Blog

  • Aksi 28 Oktober Tertib, Kapolda Metro Jaya Sampaikan Terima Kasih

    Aksi 28 Oktober Tertib, Kapolda Metro Jaya Sampaikan Terima Kasih

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan pelayanan humanis yang ditunjukkan oleh para anggota kepolisian di lapangan. Apresiasi khusus ini diberikan seiring dengan pengamanan dan pengawalan aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang berlangsung pada 28 Oktober 2026.Dalam momentum tersebut, pendekatan yang humanis dinilai berhasil menciptakan situasi yang kondusif, aman, serta tertib bagi seluruh pihak yang terlibat.

    Selain apresiasi dari Kapolda Metro Jaya, pihak Kepolisian Republik Indonesia juga turut menerima apresiasi langsung dari Kapolri atas profesionalisme pengamanan yang mengedepankan sisi humanis. Langkah ini diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai wujud komitmen aparat penegak hukum dalam mengawal hak menyampaikan pendapat di muka umum dengan tetap menjaga ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat luas.

  • Aksi 28 Oktober Tertib, Kapolda Metro Jaya Sampaikan Terima Kasih

    Aksi 28 Oktober Tertib, Kapolda Metro Jaya Sampaikan Terima Kasih

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan pelayanan humanis yang ditunjukkan oleh para anggota kepolisian di lapangan. Apresiasi khusus ini diberikan seiring dengan pengamanan dan pengawalan aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang berlangsung pada 28 Oktober 2026.Dalam momentum tersebut, pendekatan yang humanis dinilai berhasil menciptakan situasi yang kondusif, aman, serta tertib bagi seluruh pihak yang terlibat.

    Selain apresiasi dari Kapolda Metro Jaya, pihak Kepolisian Republik Indonesia juga turut menerima apresiasi langsung dari Kapolri atas profesionalisme pengamanan yang mengedepankan sisi humanis. Langkah ini diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai wujud komitmen aparat penegak hukum dalam mengawal hak menyampaikan pendapat di muka umum dengan tetap menjaga ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat luas.

  • Kapolda Metro Jaya Sampaikan ucapan terima kasih kepada massa aksi yang telah menyampaikan pendapat dengan baik, tertib

    Kapolda Metro Jaya Sampaikan ucapan terima kasih kepada massa aksi yang telah menyampaikan pendapat dengan baik, tertib

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan pelayanan humanis yang ditunjukkan oleh para anggota kepolisian di lapangan. Apresiasi khusus ini diberikan seiring dengan pengamanan dan pengawalan aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang berlangsung pada 28 Oktober 2026. Dalam momentum tersebut, pendekatan yang humanis dinilai berhasil menciptakan situasi yang kondusif, aman, serta tertib bagi seluruh pihak yang terlibat.

    Selain apresiasi dari Kapolda Metro Jaya, pihak Kepolisian Republik Indonesia juga turut menerima apresiasi langsung dari Kapolri atas profesionalisme pengamanan yang mengedepankan sisi humanis. Langkah ini diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai wujud komitmen aparat penegak hukum dalam mengawal hak menyampaikan pendapat di muka umum dengan tetap menjaga ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat luas.

  • Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto kembali mendatangi massa aksi saat hujan deras mengguyur Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) malam. Mulanya Dadang berjalan di seberang titik aksi. Hujan belum cukup deras.

     

    Kemudian Dadang berbelok, melewati pembatas jalan pada celah yang ada. Saat itu massa aksi sudah banyak yang membubarkan diri. Baca juga: Kapolda Metro Temui Massa Demo di Bundaran HI, Tampung Curhatan Ibu-ibu Begitu rombongan Dadang tiba di depan Menara UoB, sejumlah massa aksi maju membawa water barrier hingga kayu panjang. Hujan seolah tak mengganggu upaya mereka menembus barikade polisi. Pukul 19.06 WIB, beberapa massa aksi masih berusaha maju mendekati barikade polisi. Gagal Menuju Istana, Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tuntutan di Medan Merdeka Selatan Artikel Kompas.id “Terima kasih teman-teman atas aspirasinya hari ini, silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata Dadang lewat pengeras suara.

    Beberapa orang mendekat ke Dadang yang dibarikade dengan sejumlah perisai. Mereka bilang ingin berbicara langsung dengan Dadang. “Kami tuh di sini sedih dan kecewa pak. Berhari-hari kami turun ke jalan. Pemerintah kita enggak pro ke rakyat. Kebakaran hutan empat bulan, enggak ada penanganannya,” kata salah satu massa aksi kepada Dadang. Massa aksi lainnya, yang masih menggunakan jas almamater bilang bahwa dia butuh bantuan Dadang untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah. “Bapak dengar dulu aspirasi mahasiswa.

    Karena kami enggak dapat sampaikan kepada DPR, enggak bisa juga kepada Presiden Prabowo. Bapak yang bisa menyampaikan,” tutur dia. Baca juga: Massa Aksi dan Polisi Bubar, Jalanan Sekitar Bundaran HI Dibuka Kembali Menanggapi permintaan itu, Dadang bilang bahwa mereka bisa menyampaikan pesan itu di lokasi tanpa perlu harus sampai ke Bundaran HI. “Sekarang kan jaman IT. Semua kan mendengar dan melihat, pembicaraan kita ini sudah tercover dengan IT, tidak harus ke HI lho,” ujar Dadang. Massa aksi sempat bertahan beberapa waktu kemudian di depan Menara UoB sampai akhirnya polisi mengerahkan mobil pengurai massa (Raisa) untuk membubarkan massa aksi.

  • Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    JAKARTA, KOMPAS.com- Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto kembali mendatangi massa aksi saat hujan deras mengguyur Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) malam. Mulanya Dadang berjalan di seberang titik aksi. Hujan belum cukup deras. Kemudian Dadang berbelok, melewati pembatas jalan pada celah yang ada. Saat itu massa aksi sudah banyak yang membubarkan diri. Baca juga: Kapolda Metro Temui Massa Demo di Bundaran HI, Tampung Curhatan Ibu-ibu Begitu rombongan Dadang tiba di depan Menara UoB, sejumlah massa aksi maju membawa water barrier hingga kayu panjang. Hujan seolah tak mengganggu upaya mereka menembus barikade polisi. Pukul 19.06 WIB, beberapa massa aksi masih berusaha maju mendekati barikade polisi. Gagal Menuju Istana, Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tuntutan di Medan Merdeka Selatan Artikel Kompas.id “Terima kasih teman-teman atas aspirasinya hari ini, silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata Dadang lewat pengeras suara.

    Beberapa orang mendekat ke Dadang yang dibarikade dengan sejumlah perisai. Mereka bilang ingin berbicara langsung dengan Dadang. “Kami tuh di sini sedih dan kecewa pak. Berhari-hari kami turun ke jalan. Pemerintah kita enggak pro ke rakyat. Kebakaran hutan empat bulan, enggak ada penanganannya,” kata salah satu massa aksi kepada Dadang. Massa aksi lainnya, yang masih menggunakan jas almamater bilang bahwa dia butuh bantuan Dadang untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah. “Bapak dengar dulu aspirasi mahasiswa.

    Karena kami enggak dapat sampaikan kepada DPR, enggak bisa juga kepada Presiden Prabowo. Bapak yang bisa menyampaikan,” tutur dia. Baca juga: Massa Aksi dan Polisi Bubar, Jalanan Sekitar Bundaran HI Dibuka Kembali Menanggapi permintaan itu, Dadang bilang bahwa mereka bisa menyampaikan pesan itu di lokasi tanpa perlu harus sampai ke Bundaran HI. “Sekarang kan jaman IT. Semua kan mendengar dan melihat, pembicaraan kita ini sudah tercover dengan IT, tidak harus ke HI lho,” ujar Dadang. Massa aksi sempat bertahan beberapa waktu kemudian di depan Menara UoB sampai akhirnya polisi mengerahkan mobil pengurai massa (Raisa) untuk membubarkan massa aksi.

  • Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Bersama Mahasiswa Bersatu Gelar Deklarasi di HI

    Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Bersama Mahasiswa Bersatu Gelar Deklarasi di HI

    Antara

    Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuanganpada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

    “Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

    Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

    Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

    “Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

    Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

    “Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

    Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

    (Ad/hn/rs)

  • Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks dan Provokasi

    Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks dan Provokasi

    Antara

    Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

    “Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

    Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

    Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

    “Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

    Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

    “Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

    Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

    (Ad/hn/rs)

  • Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks dan Provokasi

    Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks dan Provokasi

    Antara
    Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

    “Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

    Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

    Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

    “Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

    Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

    “Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

    Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

    (Ad/hn/rs)

  • Dirpolairud Polda Sulut Tinjau Pos Pantau Air

    Dirpolairud Polda Sulut Tinjau Pos Pantau Air

    Sumber: berita Sulawesi

    Sumber: berita Sulawesi

    Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana banjir, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., meninjau Pos Pantau Air Tondano di Kelurahan Dendengan Luar, Kabupaten Minahasa, Rabu (28/10/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, Kombes Pol. Bayuaji didampingi Kasubdit Patroli Polairud Polda Sulut, Kompol Thalib. Kedatangan rombongan disambut petugas penjaga pos pantau, Ibu Wati. Mereka kemudian melakukan peninjauan langsung terhadap kawasan bendungan dan kondisi aliran sungai sebagai bagian dari upaya memantau potensi peningkatan debit air.

     

    Kombes Pol. Bayuaji menegaskan bahwa pemantauan kondisi sungai perlu dilakukan secara rutin, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak banjir. Langkah antisipatif tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus meminimalkan risiko yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

    Menurutnya, kewaspadaan terhadap ancaman banjir harus menjadi perhatian bersama dan tidak hanya dilakukan ketika musim hujan tiba. Pemantauan secara berkelanjutan diperlukan agar perubahan kondisi air dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan.

    Selain memastikan kondisi pos pantau, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem peringatan dini di lingkungan masyarakat. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan perubahan debit air, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya.

    Polairud Polda Sulut juga terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, petugas pemantau, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Melalui koordinasi yang baik, upaya pencegahan dan penanganan diharapkan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terukur.

    Kombes Pol. Bayuaji menegaskan bahwa kehadiran Polairud merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui langkah-langkah pencegahan bencana.

    Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi landasan dalam membangun kepedulian dan kesiapsiagaan bersama. Dengan pemantauan rutin serta kerja sama seluruh pihak, potensi ancaman banjir diharapkan dapat diantisipasi lebih dini demi menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat.

  • Tak Ada Polisi Bukan Berarti Bebas Melanggar, Kamera ETLE Mengawasi

    Tak Ada Polisi Bukan Berarti Bebas Melanggar, Kamera ETLE Mengawasi

    28 Oktober 2026, 10:06 WIB
    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Kompasianival
    Sumber : Dokumentasi Istimewa

    JAKARTA – Kesadaran berlalu lintas tidak seharusnya hanya muncul ketika petugas kepolisian berada di jalan. Setiap pengendara diharapkan mematuhi aturan demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Pesan tersebut menjadi bagian dari imbauan dalam Operasi Patuh yang mendorong masyarakat semakin disiplin saat berkendara.

    Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mendorong masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan tidak hanya berkaitan dengan upaya menghindari sanksi, tetapi juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

     

    Salah satu pesan yang disampaikan dalam imbauan tersebut adalah pentingnya tertib berkendara, baik ketika ada petugas kepolisian maupun saat jalan terlihat sepi dari pengawasan langsung.

    Tertib Berlalu Lintas Bukan Hanya Saat Ada Polisi

    Kesadaran pengendara dalam mematuhi aturan menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya. Pengguna jalan diharapkan tidak menjadikan keberadaan polisi sebagai satu-satunya alasan untuk menaati rambu dan marka jalan.

    Setiap pengendara memiliki tanggung jawab untuk memastikan kendaraannya digunakan secara aman dan sesuai ketentuan. Sikap disiplin tersebut perlu diterapkan secara konsisten dalam berbagai situasi, termasuk ketika tidak ada petugas yang terlihat melakukan pengawasan.

    Kepatuhan terhadap aturan juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan orang lain. Pelanggaran yang dianggap sepele dapat menimbulkan risiko serius, terutama ketika dilakukan di jalan dengan arus kendaraan yang padat.

    Karena itu, Operasi Patuh tidak hanya menjadi momentum penegakan aturan, tetapi juga pengingat bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih bertanggung jawab.

    Tiga Imbauan Penting bagi Pengendara

    Dalam imbauan tertib berlalu lintas, terdapat tiga hal utama yang perlu diperhatikan masyarakat.

    Pertama, pengendara wajib mematuhi rambu dan marka jalan. Kedua, pengendara sepeda motor harus menggunakan helm berstandar nasional Indonesia (SNI), sedangkan pengemudi dan penumpang mobil perlu mengenakan sabuk keselamatan.

    Ketiga, masyarakat diingatkan agar tidak melawan arus maupun menggunakan telepon seluler saat berkendara.

    Melawan arus dapat meningkatkan risiko tabrakan karena kendaraan bergerak berlawanan dengan arah yang telah ditentukan. Sementara itu, penggunaan telepon seluler ketika mengemudi dapat mengalihkan perhatian dan mengurangi kemampuan pengendara dalam merespons kondisi lalu lintas.

    Penggunaan helm SNI dan sabuk keselamatan juga menjadi bagian penting dalam perlindungan diri. Perlengkapan keselamatan tersebut perlu digunakan secara benar, bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban saat berkendara.

    Penerapan aturan secara konsisten diharapkan dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.