan kekerabatan masyarakat madura. Rumah adat madura ini memiliki satu pintu didepan rumah, agar pemilik rumah dapat mengontrol aktifitas keluar masuk keluarga. Pintu yang dihiasi ukir – ukiran asli madura. dengan warna hijau dan merah yang memiliki lambang kesetiaan dan perjuangan.

Bahasa Madura Bahasa Madura yang mempunyai bahasa yang unik. Begitu uniknya sehingga orang luar Madura yang ingin mempelajarinya mengalami kesulitan, khususnya dari segi pelafalannya. Bahasa Madura sama seperti bahasa – bahasa di kawasan Jawa dan Bali, kemudian mengenal Tingkat – tingkatan, namun agak berbeda karena hanya terbagi atas tingkatan yakni :

  • Ja’ – iya (sama dengan ngoko)
  • Engghi – Enthen (sama dengan Madya)
  • Engghi – Bunthen (sama dengan Krama)

 

Senjata Tradisional Madura Senjata yang dimiliki oleh masyarakat Madura bernama Clurit, bentuknya melengkung seperti arit, mata clurit sangat runcing dan tajam. Gagangnya terbuat dari kayu atau logam.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,

 

Pakaian Adat Madura Pakaian adat masyarakat Madura untuk Pria identik dengan motif garis horizontal yang biasanya berwarna merah putih dan memakai ikat kepala. Lebih terlihat gagah lagi bila mereka membawa senjata tradisional yang berupa clurit. Dan untuk wanita, biasanya hanya menggunakan bawahan batik khas Madura dan mengenakan kebaya yang lebih simple.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,

 

Musik Saronen Musik Saronen ini berasal dari Masyarakat Sumenep. Jika di Madura mengadakan kesenian, musik saronen inilah yang akan mengiringinya. Musik saronen merupakan perpaduan dari beberapa alat musik, tetapi yang paling dominan adalah alat musik tiup berupa kerucut. Nah ini lah alat musik tiup yang disebut dengan saronen.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,

 

Karapan Sapi Karapan Sapi  inilah budaya Madura yang sangat terkenal. Kesenian ini diperkenalkan pada abad ke-15 (1561 M) pada masa pemerintahan Pangeran Katandur di daerah Keratin Sumenep. Kerapan sapi ini merupakan lomba memacu sapi paling cepat sampai tujuan. Bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat untuk bekerja dan meningkatkan produksi ternak sapinya

Putri Jenderal Ahmad Yani Ingat Jasa Polisi Sukitman Atas Penemuan Sumur Lobang Buaya

Jenderal Ahmad Yani (Foto: Wikimedia Commons)
Amelia Yani, putri ketiga dari Jenderal Anumerta Ahmad Yani menyambut baik usul Presiden Jokowi untuk membuat ulang film G30S/PKI. Menurut Amelia, yang kini jadi Dubes RI untuk Bosnia, ada beberapa bagian di film yang bisa ditambahkan, mulai dari peran agen polisi Sukitman sampai jasa pasukan KKO Marinir.
“Kalau Bapak Presiden mengatakan membuat yang baru, mungkin yang belum ada di film itu bisa ditambah seperti peran Bapak Sukitman dan Mayor Subardi. Bapak Sukitman ini yang menemukan sumur pertama kali dan Pak Subardi (ajudan Jenderal Ahmad Yani),” beber Amelia saat berbincang , Rabu (20/9).
Panglima TNI Ungkap Alasan Beri Perintah Pemutaran Film G30S/PKI
Amelia menyampaikan, karena Sukitman itu, lokasi sumur tempat penguburan para jenderal yang dibunuh bisa diketahui.
“Penemuan sumur itu tanggal 3 Oktober menjelang Magrib. Itulah mukjizat Allah SWT,” tambah dia.
Saat itu Sukitman memang ikut diculik dan dibawa ke Lubang Buaya, Pondok Gede. Sukitman yang mendengar suara tembakan para pelaku penculikan, ketika itu tengah berpatroli di kawasan Jakarta Selatan. Sukitman kemudian ditahan penculik. Dia selamat karena pura-pura mati, lalu meloloskan diri.
Sukitman kemudian melapor ke Kodam Jaya, hingga akhirnya terungkap lokasi penguburan di Lubang Buaya. Sukitman bersama Mayor Subardi dan pasukan Kodam Jaya yang bergerak mencari lokasi sumur itu.
Amelia juga menyampaikan dalam film itu, perlu ditambahkan peran pasukan KKO Marinir yang mengangkat jenazah dari sumur di Lubang Buaya.
“Bagaimana KKO pada malam tanggal 3 Oktober mulai berlatih bagaimana caranya mengambil jenazah di dalam sumur berdiameter 50 cm kedalaman 12 meter, bukanlah hal mudah,” tegas dia.
Putri Jenderal Ahmad Yani Ingat Jasa Polisi Sukitman dan KKO Saat G30S (1)
Jenderal Ahmad Yani. (Foto: Wikimedia Commons)
Kemudian juga mengenai catatan yang dibuat ayahnya, mengenai kondisi saat itu juga bisa dimasukkan sebagai bagian dari film.
“Oleh sebab itu, ibu salah satu saksi berusaha untuk mengungkapkan apa yang terjadi dengan data-data autentik catatan dan tulisan almarhum. Ahmad Yani dalam buku agenda beliau,” tuturnya.
Satu pesan dari Amelia, generasi muda tetap harus diingatkan akan bahaya dari PKI. Ahmad Yani saat peristiwa G30S menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.
“Kita harus terus menerus belajar dari sejarah kelam itu dan pasti ditemukan siapa di belakang kup (kudeta) itu dan yang jelas PKI,” tutup dia.

Cerita Sang Manusia Buangan, Tjipto Mangoenkoesoemo

“Tanggal 8 Maret pemerintah kolonial menyerah. Tanggal itu juga, aku menyerahkan diri kepada yang Mahakuasa.”

Itulah yang kata-kata terakhir Tjipto Mangoenkoesoemo seperti dikutip buku Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Sang Demokrat Sejati karya M. Balfas (1952:41). Tanggal 8 Maret 1942, Belanda takluk kepada Jepang, dan tepat setahun berikutnya, hidup dan perjuangan Tjipto pungkas.

Sekitar jam 6 pagi 74 tahun silam, ia menghembuskan napas penghabisan di Jakarta. Tjipto tak sempat merasakan buah perjuangan yang dilakoninya selama puluhan tahun. Kemerdekaan Indonesia baru hadir dua warsa setelah Tjipto meninggalkan dunia.

Tjipto adalah sang manusia buangan. Dari berbagai tanah pembuangan, ia terus berjuang menentang kaum kolonial yang sudah berabad-abad mengangkangi tanah airnya.

Pejuang Multitalenta

Di mana Tjipto Mangoenkoesoemo dilahirkan masih simpang-siur. Yang jelas, ia berasal dari Jawa Tengah. Akira Nagazumi (1989) dalam Bangkitnya Nasionalisme Indonesia hanya menyebut Tjipto lahir di desa bernama Pecangakan.

Desa yang dimaksud menurut Achmad Baidowi & ‎Dalimun Sentono (1979) dalam buku berjudul Tiga Serangkai itu berada di dekat Ambarawa. Sedangkan buku terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1977) dengan tajuk Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Pembela Rakyat, Perintis Kemerdekaan, Pahlawan Nasional menuliskan bahwa Pecangakan adalah nama desa di Jepara. Namun, agaknya versi Ambarawa-lah yang benar, karena Tjipto pun dikebumikan di sana.

Begitu pula dengan waktu kelahirannya. Ada referensi yang menyebut Tjipto Mangoenkoesoemo lahir pada 1883, tapi ada pula yang meyakini bahwa salah satu anggota Tiga Serangkai selain Douwes Dekker dan Ki Hadjar Dewantara ini dilahirkan pada 1886.

Tjipto Mangoenkoesoemo merupakan seorang pejuang pergerakan nasional yang mampu mempermainkan hati pemerintah kolonial Hindia Belanda. Ia kerap dipenjara dan diasingkan, tapi Belanda sering pula melunak agar Tjipto lebih kompromis dan tidak terlalu banyak tingkah.

Tjipto adalah seorang dokter lulusan STOVIA, sekolah dokter Jawa di Batavia yang kini menjelma menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tidak mengherankan jika namanya diabadikan sebagai salah satu rumah sakit terkemuka di Jakarta.

Saat menempuh studi di STOVIA itulah ia sempat turut dalam pembentukan Boedi Oetomo (BO) pada 1908 yang kemudian didapuk sebagai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, meskipun penetapan ini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.

Bersama saudara kandungnya, Goenawan Mangoenkoesoemo, Tjipto adalah aktivis angkatan pertama BO selain nama-nama populer lain macam Wahidin Sudirohusodo, Radjiman Wedyodiningrat, Soetomo. 

Namun, Tjipto tidak bertahan lama di Boedi Oetomo karena berselisih paham dengan kubu Radjiman Wedyodiningrat. Tjipto ingin agar BO menjadi organisasi terbuka dan lebih demokratis. Sedangkan Radjiman ngotot mempertahankan BO sebagai gerakan murni priyayi Jawa.

Selepas dari BO, Tjipto lalu membuka praktek dokter di Solo. Ia juga berandil besar dalam pemberantasan wabah pes di Malang pada 1911. Berkat jasanya itulah, Dokter Tjipto mendapat bintang emas, penghargaan dari pemerintah kolonial Hinda Belanda.

Tapi, Tjipto tidak sudi menerima anugerah dari penjajah. Dengan menempelkan bintang emas itu di pantat sebagai bentuk penentangannya, Tjipto pergi ke Batavia untuk mengembalikan penghargaan tersebut kepada yang memberikannya (M. Balfas, 1952:49).

Pada 1912, ia kembali ke kancah pergerakan. Tjipto mendeklarasikan Indische Partij (IP) di Bandung bersama dua sahabatnya, Ernest Douwes Dekker dan Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar Dewantara). IP adalah organisasi terbuka yang tanpa tedeng aling-aling menyerukan tujuan kemerdekaan.

Tiga Serangkai itu juga menerbitkan De Expres sebagai media propaganda IP. Nantinya, De Expres menjadi salah satu senjata utama Tjipto dan kawan-kawan dalam melancarkan “perang” terhadap rezim kolonial Hindia Belanda.

Akrab dengan Pengasingan

Berkali-kali Tjipto harus menjalani hidup sebagai orang buangan. Dalam konteks perjuangan, ini adalah status yang membanggakan. Tanggal 8 Agustus 1913, pengadilan kolonial memutuskan bahwa Tiga Serangkai bersalah dengan dakwaan “menentang pemerintahan yang sah.” Ketiganya kemudian diasingkan ke Belanda.

Baru setahun menjalani pengasingan di negeri asal penjajah, Tjipto dipulangkan terlebih dulu dengan alasan kesehatan (Parakitri Simbolon, Menjadi Indonesia, 2000: 277). Tiba di tanah air pada 22 Agustus 1914, ia langsung membangkitkan IP—yang sebelumnya telah diberangus—dengan nama baru: Insulinde.

Untuk mendukung gerakan Insulinde, Tjipto menerbitkan dua media sekaligus, yakni Panggoegah dan Indische Beweging. Tulisan-tulisan Tjipto di dua surat kabar ini kerap membuat orang kolonial meradang. November 1915, ia sempat diajukan ke pengadilan dengan tuduhan pencemaran nama baik, namun bebas karena kurangnya bukti.

Aparat kolonial kini lebih berhati-hati dalam menghadapi Tjipto. Ia dianggap sebagai pribumi yang paling berpengaruh selain H.O.S. Tjokroaminoto dari Sarekat Islam (SI) serta orang-orang Boedi Oetomo.

Tjipto diminta oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda untuk masuk ke jajaran Dewan Rakyat (Volksraad) yang dibentuk 18 Mei 1918. Kendati jadi anggota dewan, Tjipto tetap vokal dan terus mengkritisi pemerintah, termasuk Volksraad sendiri. Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga sering menjadi sasaran kecam Tjipto yang memang anti-feodalisme (Takashi Shiraishi, Zaman Bergerak, 1997:240).

Tjipto tetap konsisten dengan tujuan perjuangan yang dulu diusung IP dan lantas dilanjutkan oleh Insulinde –yang kemudian berganti nama menjadi Nationaal Indische Partai-Sarekat Hindia (NIP-SH)– yakni “pembentukan suatu kebangsaan Indonesia dengan negara yang merdeka.”

Pergerakan Tjipto dan Insulinde tak pelak membuat pemerintah kolonial kelabakan. Ia dan kawan-kawan, termasuk Mohammad Misbach sang haji merah yang kala itu juga aktivis Insulinde, kerap melakukan propaganda kepada kaum tani di desa-desa untuk mogok kerja. Tanggal 4 Januari 1921, Tjipto ditangkap dan diseret ke pengadilan.

Dewan Hindia (Raad van Nederlandsch Indie) menyarankan kepada Gubernur Jenderal agar Tjipto Mangoenkoesoemo diasingkan ke daerah yang penduduknya tidak bisa berbahasa Jawa. Pasalnya, pesona Tjipto yang paling membius adalah kemampuannya menggerakkan rakyat dengan bahasa Jawa.

Tjipto sempat rehat sejenak dari ranah pergerakan karena statusnya sebagai orang buangan sangat dibatasi oleh aturan kolonial. Selama beberapa tahun, ia menjalani profesinya sebagai dokter dan keluar-masuk kampung untuk mengobati warga yang membutuhkan pertolongannya.

Namun, pecahnya perlawanan terhadap pemerintah kolonial yang dimotori oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1926, Tjipto ikut kena getahnya. Ia dianggap membantu pergerakan kaum merah sehingga ditangkap dan dipenjara. Tjipto sering dituduh sebagai komunis karena sifatnya yang keras dan radikal itu (Soegeng Reksodihardjo, dkk., Dr. Cipto Mangunkusumo, 1992:89).

Pada 19 Desember 1927, pemerintah memutuskan Tjipto dibuang ke Banda, Kepulauan Maluku. Dari Banda, ia dipindahkan ke Bali, kemudian ke Makassar, lalu diungsikan lagi ke Sukabumi, Jawa Barat. Seringnya berpindah tempat selama belasan tahun membuat penyakit asma yang sejak lama diderita Tjipto kian parah.

Tjipto pun dilarikan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Namun, jiwanya tidak tertolong hingga akhirnya ia wafat pada 8 Maret 1943. Meskipun berstatus sebagai orang buangan, Tjipto justru sangat bersyukur, dan ia sudah mengatakan itu jauh-jauh hari sebelumnya:

“Kalau nanti aku harus menanggung segala akibat dari kata-kata keras yang kukeluarkan dari jiwa yang pedih, aku akan bersyukur kepada Allah untuk keadilan-Nya yang memberikan kenikmatan padaku dalam hukuman: kenikmatan bahwa aku dapat berbuat jasa bagi bangsaku. Tuntutlah aku, siksalah aku, aku tiada gentar!”

(tirto.id – Humaniora)

Reporter: Iswara N Raditya
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Maulida Sri Handayani