Penonton Film Bioskop Wajib Pakai Masker

Informasi dari jakarta terkait dibukanya tempat hiburan , Pemprov DKI Jakarta membuka kembali tempat hiburan di masa transisi PSBB. Salah satunya gedung bioskop yang dibuka sejak Senin (6/7/2020).

Hal itu tertuang dalam surat keputusan bernomor 140 tentang pelaksanaan PSBB untuk sektor pariwisata masa transisi menuju masyarakat aman, sehat, dan produktif.

“Tempat pemutaran film (bioskop) dapat beroperasi pada perpanjangan fase I masa transisi,” seperti yang dikutip dalam surat keputusan yang ditandatangani Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, Selasa (7/7/2020). (Baca juga: DKI Mulai Perbolehkan Masyarakat Gelar Pertunjukan di Luar Ruangan)

Dia memberi sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pengelola untuk mencegah penularan Corona. Salah satunya adalah menyediakan ruang isolasi sementara bagi pengunjung yang terindikasi tertular Covid-19 dengan gejala suhu badan yang melampaui batas normal.

“Manajemen wajib menyediakan ruang isolasi sementara apabila ditemukan pengunjung bersuhu badan di atas 37,3 derajat celcius,” tegasnya. (Baca juga: Pasar Darurat Green Garden Berpotensi Jadi Klaster Baru Covid-19)

Selain itu, menjaga jarak aman antarpenonton di ruangan bioskop juga harus tetap dilakukan. Caranya membatasi jumlah penonton di setiap pertunjukan.

Lalu bagi mereka yang datang tanpa mengenakan masker, Cucu meminta supaya tidak diperkenankan masuk ke ruang bioskop demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. “Tidak melayani pengunjung yang tidak menggunakan masker,” katanya.

Edukasi New Normal Sebuah Persiapan Untuk Surabaya Selamat Dan Sehat

Polrestabes Surabaya Gaungkan Program 5S, Semangat Selamat Sehat Sahabat Surabaya

SURABAYA – Dalam mengemban tugas dan tanggungjawabnya sebagai pucuk pimpinan Polri di Kota Surabaya, Kombes Pol. Jhonny Edison Isir, S.l.K., M.T.C.P bersama timnya gaungkan program 5S.

5S seperti yang di gaungkan Kapolrestabes yakni Semangat Selamat Sehat Sahabat Surabaya yang mempunyai tata nilai filosofi tersendiri.

1. Semangat yang bermakna Keinginan Kuat dan Menjiwai Kehidupan

2. Selamat maknanya terbebas dari bahaya, malapetaka dan bencana.

3. Sehat yang berarti dalam keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

4. Sahabat menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan, afeksi dan perasaan berdasarkan tatanan kehidupan manusia.

5. Surabaya adalah kota kita yang terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan, karena sejarahnya sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek – Arek Suroboyo
(Pemuda – pemuda Surabaya).

Lomba Vlog Polrestabes Surabaya Dapat Apresiasi Kabid Humas Polda Jatim

Berbagai cara dan kegiatan dilaksanakan dalam Persiapan menghadapi masa New Normal di Kota Surabaya, mulai memberikan himbauan berupa selebaran,  video dan lain sebagainya, Sementara itu Polrestabes Surabaya sebuah institusi Kepolisian di Kota Pahlawan juga tidak tinggal diam, berbagai cara dilakukan untuk memberikan edukasi untuk warga Surabaya terkait persiapan New Normal

Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. Jhonny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P. lansung menggelar lomba Vlog Dengan Tema “Generasi Millenial Siap Menghadapi New Normal Life”.   dengan adanya lomba ini diharapkan peserta lomba mampu memberikan atau membuat video video yang sifatnya berupa himbauan dan edukasi terkait New Normal

Sementara itu Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko SIK , memberikan apresiasi tersendiri atas kegiatan lomba Vlog Polrestabes Surabaya, Menurut Trunoyudo ( sapaan akrab Kabid Humas Polda Jatim ) 

” Video Blog atau disingkat Vlog atau disebut juga Vloging merupakan salah satu sarana media yg juga dapat menjadi sumber informasi dan inspirasi yang mampu mengedukasi, perkembangan Vlog tersebut sangat di gandrungi semua pihak, dan juga Sarana pembuatannya sangat akrab dengan kita, yaitu cukup dengan gunakan Device handphone berkamera atau visualisasi antara gambar visual dan voice/suara ” paparnya.


“Dengan Lomba Vlog Polrestabes Surabaya, merupakan sebuah  wahana mendidik seluruh masyarakat untuk memberikan ruang bagi para seluruh Vlog berpartisipasi aktif mandiri ini sangat positif dikembangkan dan apresiasi, dan  Vlog juga terkadang direprestasikan sebagai blog pribadi yang dahulu dalam bentuk tulisan dan kata, kini berganti menjadi visual, Vlog seperti halnya blog bukan tidak mungkin akan menjadi tren sesaat namun sangat dinamis ” imbuhnya.

Berikut beberapa gambar terkait informasi Lomba Vlog Polrestabes Surabaya

dok. Humas Polrestabes Surabaya

dok. Humas Polrestabes Surabaya

dok. Humas Polrestabes Surabaya

dok. Humas Polrestabes Surabaya

dok. Humas Polrestabes Surabaya

dok. Humas Polrestabes Surabaya

Risma Tidak Terima, Surabaya Disebut Bakal Jadi Seperti Wuhan

Saat ini semua sudah tahu dan menyadari bahwa Wabah Virus Corona masih jadi momok bagi masyarakat dunia.

Di Tanah Air khususnya, meski sudah memasuki masa New Normal, namun angka kasus positif tak ada penurunan yang berarti. Bahkan salah satu kota besar di Indonesia, Surabaya mengalami lonjakkan kasus.

Melansir TribunManado.co.id, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma mempertanyakan hasil penelitian Universitas Airlangga (Unair). Yang menyebut mengenai tingkat kepatuhan warga Kota Surabaya terhadap protokol kesehatan, terutama pemakaian masker.

Risma juga menunjukkan reaksi tak terduga saat ada yang menyebut Surabaya bakal seperti Wuhan.Wuhan adalah kota di China yang menjadi episentrum pertama Virus Corona atau COVID-19.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi sebelumnya menyebut, Surabaya bakal menjadi seperti Wuhan dalam penularan Covid-19.

Saat itu Joni Wahyuhadi menyebutkan 65 persen kasus Covid-19 Jawa Timur berasal dari Surabaya Raya ( Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik ).

“Ini tidak main-main, kalau kita tidak hati-hati maka Surabaya bisa jadi Wuhan,” kata Joni, Rabu (27/05).

Menanggapi hal itu, Risma mengaku tidak terlalu mempedulikan. “Terserah mau dibilang apa, mau dibilang Wuhan, mau dibilang apa lah.

Saya gak ngurus itu,” kata Risma dalam acara Rosi Kompas TV, Kamis (02/07).

Risma mengakui, Wuhan sebelum terkena penyakit juga bagus.

“Artinya saya tidak mengurusi Surabaya sebagai Wuhan atau sebagai zona hitam, pekat atau gelap atau gak kelihatan yang saya urusi pasien dan warga saya,” katanya.

Menurut Risma, lebih penting dari urusan itu adalah keselamatan warganya. “Bagi saya keselamatan warga saya itu nomor satu. Jangankan resikonya kena saya itu saya terima.

Mau dikatakan Surabaya seperti apa, monggo. Saya juga gak pernah nyebut Surabaya seperti apa.

Yang paling penting saya tangani pasien dan warga saya. Supaya tidak ada yang jadi korban. Iya kalau saya terlambat, kalau kemudian ada yang meninggal, dia menjadi anak yatim. Kan berat saya Saya mending konsentrasi di sini. Kan jadi energi kami habis untuk melakukan itu.Padahal pasien-pasien ini butuh pertolongan,” tegasnya.

Saat disinggung terkait hasil penelitian FKM unair yang menjadi rujukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bahwa tingkat kepatuhan warga Surabaya Raya pada protokol pencegahan Covid-19 rendah, Risma langsung menampiknya. “Mohon maaf mbak, coba dicek lagi, penelitian itu untuk mana. Bukan untuk Surabaya.

Mbak Rosi, harus cari buku asli. Itu sudah dibantah oleh Persakmi bahwa itu bukan untuk Surabaya Raya,” kata Risma.

Risma kembali mempertanyakan penelitian yang dipakai rujukan Gubernur Jatim saat melaporkan ke Presiden Jokowi ketika kunjungan kerja di Surabaya beberapa waktu lalu.

“Sebetulnya penelitian itu, dimana dan kapan dan untuk di mana. Saya kira kita tidak perlu ngomong itu. Menurut saya itu pelanggaran besar. Kita tidak bisa asal mengambil saja,” katanya.

Rosi pun mempertanyakan apakah warga Surabaya termasuk bandel? Risma meminta melihatnya sendiri.

“Warga surabaya bandel? saya tidak perlu sampaikan itu. Silahkan saja dilihat sendiri. Saya tidak belani warga saya, silahkan dicek di Surabaya kondisinya seperti apa. Supaya tidak fitnah,” tukasnya. (*)

Apakah Sudah Ditetapkan Ulang Tahun Humas Polri

Mungkin sudah biasa jika kita membaca atau melihat informasi sebuah HUT atau ulang tahun sebuah departemen dan institusi, Sepertia contoh ulang tahun Bareskrim Polri atau Ulang Tahun Lalu Lintas bahkan ulang tahun polwan pun ada. Dan apakah pernah kita berpikiri dan sedikit analisa kapan sebenarnya dan kira kira kapan mulai dibentuknya Humas dan Peran Humas Polri untuk sebuah penyebaran informasi di indonesia.

Pertanyaan simpel ini dibahas sambil santai oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko SIK, bersama dengan Muhammad Khoirul Amin SH S.Kom M.Kom Juri utama lomba blogger kampung tangguh Polda Jatim, disaat keduanya santai dan membahas berbagai macam sejarah indonesia dan juga dunia.

Sebuah Pertanyaan di benak masing masing, ” kapan ya ulang tahun humas polri atau kapan humas polri itu pertama kali dibentuk ” tanya kabid humas jatim ke Pakar SEO tersebut.. Amin yang juga hobi membaca literasi dan artikel sejarah tersebut secara spontan saja menjawab… ” coba kita lihat sejarah, kapan polri dibentuk, dan kapan pertama kali polri memberikan informasi untuk indonesia..? disitulah menurut saya peran Humas Polri pertama kali dilaksanakan, ” Jawab amin

Jika kita lihat sejarah tentang pidato Bung Karno di berbagai lapangan perjuangan itu merupakan fungsi humas, disaat kita membaca sejarah bung tomo dengan kalimat semangat arek arek Suroboyo yang disiarkan melalui Radio itulah sebuah fungsi Humas. 

Oke sekarang Ayo Kita kembali ke konteks ulang tahun Humas Polri, kemudian kira kira kapan polri memberikan informasi untuk masyarakat indonesia ??? 

Kombes Pol Trunoyudo ” mungkin dan akan lebih baik jika kita mampu mengulas sejarah sebentar terkait peran humas di institusi Polri di Jaman Kemerdekaan, dengan begitu paling tidak kita tahu dan bisa analisa kira kira kapan humas polri dibentuk ” papar trunoyudo.