Ledakan Beirut Di Ungkap Satelit Nasa, ini Penampakannya

Dampak ledakan Beirut (Foto:  NASA/JPL-Caltech/Earth Observatory of Singapore/ESA)See detail

Dampak ledakan Beirut (Foto: NASA/JPL-Caltech/Earth Observatory of Singapore/ESA)

 

JAKARTA, iNews.id  Pekan lalu ledakan dahsyat mengguncang kota Beirut, Lebanon. Ada banyak saksi mata dan video yang menunjukkan ledakan hebat itu serta dampak yang ditimbulkan.

Bekerja sama dengan Earth Observatory of Singapore, NASA telah menggunakan data dari alat observasi terbang tinggi ini untuk menghasilkan peta yang menunjukkan seberapa luas kerusakan di Beirut. Dengan membandingkan citra satelit sebelumnya dari wilayah yang sama dengan yang diambil usai kejadian, sistem NASA dapat mendeteksi perubahan besar serta kecil pada landscape.

Gambar memperlihatkan bangunan yang runtuh dan perubahan geografi area tersebut. Sistem memberi label pada setiap titik di mana terlihat perbedaan. Semakin gelap pikselnya, maka semakin dramatis kerusakannya.

See detail

Dampak ledakan Beirut (Foto: NASA/JPL-Caltech/Earth Observatory of Singapore/ESA)

“Tim Advanced Rapid Imaging and Analysis (ARIA) NASA berkolaborasi dengan Earth Observatory of Singapore, menggunakan data radar aperture sintetis yang diturunkan dari satelit untuk memetakan kemungkinan tingkat kerusakan dari ledakan besar 4 Agustus di Beirut,” kata NASA yang dikutip dari BGR, Selasa (11/8/2020).

Data radar aperture sintetis dari luar angkasa, kata NASA, menunjukkan perubahan permukaan tanah dari sebelum dan sesudah peristiwa besar seperti gempa Bumi. Dalam hal ini, data digunakan untuk menunjukkan hasil yang menghancurkan dari sebuah ledakan.

Saat peta seperti ini dibuat, mereka tidak hanya untuk tujuan melihat seberapa buruknya hal tersebut. Tingkat kerusakan di area tertentu dapat menjadi indikator besar bagi personel darurat yang ingin mencoba menemukan korban selamat di antara reruntuhan.

Saat kerusakan meluas, terkadang tidak segera jelas ke mana petugas tanggap darurat harus memfokuskan perhatian mereka. Tapi, peta ini bertindak sebagai paduan untuk mendorong mereka ke arah yang benar.

Ledakan dilaporkan terjadi saat timbunan besar amonium nitrat terbakar. 2.750 ton kimia tersebut telah disimpan di gudang dekat pelabuhan selama kurang lebih enam tahun. Di bidang pertanian, ini sering digunakan sebagai pupuk. Tapi juga sangat mudah meledak dalam kondisi yang tepat.

https://ift.tt/2PK072U
from Sains – Latest Posts https://ift.tt/33Nc6Fe
via IFTTT

Mci Indonesia Ciptakan Bioglass untuk Halau Corona

Sebuah perusahaan dengan nama Mci indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, dimana produk produk mci indonesia ini sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjaga imun tubuh dan kesehatan tubuh di masa pandemi covid-19

Tubuh manusia memang merupakan sebuah organ yang sangat kompleks dan diatas 50 persen tubuh manusia rata rata adalah air. menyikapi hal ini, mci indonesia menciptakan sebuah terobosan baru yang diberi nama Bioglass, atau juga dikenal dengan sebutan bioglass mci indonesia , sebuah kaca bulat yang diyakini banyak bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.

banyak sekali manusia di muka bumi ini yang sudah merasakan manfaat bioglass yang diproduksi oleh mci indonesia, mulai dari sisi penyakit ringan dan berat. 

dimasa pandemi covid-19 selain melaksanakan dan mengikuti aturan protokol yang ditetapkan oleh pemerintah agar bisa melawan atau mengahalau penyebaran virus corona, tapi tidak cukup itu saja, menjaga kesehatan dan imun tubuh juga sangat penting dalam halau penyebaran virus covid-19 yang sudah membuat manusia di muka bumi ini kalang kabut.

ayo bersama sama kita menjaga kesehatan dan imun tubuh kita dengan produk produk kesehatan yang sudah terpercaya dan bisa diandalkan

https://ift.tt/eA8V8J
from Sains – Latest Posts https://ift.tt/2PEzAE6
via IFTTT

Apa Sebenarnya Perbedaan Proxy dengan VPN

Pada halaman ini kami akan menjelaskan apa perbedaan mendasar Proxy dan VPN yang kami sediakan.

Proxy merupakan komputer server yang bertindak sebagai perantara antara komputer yang kamu gunakan dengan internet. Tidak seperti VPN, proxy server tidak selalu melakukan enkripsi data yang dikirim maupun diterima komputer melalui jaringan internet, inilah mengapa akses proxy sedikit lebih cepat dibandingkan akses VPN karena tidak melakukan enkripsi.

Saat kamu menggunakan proxy server, IP address yang terlihat adalah IP proxy yang dimiliki komputer perantara tersebut, bukan IP komputer yang sedang kamu pakai. Banyak software proxy yang memberikan kemudahan untuk memakai IP proxy dari komputer lain.

proxy-server-1.png

Ada 2 jenis protocol yang umum digunakan oleh Proxy server:

1. HTTP Proxy Servers

Protokol HTTP digunakan untuk mengakses traffic tingkat HTTP seperti http:// atau https:// yang artinya hanya dapat untuk membuka halaman web. Untuk sekedar browsing dan surfing di internet, HTTP proxy lebih cepat bila dibandingkan Sock proxy server.

2. SOCKS Proxy Servers

Sock proxy memiliki kemampuan lebih komplit dibandingkan HTTP proxy, selain dapat digunakan untuk mengakses halaman situs web, sock proxy server dapat membuka POP3 dan SMTP untuk email, IRC chat, penggunaan FTP untuk upload file ke situs web.

Info : Flazz Networks menggunakan HTTP / HTTPS Proxy Servers

Perbedaan 3 Jenis Proxy:

1. Transparent Proxy

Jika menggunakan Transparent Proxy, IP address kamu tidak sepenuhnya berubah, karena itu disebut transparan :D.

2. Anonymous Proxy

Jika menggunakan Anonymous Proxy maka IP address kamu berubah dan IP asli kamu tak tampak serta keamanannya lebih tinggi dari Transparent Proxy. Anonymous proxy juga bisa dibilang Anonymous Transparent dan tertulis IP nya “unknown” di beberapa website pengecek IP address. Kami memilih konfigurasi Anonymous proxy karena konfigurasi ini paling umum dan tidak merepotkan pengguna.

3. High Anonymity (Elite) Proxy

Jika menggunakan High Anonymity atau Elite Proxy maka IP asli kamu tak tampak serta tidak diketahui bahwa kamu menggunakan proxy. Tingkat keamannya lebih tinggi dari Anonymous Proxy. Elite proxy biasanya lebih lambat dari kedua proxy diatas, karena menggunakan konfigurasi yang sangat kompleks.

Info : Flazz Networks menggunakan Anonymous Proxy

Penggunaan Proxy cukup mudah, bisa dengan cara manual (tanpa software) atau menggunakan software.

Kelebihan Proxy Antara Lain :

  1. Dapat mengakses/membypass website atau suatu content yang diblokir dengan mudah
  2. Akses cepat tanpa mengurangi kecepatan internet (tergantung pilihan server proxy). Khususnya server Indonesia dan Singapore
  3. Mengubah IP address menjadi IP proxy server
  4. Penggunaan lebih cocok di dalam browser PC atau laptop tanpa mempengaruhi koneksi aplikasi lainnya dalam satu sistem operasi
  5. Lebih cocok digunakan di PC desktop / laptop
  6. Surfing dengan mode anonim.

Proxy yang kami tawarkan sepenuhnya bebas akses website yang diblokir dengan mudah. Kami telah merancang konfigurasi squid.conf yang optimal untuk browsing dan download tanpa khawatir berkurangnya kecepatan internet seperti penggunaan VPN.

Kekurangan Proxy

Kekurangan proxy umumnya hanya ada di ruang lingkup penggunaan proxy itu sendiri. Contohnya seperti ini : Jika kamu menggunakan proxy dan disetting di browser, biasanya ada aplikasi lain yang akan mengalami error dikarenakan meminta username dan password proxy. Proxy yang kamu setting hanya bisa di dalam browser saja.

Berbeda dengan VPN jika dikoneksikan ke satu device, maka satu device itu akan terpengaruh dalam koneksi VPN.


Tentang VPN

VPN-Services-570x172_c-300x91-1-300x91.png

VPN adalah singkatan dari Virtual Private Network yang akan mengizinkan kamu untuk melakukan koneksi jaringan ke jaringan internet secara aman. VPN akan membangun koneksi terenkripsi antara komputer dengan server host VPN, dimana setiap traffic internet melewati server host VPN (seperti proxy).

Dengan enkripsi minimal 128 bit, VPN dapat mengamankan data yang di kirim maupun diterima komputer yang kamu gunakan. Selain IP Address berubah, menggunakan server VPN seakan-akan sedang memakai ISP lain.

Semua traffic akan melewati server VPN sehingga aktivitas komputer, alamat situs web yang kamu kunjungi dan lainnya benar-benar tidak terlihat oleh pihak lain. Virtual Private Network juga mendukung High levels encryption dari 128-bit sampai 2048-bit.

Kelebihan VPN antara lain :

  1. Akses aman tanpa sepengetahuan sys admin/admin jaringan/ISP
  2. Mengubah IP address secara penuh
  3. Surfing dengan mode anonim
  4. Bermain game online Negara tertentu
  5. Lebih cocok digunakan di Android dan iOS
  6. Dalam satu koneksi VPN, semua aplikasi di dalam sistem operasi akan terpengaruh koneksi VPN, berbeda dengan proxy hanya cocok penggunaan di dalam browser saja
  7. Lebih aman karena menggunakan enkripsi minimal 128bit dan 256bit untuk L2TP.

Info : Flazz Networks menggunakan PPTP VPN, bukan Open VPN

Dalam segala bidang VPN memang lebih unggul mulai dari sisi keamanan. VPN mampu melindungi sepenuhnya (secure) semua aktivitas online yang kamu kerjakan bahkan tidak terlihat oleh pihak ISP (internet services provider).

Kekurangan VPN

Kekurangan VPN adalah untuk beberapa koneksi, akan sedikit menurunkan kecepatan internet yang kamu gunakan. Ini dikarenakan enkripsi lalu lintas data yang dikirim dari internet kamu ke server VPN dan jarak lokasi server VPN dengan lokasi kamu mengakses internet saat ini. Tidak ada VPN yang untuk mempercepat internet, apalagi untuk internet unlimited atau internet tanpa kuota.

Namun, tidak semua koneksi VPN dapat memperlambat koneksi, silakan request trial untuk memastikan apakah layanan VPN kami cocok untuk kamu gunakan. Gunakan server VPN Indonesia tau Singapore untuk kecepatan yang maksimal.

Lebih baik kecepatan internet sedikit menurun tapi bebas mengakses apasaja daripada kecepatan normal tapi banyak batasan.

Bagaimana dengan kebutuhan saya?

  • Proxy hanya dapat digunakan pada aplikasi yang mendukung pengaturan proxy, seperti Browser Internet, Internet Download Manager, atau aplikasi lainnya yang ada settingan proxy. Sedangkan VPN dapat digunakan secara keseluruhan isi sistem operasi tanpa pengecualian
  • Layanan Proxy yang kami sediakan lebih cocok untuk penggunaan di Desktop PC atau Laptop, termasuk aplikasi yang terinstall didalamnya
  • Bagi pengguna Android dan iOS, VPN lebih cocok karena dapat digunakan dengan mudah, penggunaan proxy di Android dan iOS cenderung repot dikarenakan hanya bisa di dalam browser saja, aplikasi lainnya tidak akan bisa berjalan jika proxy di setting di Android atau iOS
  • Diantara proxy dan vpn, proxy lebih cepat karena tidak adanya enkripsi lalu lintas data, namun proxy hanya cocok untuk penggunaan di PC Dekstop (Windows, Mac) dan aplikasi Internet Download Manager
  • Jika ingin kecepatan maksimal, silakan gunakan VPN / Proxy server Indonesia atau Singapore. VPN / Proxy selain server Indonesia atau Singapore kecepatannya tidak maksimal dikarenakan lokasinya yang jauh
  • Setting proxy dan vpn sangat mudah, kamu tinggal masukkan ip proxy  atau vpn tersebut.  Untuk autentikasi username password tergantung sistem operasi yang digunakan.

https://ift.tt/2XGL8LC
from Sains – Latest Posts https://ift.tt/3ad6dlZ
via IFTTT

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap

Butuh waktu yang tak sebentar untuk mengungkap apa sebenarnya mahluk yang satu ini.

Sejak ditemukan lebih dari 100 tahun lalu, para peneliti sudah cukup puas dibikin pening. Pasalnya, fosil yang ditemukan itu punya bentuk yang aneh dan tak biasa.

Ciri yang paling mencolok adalah leher yang super panjang. Dengan total panjang tubuh 6 meter, mahluk tersebut memiliki panjang leher 3 meter atau separuh tubuhnya sendiri.

Dengan bentuknya yang tak lazim itu, peneliti pun tak yakin jenis hewan apa itu dan hidup di habitat mana.

 

Untungnya, misteri mahluk berleher panjang ini akhirnya perlahan terkuak.

Seperti dikutip dari IFL Science, Sabtu (8/8/2020), peneliti berhasil menemukan bukti baru mahluk yang hidup sekitar 242 juta tahun lalu tersebut melalui CT scan.

Dari pemindaian, peneliti menemukan jika tulang leher yang memanjang itu punya mirip dengan yang ditemui pada jerapah.

Tulang leher juga tak fleksibel karena diperkuat dengan tulang rusuk serviks.

Selain itu juga, dari pemindaian akhirnya peneliti mengungkap jika mahluk misterius yang diberi nama Tanystropheus hydroides ini tergolong sebagai reptil yang tinggal di laut.

“Leher T. hydroides tak cocok dengan habitat di darat,” ungkap Oliver Rieppel, salah satu peneliti dalam studi ini.

T.hydroides memiliki lubang hidung di atas moncongnya, seperti buaya, memungkinkannya untuk bernapas saat muncul di permukaan.

Rieppel yang juga merupakan paleontologis di Field Museum di Chicago mengatakan, hewan tersebut menghabiskan beberapa waktu untuk berbaring menunggu ikan dan mangsa lain seperti cumi-cumi.

 

“Belum terlalu jelas bagaimana leher T.hydroides berfungsi. Mungkin menjadi bagian dalam perburuan mangsa. T. hydroides akan menyembunyikan tubuhnya dan menggunakan leher panjangnya untuk mengejutkan mangsa,” tambah Rieppel.

Terlepas dari penampilannya yang aneh, T. hydroides tampaknya telah sukses berkembang biak.

Penelitian misteri mahluk berleher super panjang ini telah dipublikasikan di jurnal Current Biology dan diamati dari fosil reptil yang ditemukan di Eropa, Israel, dan China.

Penulis: Kontributor Sains, Monika NovenaEditor: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

https://ift.tt/2PFk8rC
from Sains – Latest Posts https://ift.tt/31y3Gil
via IFTTT

Penampakan Tsunami Gas Beracun di Venus Berhasil Tertangkap Kamera CItra Digital

Badan antariksa Jepang (JAXA) berhasil mendapatkan penampakkan gelombang gas beracun yang menyerupai Tsunami di Planet Venus.

Tsunami gas beracun itu melaju dengan kecepatan tinggi yang mencapai 200 meter per jam (mph). JAXA menyebut, ini merupakan pertama kalinya mereka melihat fenomena seperti itu terjadi di Tata Surya.

Sebelum menyebar dengan kecepatan super, gas beracun tersebut mengendap di satu titik selama 35 tahun. Sedangkan setelah gelombang terjadi, penyebaran gas beracun meluas hingga 4.660 mil atau setara 61.000 kali luas lapangan sepakbola.

“Jika ini terjadi di Bumi, ini akan menjadi permukaan frontal dalam skala planet. Itu luar biasa,” kata Dr. Pedro Machado, ilmuwan dari Institut Ilmu Astrofisika dan Luar Angkasa di Portugal, seperti dikutip dari New York Post, Minggu (9/8/2020).

See detail

Penampakan tsunami gas beracun di Venus. [Isas.jaxa.jp]

Terkait alasan adanya tsunami gas beracun, JAXA menyebut ini terjadi akibat atmosfer Venus yang diselimuti angin kencang dan awan berlebih.

Pada situasi tertentu, ini mengakibatkan adanya anomali aneh yang berujung pada menyebarnya gas beracun di seluruh bagian planet. Konon, fenomena seperti ini terjadi di ketinggian 31-43 mil di atas permukaan Venus dan diperkirakan akan menjadi siklus lima tahunan.

“Karena ketebalan awan di Venus, kami pencitraan ultraviolet kami tidak bisa menembus puncak gelombang pada ketinggian sekitar 70 kilometer (43 mil). Padahal, ini sangat penting untuk memastikan sifat gelombang gas tersebut,” tutup ilmuwan JAXA Dr. Javier Peralta.

Setelah temuan ini, JAXA memutuskan melakukan pengamatan lebih lanjut agar bisa menjelaskan lebih banyak, tentang fenomena misterius tersebut. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan dalam Geophysical Research Letters.

https://ift.tt/2XJvhfw
from Sains – Latest Posts https://ift.tt/2PA3BVK
via IFTTT

Penjelasan Resmi NASA Terkait Penemuan Zodiak Baru

Pekan lalu beredar beberapa berita dan informasi yang menyebutkan bahwa badan antariksa Amerika Serikat, NASA, telah menemukan zodiak baru yang dinamai Ophiuchus.

Diberitakan oleh sejumlah media bahwa Ophiuchus adalah zodiak dari mereka yang lahir pada 29 November – 17 Desember. Jadi zodiak baru itu berada di sebelum Sagittarius. Juga disebutkan, dengan keberadaan zodiak baru itu maka zodiak yang selama ini dipercaya kini berubah.

Penjelasan

NASA pada Kamis (16/7/2020) telah membantah mengumumkan adanya zodiak atau rasi bintang ke-13 yang dinamai Ophiuchus itu. Bantahan itu disampaikan via Twitter.

“Kami membaca komentar-komentar kalian tentang sebuah berita zodiak yang muncul kembali setiap beberapa tahun. Tidak, kami tidak mengubah zodiak,” tulis NASA di Twitter.

Lebih lanjut lembaga itu menjelaskan bahwa rumor soal zodiak baru itu bermula dari sebuah artikel di blog resmi NASA pada 2016. Isinya adalah tentang analisis NASA soal bagaimana wangsa Babilonia menciptakan astrologi pada 3000 tahun silam.

Isi blog NASA itu sendiri sebenarnya menegaskan bahwa astrologi adalah bukan ilmu pengetahuan. Ia sama sekali berbeda dari astronomi yang merupakan ilmu pengetahuan.

Pembahasan soal Ophiuchus muncul saat NASA mengulas soal sejarah astrologi, khususnya soal sistem zodiak di Babilonia sekitar 3000 tahun silam. Menurut orang Babilonia, sebenarnya ada 13 zodiak tetapi mereka hanya memilih 12 agar sesuai dengan sistem perhitungan waktu masa itu.

Adapun zodiak yang dihapus oleh orang Babilonia adalah Ophiuchus. Tidak dijelaskan mengapa zodiak itu yang dibuang. Tetapi dengan sisa 12 zodiak, sistem astrologi Babilonia ketika itu sudah sesuai dengan jumlah bulan – Babilonia telah memiliki kalender waktu yang terdiri dari 12 bulan.

Lebih lanjut dalam analisisnya NASA mengkritik sistem zodiak yang tidak lagi tepat seperti saat dikembangkan ribuan tahun silam. Alasannya karena sumbu rotasi Bumi terus bergeser dan karenanya posisi zodiak yang diyakini juga sudah berubah.

Lebih lengkap soal zodiak dan kekeliruannya bisa dibaca di sini.

Kesimpulan

Berita tentang NASA menemukan zodiak baru itu adalah salah dan telah dibantah oleh lembaga antariksa Amerika Serikat itu sendiri. Hoaks soal zodiak baru itu rutin muncul dan berawal dari blog NASA soal astrologi pada 2016 lalu.

Sumber

https://twitter.com/NASA/status/1283918088723935234

https://www.cbsnews.com/news/nasa-has-not-discovered-a-new-zodiac-sign-ophiuchus/

https://spaceplace.nasa.gov/starfinder2/en/

Sinar UV Terbukti Bisa Bunuh Virus Corona Ini Penjelasannya Secara Sains

 Sinar ultraviolet telah digunakan untuk menghentikan patogen selama beberapa dekade.

Tetapi apakah itu dapat bekerja melawan SARS-CoV-2 atau pandemi Virus Corona COVID-19?

Jawaban singkatnya adalah ya.

Tetapi dibutuhkan jenis UV yang tepat dalam dosis yang tepat, dan diberikan oleh para profesional terlatih. Dengan kata lain, banyak perangkat sinar ultraviolet di rumah yang mengklaim dapat membunuh SARS-CoV-2. Demikian seperti dikutip dari laman Live Science, Senin (13/7/2020).

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, radiasi UV dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan panjang gelombang: UVA, UVB dan UVC. Hampir semua radiasi UV yang mencapai Bumi adalah UVA, karena sebagian besar sinar UVB dan semua sinar UVC diserap oleh lapisan ozon.

Dan UVC, yang memiliki panjang gelombang terpendek dan energi tertinggi, yang dapat bertindak sebagai desinfektan.

“UVC telah digunakan selama bertahun-tahun, ini bukan hal baru,” ujar Indermeet Kohli, seorang ahli fisika yang mempelajari fotomedis dalam bidang dermatologi di Rumah Sakit Henry Ford di Detroit.

UVC pada panjang gelombang tertentu yakni 254 nanometer, telah berhasil digunakan untuk menonaktifkan influenza H1N1 dan Virus Corona baru lainnya, seperti virus pernapasan akut (SARS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV), katanya.

 

Mampu Merusak DNA

Lampu sinar ultraviolet (UV) untuk sterilisasi rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) Jakarta di Depo LRT Kelapa Gading, Senin (29/6/2020). Sterilisasi dari paparan Covid-19 dilakukan setiap malam usai kereta melayani penumpang dengan waktu penyinaran selama 15 menit. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

UVC-254 berfungsi karena panjang gelombang ini menyebabkan lesi pada DNA dan RNA. Paparan UVC-254 yang cukup merusak DNA dan RNA sehingga mereka tidak dapat mereplikasi, secara efektif membunuh atau menonaktifkan mikroorganisme atau virus.

“Data yang mendukung teknologi ini, kemudahan penggunaan, dan sifat non-kontak” dari UVC menjadikannya alat yang berharga di tengah pandemi, kata Kohli.

Tetapi penggunaan yang bertanggung jawab dan akurat sangat penting.

Kemampuan merusak DNA UVC membuatnya sangat berbahaya bagi kulit dan mata manusia, kata Kohli.

Dia memperingatkan bahwa teknologi desinfeksi UVC harus diserahkan ke fasilitas medis dan dievaluasi keamanan dan kemanjurannya oleh tim yang memiliki keahlian dalam bidang fotomedik dan fotobiologi.

Ketika berbicara tentang lampu UVC rumahan, kemampuan mereka untuk merusak kulit dan mata bukan satu-satunya bahaya, menurut Dr. Jacob Scott, seorang dokter peneliti di Departemen Riset Hematologi dan Penelitian Onkologi di Klinik Cleveland.

Perangkat ini juga memiliki kontrol kualitas yang rendah, yang berarti tidak ada jaminan bahwa Anda benar-benar menghilangkan patogen, katanya.

“UVC memang membunuh virus, titik, tetapi masalahnya adalah Anda harus mendapatkan dosis yang cukup,” kata Scott.

“Khususnya, untuk masker N95, dibutuhkan dosis UVC-254 nm yang cukup besar untuk menghilangkan SARS-CoV-2. Akurasi semacam ini tidak dimungkinkan dengan perangkat di rumah,” jelasnya lagi.