Bersaing Jutaan Kalimat, Surabaya Dominasi Mesin Pencari dengan Kata Kunci Gerakan Masker Merah Putih

Gerakan Masker Merah Putih, mampu menguasai ruang kosong di dunia maya seperti halnya pada level Google, berdasarkan analisis indeks Penjumlahan Links pada Level Google , Persaingan kata kunci Gerakan Masker Merah Putih mencapai 3,360,000 juta

Gerakan masker merah putih ini adalah sebuah bentuk gerakan yang digunakan untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik indonesia ke 75 di tahun 2020, yang bersamaan dengan masa Pandemi Covid-19. seluruh media menayangkan artikel yang relevan dengan kalimat masker merah putih sebagai bentuk bersyukur atas HUT RI dan juga sebuah bentuk gotong royong dalam halau covid-19.

Pada Level Google, penyebaran artikel Masker merah putih banyak terlihat postingan dari media media wilayah aceh, sementara pada sisi Surabaya , dalam hal ini polrestabes Surabaya juga tidak mau ketinggalan, dan membuatsebuah postingan dengan judul ”

Gerakan Masker Merah Putih Sebuah Semangat Jatim Bermasker Halau Covid-19 “

pada platform kompasiana menempati pada halaman awal Google, dan bersaing dengan jutaan kata kunci yang ada .

 

Metode Baru Serangan Hacker Dengan Sandera Akses Ke Database

Sebanyak lebih dari 20 universitas dan badan amal di Inggris, AS dan Kanada telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menjadi korban serangan cyber yang membahayakan terhadap pemasok perangkat lunak.

Perusahaan Blackbaud telah disandera untuk kemudian diminta tebusan oleh peretas pada bulan Mei dan membayar tebusan yang tidak diketahui kepada penjahat cyber. Perusahaan yang berbasis di AS tersebut adalah penyedia perangkat lunak administrasi pendidikan, penggalangan dana, dan manajemen keuangan terbesar di dunia. Namun, Blackbaud tidak mengungkapkan skala pelanggaran yang terjadi. Kemungkinan ada lusinan badan amal dan organisasi pendidikan mungkin terpengaruh.

Perusahaan layanan cloud tersebut telah menghadapi kritik karena butuh beberapa minggu untuk memperingatkan para korban bahwa data mereka telah dicuri. Dalam beberapa kasus, perincian pribadi yang dicuri terbatas pada mantan siswa yang telah diminta untuk secara finansial mendukung sekolah/universitas tempat mereka dulu belajar. Tetapi dalam kasus lain, serangan meluas ke staf, siswa masih belajar dan pendukung lainnya.

Lembaga yang dikonfirmasi telah terpengaruh oleh serangan tersebut adalah University of Birmingham, De Montfort University, University of Strathclyde, University of Exeter, University of York, Oxford Brookes University, Loughborough University, University of Leeds, University of London, University of Reading, University College, Oxford Middlebury College Vermont, West Virginia University, New College of Florida, Cheverus High School: Catholic High School Portland, The Bishop Strachan School (Kanada), University of North Florida Ambrose University, Alberta (Kanada), dan Rhode Island School of Design (AS).

Organisasi lain, termasuk badan amal, yang dikonfirmasi terkena dampak adalah Choir with No Name, Vermont Foodbank, Vermont Public Radio, Northwest Immigrant Rights Project, Human Rights Watch, dan Young Minds.

Dalam beberapa kasus, data yang dicuri termasuk nomor telepon, riwayat donasi dan acara yang dihadiri. Kartu kredit dan detail pembayaran lainnya tampaknya tidak terpapar. Blackbaud, yang berkantor pusat di South Carolina, menegaskan bahwa mayoritas pelanggan mereka bukan bagian dari insiden tersebut.

Blackbaud mengatakan setelah para peretas dibayar, mereka telah memberikan konfirmasi bahwa salinan [data] yang mereka hapus telah dihancurkan.

Sumber : BBC

Platform Media Sosial Twitter Akan Blokir Tautan Ujaran Kebencian dan Kekerasan

Jejaring sosial Twitter baru saja memperbarui kebijakannya untuk mempersulit pengguna menyebarkan pesan kebencian dan juga konten kekerasan.

Melansir Engadget, Twitter memperbarui kembali aturannya soal pelarangan ujaran kebencian dan kekerasan, namun kebijakan lama tidak mencakup soal konten yang ditautkan, berupa tautan atau link.

Jadi, jika ada tautan yang berisi platform apapun, baik blog, video, ataupun jejaring sosial lain yang berkonten ujaran kebencian dan kekerasan, Twitter akan dengan mudah memblokirnya pasca mendapatkan aduan.

“Tujuan kami adalah memblokir tautan dengan cara yang konsisten dengan menghapus Tweet yang melanggar aturan kami. Kami akan mulai ambil tindakan berdasarkan pedoman yang diperbarui ini pada Kamis 30 Juli,” tulis akun Twitter Support.

Sebelumnya Twitter menggelar uji coba fitur yang mendorong pengguna untuk berpikir sebelum meretweet artikel yang belum dibaca.

Uji coba ini terbatas untuk pengguna Android berbahasa Inggris. Fitur ini berupa sebelum benar-benar meretweet sebuah tautan artikel, Twitter akan meminta pengguna untuk membuka tautannya dan membaca artikel tersebut terlebih dahulu.

Twitter masih belum menyebut kapan fitur ini akan resmi digulirkan ke seluruh pengguna Twitter secara global.

“Berbagi artikel dapat memicu percakapan, jadi anda mungkin ingin membacanya dulu sebelum dicuitkan,” tulis Twitter.

“Untuk membantu mempromosikan diskusi dengan informasi yang baik, kami sedang menguji fitur baru di Android – ketika Anda Retweet artikel yang belum pernah Anda buka di Twitter, kami mungkin akan bertanya apakah Anda ingin membukanya dulu,” lanjutnya.

Uji coba ini adalah upaya terbaru Twitter untuk ‘mengusir’ informasi hoax dan mendorong percakapan yang baik di platform ini.

Uji coba ini muncul setelah bergulirnya beberapa fitur seperti pembatasan reply dan disembunyikannya balasan reply di thread. Hal ini juga sekaligus menguji tampilan antarmuka yang lebih bersih untuk thread di Twitter.

Blogger Polwan Polres Sanggau Siap Melawan Hoax

Blogger Polwan Polres Sanggau. Siap Melawan Hoax menjelang pemilukada seluruh polwan polres sanggau lagi lagi perangi Hoax melalui media sosial di polres sanggau.  Rabu (21/2).
Hebat, tidak bosannya polwan Polres Sanggau melawan Hoax untuk keamanan,  kelancaran,  dan ketentraman menjelang Pemilukada ini, dimana dari sejak dulu telah kita ketahui bahwa setiap pemilihan ketua Daerah banyak menimbulkan kontroversi dan persaingan – persaingan  sehingga berakibat kerusuhan diantara pendukung para Cabup dan Cawabup.
Untuk mengatasi atau mengurangi terjadinya kerusuhan, kecurangan dan hal yang tidak diinginkan lainnya, seluruh Polwan Polres Sanggau berlomba – lomba dalam meberantas berita Hoax agar masyarakat dan terkhusus pendukung para Cabup dan Cawabup tidak mudah terhasut dan terpengaruh oleh berita yang belum tentu kebenarannya.
Salah satu Polwan mengatakan “kami seluruh polwan polres sanggau dibantu segenap personil polres sanggau akan selalu berusaha memberikan informasi terkini dan real kepada masyarakat, untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang beredar”.
Kegiatan ini sangat didukung oleh Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan yang selama ini siap memfasilitasi baik dari segi Ilmu melalui Pelatihan Cyber troops maupun hal lainnya. Dengan adanya kegiatan ini polwan polres sanggau berharap pemilukada tahun ini aman dan bebas dari berita Hoax.

Pakar SEO Berikan Pelatihan Kounter Opini di Polres Sanggau

Sebuah Arsip Berita pelatihan cyber troop yang dilaksanakan oleh Polres Sanggau dan jajaran melaksanakan pelatihan Cyber Troops pada tanggal 29 Januari 2018 sampai 01 Februari 2018 bertempat di Aula Sementara Polres Sanggau. Kegiatan .pelatihan tersebut dihadiri sekitar 70 peserta yang berasal dari kewilayahan dan diberikan materi langsung oleh Muh. Khoirul Amin, seorang ahli Teknik Informatika di Surabaya. Pelatihan ini dilaksanakan atas perintah Kapolres Sanggau, AKBP. Rachmad Kurniawan, S.H, S.IK, M.M yang tujuannya adalah agar anggota Polres Sanggau memiliki kemampuan untuk melihat perkembangan situasi di masyarakat melalui internet. Selain itu, melihat banyaknya ujaran kebencian yang berkembang melalui media sosial saat ini, maka Kapolres Sanggau memandang penting untuk dibentuknya suatu pasukan yang bisa memonitor hal tersebut.

            Dengan dibentuknya pasukan Cyber, Kapolres Sanggau mengharapkan Pilkada 2018 khususnya di Kabupaten Sanggau dapat terlaksana dengan aman. Anggota yang melaksanakan pelatihan dituntut mampu melihat perkembangan terkait Pilkada dan apabila ada oknum yang menyebar hoax untuk memanaskan suasana, adalah tugas pasukan Cyber untuk memonitor dan melaporkan hal tersebut kepada pimpinan untuk segera ditindak lanjuti.

            Pelatihan seperti ini belum banyak dilaksanakan di Instansi Kepolisian. Untuk Polda Kalimantan Barat sendiri, Polres Sanggau adalah yang pertama kali melaksanakan kegiatan pelatihan tersebut. Dengan dilaksanakannya kegiatan pelatihan Cyber Troops di Polres Sanggau, diharapkan dapat ditiru dan dilaksanakan Polres lain di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat khususnya.

Gandeng Pakar SEO, Kapolres Jember Bentuk Blogger Jogo Jember

Mengantisipasi berbagai macam penyebaran informasi Hoax di media sosial (Medsos), Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono, S.I.K., M.Si., menyiagakan Komunitas Blogger Jogo Jember.

Melalui terobosan baru berbasis IT dengan menggandeng pakar SEO Muhammad Khoirul Amin, S. Kom., M. Kom., AKBP Aris Supriyono, S.I.K., M.Si., berharap inovasi ini mampu mengantisipasi penyebaran berita – berita hoax dan menyebarluaskan kegiatan-kegiatan Polisi khususnya Polres Jember dan berharap juga membuat kontra narasi dan viralisasi diberbagai media sosial.

Dituturkan AKBP Aris, blogger maupun pegiat media sosial saat ini dianggap sangat penting, dikarenakan lebih aktif bersosialisasi langsung dengan warga net.

“Maka dari itu, kami siap gaungkan Komunitas Blogger Jogo Jember sebagai upaya kepolisian untuk menangkal berita bohong (Hoax) di semua platfrom medsos,” ujar Aris, Kamis (28/05/2020) malam.

Disisi lain, masih kata Aris, kreatifitas para penulis dalam menyajikan artikel pada pemberitaan di dunia maya diharuskan singkat, padat, akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Namun tetap memakai pola kalimat yang benar sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia, yakni SPOK (subyek, predika, obyek dan keterangan). Sehingga pesan yang disampaikan oleh kepolisian betul-betul mengena dan tepat serta mudah di terima masyarakat,” jelasnya

Pakar SEO : Kinerja Polri Dalam Halau Covid-19 Harus Bisa Jadi Jejak Digital

Sebuah jejak digital memang saat ini ramai dibincangkan dikalangan pelaku dunia digital, dengan berbagai strategi semuanya ingin membuat sebuah jejak digital dalam semua langkahnya di Online.

Dalam hal jejak digital , Kepolisian dinegara manapun selalu berada dalam sebuah dilema kepentingan kekuasaan yang selalu menjadi garda terdepan perbedaan pendapat antara kekuasaan dengan masyarakatnya.

Sistem kepolisian suatu negara sangat dipengaruhi oleh Sistem Politik serta control social yang diterapkan.

Pakar SEO dan juga pencetus komunitas blogger polri Muhammad Khoirul Amin, SH., S.Kom., M.Kom kepada semua Tim Medsos dan Bloggernya berharap “Kinerja Polri wajib dan harus menjadi jejak digital pada semua platform, mulai media online, Media Sosial, Blogger, dll, (06/7/2020).

Hal itu dimaksudkan bukan untuk sebuah pencitraan, namun sebagai catatan sejarah khususnya saat ini bahwa di masa Pandemi ini POLRI telah berada di garis depan dalam penanganan Covid-19, tegas Amin, sapaan akrabnya.

“Sehingga dikemudian hari disaat Indonesia sudah terbebas dari Covid-19 ini, Jejak Digital Kerja Keras Polri akan tetap bisa dilihat oleh generasi penerus bangsa ini, pungkasnya.

Pakar SEO Tancap Gas Bersama Polres Gresik

Polres Gresik, pakar SEO M.Khoirul Amin beserta tim dari Cyber Troop, di Putri Cempol Kabupaten Gresik memberikan pelatihan kehumasan Polres Gresik dan untuk wilayah Gresik dalam conter opini medsos, Senin (23/7) pukul 08.00 wib.

Hadir dalam acara tersebut, Kapolres Gresik AKBP. Wahyu S Bintoro, SH., Sik. Msi dan Kabag Penum Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Syahardiantono. Sik beserta Tim Dari Mabes Polri.

Pelatihan kehumasan dalam conter opini ini membahas tentang cara mencegah atau menangkal berita berita hoax dan radikalisme yang terjadi di medsos secara umum maupun di Polres Gresik.

M.Khoirul Amin (Amin sapaan akrab) pakar SEO ini mengatakan, banyaknya berita hoax yang tersebar di medsos terkadang membuat kita tidak bisa monitor setiap saat, Cyber Troop hadir di Polres Gresik memberikan cara mengatasi atau menangkal berita berita Hoax dan Radikalisme di medsos.

Lanjut Amin, Cyber Troop juga memberikan metode kontra narasi radikalisme dan cara penyebaran artikel artikel anti radikalisme di medsos (Facebook, Instagram dan Twitter)

Selain menciptakan Cyber Troop Kontra narasi di Polres Gresik ini, Amin beserta tim juga merencanakan membuat komunitas Blogger Polisi Santri, Blogger Polri Santri tersebut untuk memberitakan kegiatan Islami yang terjadi di Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP. Wahyu S Bintoro, SH., Sik. Msi dalam sambutannya mengatakan, terima kasih kepada tim dari Cyber Troop Amin dan kawan kawan yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan pelatihan Kontra Narasi mencegah dan menangkal berita berita hoax, radikalisme dan Blogger Polisi Santri di Polres Gresik ini.

Polri khususnya Polres Gresik tidak bisa setiap saat monitor berita berita hoax dan radikalisme yang terjadi dimedsos. “Hoax merupakan berita yang bisa merugikan instansi terkait dalam hal ini Polri dan apabila sudah menyebar di masyarakat luas maka hoax tersebut akan menjadi suatu dilema sehingga masyarakat akan percaya berita tersebut,” ucap Kapolres.

“Adanya Cyber Troop ini sangat membantu kinerja Polri khususnya Polres Gresik atasi berita berita hoax dan radikalisme serta cara menyebarkan artikel artikel anti radikalisme di sosmed,” tutup Kapolres Gresik AKBP. Wahyu S Bintoro, SH., Sik. Msi.