Jangan Tunggu Ayam Jantan Berkokok Untuk Berikan Edukasi Tentang Covid-19

Kalimat semangat jangan tunggu ayam jantan berkokok untuk memberikan edukasi adapatasi kebiasaan baru ke warga surabaya kali ini mungkin cocok diberikan untuk para panitia dan juri Vlogger Polrestabes Surabaya,. pasalnya seluruh panitia dan juri yang di pimpin lansung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. Jhonny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P.  berkumpul hampi sampai jam 12 malam.

semua yang hadir disana saling sharing untuk menentukan siapa pemenang lomba Vlogger Millenial New Normal atau dalam Bahasa baru ” Adaptasi Kebiasaan Baru “. dalam konteks lomba ini sebenarnya yang diutamakan adalah pentingnya edukasi yang berbentuk video vlog akan disampaikan lansung ke warga surabaya, sehingga bisa mencapai ke semua lapisan masyarakat surabaya yang mempunyai harapan warga surabaya akan lebih memahani arti dari adaptasi kebiasaan baru.

Baca Juga : Mci IndonesiaManfaat Bioglass

dokpri
dokpri

Akbp Memo Ardian SIK dalam hal ini Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya , terlihat paling sibuk dalam memberikan arahan dan strategi agar lomba ini mencapai tujuan yang diharapkan. karena ada beberapa informasi bahwa lomba vlogger polrestabes surabaya ini tidak hanya sampai disini saja , tapi masih ada tahapan tahapan lomba vlog lainnya berdasarkan tematik lomba vlog yang sudah ditentukan, berikut foto foto kegiatan para panitia dan juri di polrestabes surabaya yang terlihat santai duduk lesehan di halaman Mako Polrestabes Surabaya

Artikel Kesehatan :

Bioglass Dan Manfaatnya Nyata

Bioglass Produk Kesehatan 

 

Adaptasi Kebiasaan Baru Adalah Wujud Cara Hidup Sehat

Adaptasi Kebiasaan Baru mulai dirasakan Manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat , sebuah diksi pengganti Kalimat New Normal itu memang lebih mengena di pemikiran warga indonesia, sehingga masyarakat indonesia lebih bisa mengikuti cara hidup dengan metode adaptasi Kebiasaan Baru.

Di Wilayah Jember , sebuah wilayah bagian Timur Pulau Jawa juga menerapkan hal sama, dengan getolnya Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono dalam memberikan Edukasi adaptasi Kebiasaan baru, warga jember pun mulai menerapkan metode tersebut dalam kehidupan sehari hari.

Bagi Kapolres Jember , Keselamatan dan Kesehatan Warga Jember adalah paling utama. Adaptasi Kebiasaan Baru ini juga merupakan sebuah strategi Pencegahan terhadap penyebaran virus covid-19 , dengan tetap terapkan Rajin cuci tangan dengan menggunakan Sabun, beretika ketika sedang batuk, selalu rajin gunakan masker jika keluar rumah dan hindari kontak secara lansung.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono berharap agar semua warga jember mematuhi protokol kesehatan tersebut, agar kita bisa menjalani kehidupan dengan sehat dan tetap selamat. Paparnya..

Ini Rahasia Puluhan Santri Gontor Cepat Sembuh dari Covid-19

Ponorogo – Sebanyak 48 santri dari 52 santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2 yang terkonfirmasi Covid-19 dinyatakan sembuh.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan pada Rabu, 22 Juli 2020, ada 11 pasien sembuh dan delapan di antaranya santri Gontor. Sedangkan tiga pasien lainnya adalah pasien nomor urut 64 asal Patihan Kidul, nomor 73 asal Panjeng, dan nomor 82 asal Keniten.

“Kabar buruknya hari ini penambahan lagi satu orang santri Ponpes Gontor 2 (terkonfirmasi Covid-19),” kata Ipong.

Ipong menuturkan saat ini ada 57 santri Ponpes Modern Darussalam Gontor Kampus 2 yang masih menunggu hasil pemeriksaan PCR. Ke-57 santri tersebut saat ini sedang menjalani isolasi secara mandiri di dalam pondok dengan pemantauan ketat Satgas Covid 19 Ponpes Gontor.

“Kembali saya ingatkan kepada seluruh warga Ponorogo mari kita kompak bersama-sama berupaya memutus rantai penularan Covid-19,” tutur Ipong.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Pondok Modern Darussalam Gontor M. Adib Fuadi Nuriz mengatakan sebanyak 41 santri yang sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi telah dinyatakan sembuh. Mereka sebelumnya dirawat di RS Lapangan Covid-19 Indrapura, Surabaya, dan sudah dipulangken ke pondok menggunakan dua bus dari Surabaya.

Mereka disambut dengan salawat badar oleh keluarga besar PMDG Kampus 2 di Lapangan Sintesa. Menurutnya penyambutan 41 santri yang sembuh dari Covid-19 ini sebagai perwujudan rasa syukur atas kesembuhan dan kembalinya mereka.

“Tujuan penyambutan ini agar para santri tersebut bisa berbesar hati dan dapat kembali beraktivitas ibadah dan belajar sebagaimana biasa,” kata Adib.

Tim Supervisi Kampung Tangguh Polres Jember Tinjau Di Gumukmas

Polres Jember –Polsek Gumukmas. Dalam upaya menghadapi, mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona maupun percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 dengan membentuk “Kampung Tangguh Semeru Desa Gumukmas”, Siang ini supervisi Sub. IV KTS Covid-19 (Kampung Tangguh Semeru) yang dipimpin oleh Kasat intelkam Polres Jember AKP Darto Darmawan, SH. dengan didampingi 9 anggota KTS Covid-19 Polres Jember melakukan kunjungan Supervisi sekaligus melakukan peninjauan “ Kampung Tangguh Semeru Covid-19 ” di Desa Gumukmas Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Minggu (14/06/2020) siang.

Kapolsek Gumukmas AKP Kusnoto,S.Pd. meyambut Rombongan Supervisi dari Polres Jember dengan di ikuti Kepala Desa Gumukmas beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa , Tim Medis dari Puskesmas Gumukmas, Satgas Covid 19 dan relawan gugus tugas Covid-19 Desa Gumukmas Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember.

AKP Hery Wahyono,SH. selaku yang mewakili Ka. Tim Supervisi Kampung Tangguh Semeru Covid-19 di Kecamatan Gumukmas menekankan agar fokus terhadap penurunan jumlah korban positif COVID-19. Eleminir dampak sosial dan ekonomi dari persebaran COVID-19, terapkan Kampung Tangguh Semeru Covid-19 sesuai skema yang sudah dikonsepkan dan bentuk tim yang tangguh.

Supervisi tersebut dilaksanakan untuk asistensi dan mengevaluasi keberadaan Kampung Tangguh Semeru (KTS) Covid19 diwilayah Gumukmas yaitu di Posko KTS Covid-19 Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas kecamatan Gumukmas.

Selesai memberikan arahan, AKP Hery Wahyono,SH. bersama tim supervisi mengecek kesiapan Kampung Tangguh Semeru (KTS) Covid-19 baik admintrasi/data maupun kelengkapan lainnya yang ada di Kampung Tangguh Semeru Covid-19 Kecamatan Gumukmas tersebut.

Kapolsek Gumukmas AKP Kusnoto,S.Pd. menerangkan bahwa selama kegiatan Supervisi dari Polres Jember tersebut untuk posko kampung tangguh Semeru Covid-19 di wilayahnya sudah memenuhi syarat baik dari petugas, sarana dan prasarana serta administrasi maupun data,”ucap Kapolsek.

Halau Covid-19 Kapolres Jember Canangkan Polisi Peduli Santri

Pemandangan Adem di Saat Kapolres Jember Canangkan Polisi Peduli Santri

dokpri

Berbagai upaya dilaksanakan dalam antisipasi wabah covid-19 oleh semua institusi di negara indonesia, begitu juga institusi polri, yang terus menerus getol ddan berupaya untuk membantu menangani dalam antisipasi penyebaran wabh covid-19.

Sebuah pemandangan yang membuat mata menjadi dingin disaat para santri yang ingin kembali ke pondok pesantren untuk menimba ilmu agama menjadi perhatian tersendiri oleh polisi. di wilayah jember disaat para santri dan santriwati kembali Ke Pondok Pesantrennya  Ratusan Santriwan Dan Santriwati Di Rapid Test dulu untuk memastikan kesehatan mereka.

Kali ini kegiatan tersebut sontak dilakukan oleh Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution, SH bersama personil Polsek Mayang dan Koramil Mayang, mendampingi Petugas Puskesmas Mayang melaksanakan Rapid Test terhadap 361 Orang Santriwan / Santriwati Pondok Pesantren Mayang di daerah jember , Kamis (11/6/2020).

dokpri
dokpri

seluruh santri tersebut kelihatan semangat dan senang sekali, sementara Kegiatan Rapid Test dilaksanakan di eks gedung UPTD Pendidikan Jalan Tanjungsari Dusun Krajan Desa Mayang Kecamatan Mayang Kabupaten Jember.Saat Tim Blogger polri konfirmasi kepada  Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution, SH, dia menjelaskan bahawa ” Kegiatan Rapid Test tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona covid-19 dimasyarakat, khususnya masyarakat yang berada di Kecamatan Mayang Kabupaten Jember.

karena disana ada banyak pondok pesantren, adapun Pondok Pesantren Mayang yang melaksanakan Rapid Test antara lain ; Ponpes Nurur Rohman Desa Tegalwaru Kec. Mayang dengan total Jumlah Santri sebanyak 73 orang, kemudian dilanjutkan dengan Ponpes Nurul Ulum Desa Sumber Kejayan Kec. Mayang dengan Jumlah Santri sebanyak 46 orang setelah itu  Ponpes Darul Muhlisin Desa Sumber Kejayan Kec. Mayang dengan Jumlah Santri sebanyak 242 orang

Dan Alhamdulilah Dari hasil pemeriksaan Rapid Test tersebut  seluruh Santriwan dan Santriwati dinyatakan Non Reaktif, ” Tambah Kapolsek Bejul.

Sementara itu Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono membenarkan dan sangat apresiasi kinerja anggotanya dalam melaksanakan Program Polisi Peduli Santri, dan mengajak semua anggotanya agar giat bekerja dan memabntu sesama, karena itu merupakan ibadah.

Polisi ini Dikira Pedagang Sayur Oleh Warga Jember

Polisi Tangguh, Walaupun Dikira Jualan Sayur Dia Tetap Tersenyum

Dok. pribadi

Sejenak kadang kita menganggap bahwa aparat itu cenderung arogan dan lain sebagainya, kadang juga warga sekitar anggap polisi itu selalu mencari cari kesalahan. coba kta sama sama lihat yang satu ini.. seorang polisi di jember sempat dikabarkan jualan sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga, padahal itu semua dilakukan untuk membantu warga semata

Sebut saja Bripka Totok adalah anggota Polsek Mumbulsari, Jember yang sehari-hari menjadi Bhabinkamtibmas di Desa Kawangrejo. entah apa yang dibenaknya , totok tiba tiba membeli sayur banyak dan kemudian di bagi bagi untuk tetangga dan warga sekitar.

Dia menerangkan bahwa sudah memulai kegiatan tersebut sejak Selasa (9/6/2020). dan aksi tersebut dilakukan atas inisiatif sendiri dan dengan dana sendiri.

begini penjelasan totok “Awalnya saya ngobrol sama istri soal keinginan saya ingin membantu masyarakat di desa. Bagaimana dengan uang Rp 100 ribu bisa membantu banyak masyarakat. Masukan dari istri kalau dibelikan beras, yang menerima kan sedikit, tapi kalau dibelikan sayur dapatnya banyak sekali,” ujar Bripka Totok.

Atas masukan tersebut, Bripka Totok bersama sang istri langsung membelanjakan uangnya untuk membeli berbagai jenis sayuran.

Dia menceritakan bahwa sayur-sayuran yang sudah dibeli itu diangkutnya dengan keranjang yang sebelumnya dipasang di sepeda motornya

Dengan karung yang telah penuh sayur itu Bripka Totok kemudian memacu sepeda motornya ke pinggir jalan desa yang biasa dilewati oleh ibu-ibu.

Pada aksi Awal, Bripka Totok ingin membatasi jumlah sayur yang diambil, yakni satu ikat sayur per orang. Namun, karena tingginya antusias masyarakat, dia mengaku tidak tidak tega.

“Jadi saya bebaskan saja mau ngambil berapapun,” tuturnya.

Bripka Totok bertekad bahwa aksi sosial yang sudah berlangsung dua hari ini yakni sejak Selasa kemarin, akan terus dilakukan.

Semoga saja kegiatan dan aksi yang tidak seberapa besar ini bisa mengurangi dan membantu warga sekitar . imbuhnya sambil tersenyum dan berpikir bagaimana caranya agar sayuran yang akan dibagikan ke warga bisa lebih banyak lagi