Rangga, bocah 10 tahun harus meninggal dengan cara yang tidak wajar karena dibunuh sekelompok orang yang hendak memperkosa ibu kandungnya. Apa yang dialami Rangga menjadi perhatian sejumlah kalangan, termasuk penceramah kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS).
Cerita bocah asal Kecamatan Birem Bayuen, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh itu menginsipirasi Ustaz Abdul Somad ( UAS )untuk mennyampaikan perasaan prihatinya dengan sebuah puisi dan menyampaikan hadits Rasulullah SAW bahwa kematian Rangga termasuk mati syahid.
Rasulullah Saw bersabda:
“Siapa yang terbunuh karena membela keluarganya, maka ia mati syahid”. (HR. at-Tirmidzi).
Ustadz Abdul Somad (UAS) juga membuat puisi mengenai Rangga di akun Instagramnya, yang berbunyi :
“Ananda Rangga. Dengan perbuatanmu engkau telah mengajarkan pada anak bangsa ini tentang arti menjaga kehormatan, walau mesti dibayar dengan nyawa. Engkau hadap Allah tanpa dosa, karena belum aqil baligh. Engkau mulia dengan derajat syahid,” tulis UAS seperti dilihat iNews.id, Sabtu, (17/10/2020).
Baca Saja: Jogo Suroboyo Dengan Deklarasi Pernyataan Sikap Menolak Aksi Anarkisme Di Surabaya
Ananda Rangga
Dengan perbuatanmu engkau telah mengajarkan pada anak bangsa ini tentang arti menjaga kehormatan, walau mesti dibayar dengan nyawa.
Engkau hadap Allah tanpa dosa, karena belum aqil baligh,Engkau mulia dengan derajat syahid.
Syahid berarti disaksikan, karena seluruh malaikat menyambut ruhmu.
Syahid berarti menyaksikan, karena engkau telah menyaksikan tempatmu di surga sebelum kematian tiba.
Engkau merasakan sakaratulmaut hanya seperti cubitan lembut pada kulit yang halus.
Engkau terbebas dari azab kubur dan hisab.
Ruhmu berada di paruh burung-burung berwarna hijau terbang kian kemari di dalam surga.
Bila engkau diberi Allah kuasa untuk memberi syafaat, berikanlah sebagiannya untuk hamba Allah yang hina: abdul somad
Rangga sebelumnya berusaha menyelamatkan ibunya saat akan diperkosa seorang residivis pada Jumat (9/10/2020) malam. Namun, pelaku SA (36) membacok Rangga dengan parang. Ibunya sempat meminta Rangga untuk lari menyelamatkan diri, namun, putranya menolak dan tetap melawan pelaku.
Rangga akhirnya mengembuskan napas karena luka bacok di tubuhnya. Jenazah Rangga telah dimakamkan di TPU Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, pada Minggu (11/10/2020) malam.Sementara pelaku saat ini sudah diamankan polisi.
Baca Saja: Begini isi Draft Asli Dukungan Bank Dunia Untuk Omnibus Law Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here