Jokowi Minta Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 Kerja Cepat

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19.

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (9/9/2020) itu, Jokowi memberi pesan khusus kepada tim.

“Bapak Presiden meminta agar kita bekerja dengan cepat, tetapi yang paling penting mengikuti segala prosedur,” kata Ketua Penanggungjawab Tim yang sekaligus Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro usai pertemuan.

Menurut Bambang, Presiden ingin tim bekerja cepat karena vaksin Covid-19 ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Baca juga: Penelitian Awal, Vaksin Covid-19 Perlu Disuntikkan Lebih dari Sekali

Dengan adanya vaksin, maka diharapkan pandemi bisa selesai dan kehidupan masyarakat kembali normal.

Namun, pengembangan vaksin juga harus hati-hati agar bisa efektif menangkal Covid-19 serta tak menimbulkan efek samping.

Vaksin harus aman tanpa efek samping yang membahayakan dan vaksin diharapkan akan manjur dan berkhasiat untuk memperkuat daya tahan tubuh menghadapi COVID-19 yang kita tidak tahu berapa lama lagi,” kata Bambang.

Bambang menyebut, pengembangan bibit vaksin merah putih yang dilakukan Eijkman saat ini sudah mencapai 50 persen.

Baca juga: Tiga Perusahaan Swasta Akan Dilibatkan Produksi Massal Vaksin Covid-19

Uji coba pada hewan ditargetkan rampung pada tahun ini.

Dengan demikian, pada awal tahun depan bisa dilakukan uji klinis pada manusia.

Lalu jika uji klinis fase I, II dan III lancar, maka produksi massal bisa dilakukan.

“Perkiraannya triwulan IV 2021 kita bisa produksi dalam jumlah besar,” kata Bambang.

Selain vaksin merah putih yang dikembangkan di dalam negeri, Indonesia juga bekerjasama dengan dua negara untuk mendatangkan vaksin Covid-19. Indonesia menjalin kerjasama dengan perusahaan China, Sinovac Biotech Ltd, serta perusahaan United Emirates Arab, Group 42.

Sita E-KTP Plus Blokir NIK Agar Warga Taat Protokol Covid-19

tidak hanya menyita kartu identitas,pemkot juga memblokir e-KTP warg yang tidaak mematuhi protokol k esehatan selama waktu yang sudah ditentukan.tepatnya dua minggu.

tujuannya,memberikan efek jera kepada warga yang melangar protokol Covid-19 terutama bagi yang tidak memakai masker.

wakil sekretaris gugus tugas percepatan penanganaan Covid-19 surabaya irfan widyanto menjelaskan, e-Ktp yang terjaring razia itu langsug di data petugas .otomatis ,datanya akan masuk ke dinas kependudukan da peencataan sipil ( dispendukcapil )”Nomor Induk kependudukan (NIK) langsung di blokir”kaatanya.

akibatnya,warga yang jaring razia tiddak bis membuat E-KTP baru”harus menunggu E-KTP tersebut dikembalikan.yakni selama dua minggu”lanjutnya kalaupun membawa surat kehilangan ,pelanggar tetap tidak dapat buat E-KTP baru lantrn NIK masih terblokir.

tentu saja pemblokiran tersebut  harus dibukadi kantor dispendukcaapil.khusus bagi mereka yang terblokir karena razia, harus ada surat dar satpol pp”meski beralasan kehilanganmereka tetap tidk bisaa mengurus E-KTP baru ”jelas irvan.

sementaara itu, kepala bidang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat satpol PP surabaya piter frans rumaseb mrngungkapkan bahwa data NIK warga yang terjaring razia langsung masuk aplikasi dan terhubung dengan dispendukcapil, “blokir dapat di buka setelah mereka sidang tipiring di pengadilan ujarnya.

Setelah sidang tipiring,warga bisa menunjukkan buktinya itu ke kantor satpol pp, setelah itu baru di tunjukkan ke dispendukcapil untuk membuka blokir, termasuk memberikan E-KTP yang selama ini di sita petugas.

Jumlah E-KTP yang di amankan petugas cukup banyak, bahkan hampir ribuan, sebagian besar sudah di ambil pemiliknya,tepatnya pada dua minggu atau sesuai dengan waktu yang di jadwalkan.,meski begitu,tidak di munhkiri ada beberapa E-KTP yang belum di ambil, kalau gak di ambil ya tetap masih terblokir meskipun lebih dari 14 hari.”tegas piter”.

Menurut piter, saat ini jumlah warga yang terjaring memang sudah mengalami penurunan.artinya, tingkat kepatuhan protokol hampir mencapai 99 persen.hanya,masih ada beberapa yang tidak membawa masker.sebab,sebaagian besar pelanggaran adaah mereka yang tidak mengenakan masker.

Razia protokol sesuai dengan perwali tersebut akan terus dilakukan,bahkan secara masif,piter menuturkan, jika sesuai rencana bakal diadakan razia besar di seluruh Surabaya,tujuannya adalah ketaatan protokol semakin tinggi,.

Mulai Hari Ini, Presiden Jokowi Perintahkan Kampanye Jaga Jarak

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan kampanye 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak terus dilanjutkan.

Bila Kampanye 3M pertama difokuskan pada memakai masker, kini kampanye akan difokuskan pada menjaga jarak yang akan dimulai hari ini, Senin (7/9/2020) hingga 6 Oktober 2020. Kampanye akan dilaksanakan dengan tagline “Ayo Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan”.

“Kemudian yang terkait dengan kampanye selanjutnya, yaitu 3M, itu arahannya adalah kita melanjutkan kampanye yang kemarin, adalah memakai masker, maka akan dilanjutkan untuk menjaga jarak, mulai tanggal 7 September atau hari ini sampai dengan 6 Oktober 2020,” kata Airlangga Hartarto seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021 di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9/2020).

Kampanye ini harus digalakkan kembali, menurut Airlangga, karena ada beberapa pendaftaran Pilkada yang terlihat menimbulkan kerumunan banyak orang. Presiden Jokowi telah mengingatkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan aparat penegak hukum untuk mengingatkan sesuai dengan aturan KPU yang sudah ada.

“Jadi itu minta untuk ditegaskan sehingga nanti Pilkada tidak menjadi penyebar atau penyebab klaster baru dari pandemi Covid-19,” ujar Airlangga Hartarto.

Setelah itu, lanjut Airlangga, Kampanye 3M akan dilanjutkan dengan fokus kepada mencuci tangan. Kampanye mencuci tangan dengan tagline “Ayo Cuci Tangan dan Pakai Sabun” akan dilaksanakan mulai 7 Oktober hingga 6 November 2020.

“Kemudian kampanye berikutnya nanti dilanjutkan 7 Oktober sampai 6 November, yaitu ayo cuci tangan dan pakai sabun. Karena tanggal 15 Oktober 2020 adalah Global Handwashing Day,” terang Airlangga Hartarto.

Kampanye itu dilanjutkan, Airlangga mengungkapkan, untuk semakin mencegah penularan Covid-19. Karena berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, hingga saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai 194.109 kasus, dengan kasus sembuh sebanyak 138.575 kasus atau 71,4 persen dan kasus meninggal atau case fatality rate sudah mencapai 4,1 persen.

“Dan kalau kita bandingkan dengan global, global mendekati 69 sampai 70 persen. Jadi kita sedikit di atas global. Lebih baik yang sembuh 71,42 persen. Sedangkan yang meninggal kasus fatality rate 41,4 persen atau kalau global 3,26 persen. Namun kita lihat bahwa penyembuhan terus meningkat dan kasus fatality rate itu terus menurun,” jelas Airlangga Hartarto.

Angka Covid-19 Melonjak, Meksiko Nyaris Kehabisan Surat Kematian

Deputi Menteri Kesehatan Meksiko mengatakan bahwa pemerintahnya sudah memesan tambahan 1,1 juta surat kematian untuk segera dicetak lantaran beberapa bagian negara tersebut tak mampu menangani penyebaran Covid-19.

Hingga Sabtu (5/9/2020), Meksiko sudah mencatatkan total kasus sebanyak 623.090 kasus dan tambahan kasus baru sebanyak 6.196. Adapun, jumlah yang meninggal bertambah 522 orang sehingga mencapai 66.851 orang.

Akibat kondisi ini, Meksiko menempati urutan keempat dengan angka kematian akibat Virus Corona tertinggi di dunia, di bawah Amerika Serikat, Brasil, dan India.

WHO menyebutkan bahwa tingginya angka kasus dan kematian di Meksiko adalah akibat dari rendahnya tingkat tes.

Melansir worldometers.info, dengan jumlah kasus terbanyak nomor delapan di dunia, jumlah tes yang dilakukan di Meksiko baru sebanyak 1.409.384 atau 10.910 tes per sejuta penduduk dengan total jumlah penduduk sebanyak 129 juta.

Sayangnya, dengan kondisi seperti ini Presiden Meksiko Andres Lopez Obrador mengklaim bahwa pemerintahnya sudah melakukan strategi yang baik dan tepat dalam menangani Virus Corona.

Deputi Menteri Kesehatan Meksiko Hugo Lopez Gatell mengatakan bahwa beberapa negara termasuk Meksiko sudah hampir kehabisan surat keterangan atau sertifikat kematian.

Pemerintah setempat telah berupaya dalam beberapa pekan belakangan untuk mendistribusikan kembali dari wilayah yang masih punya pasokan lebih.

“[Sertifikat kematian] Di Mexico City sudah hampir habis. Ini pekerjaan yang berat,” ungkap Lopez Gatell, dilansir Bloomberg, Minggu (6/9/2020).

Sertifikat kematian yang baru diperkirakan baru akan sampai pada Kamis, tepat sebelum pasokan dari hasil redistribusi habis.

Dugaan Penyalahgunaan Narkoba, Reza Artamevia Masih Diperiksa Polisi

Mantan istri Adjie Massaid, Reza Artamevia menambah panjang daftar artis Tanah Air yang terjerat kasus penyalahgunaan obat terlarang.

Reza Artamevia diamankan polisi pada Jumat (4/9/2020). Kabar ini telah dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya saat dikonfirmasi.

“Diamankan, diduga. Iya, kalau tanya saya, RA pokoknya, diduga,” kata Kombes Pol Yusri Yunus melalui sambungan telepon pada Sabtu (5/9/2020) sore.

Sayangnya, polisi belum bisa megungkap detail mengenai barang bukti termasuk kronologi kejadiannya. Sebab, Reza Artamevia masih menjalani peroses pemeriksan.

“Sampai sekarang baru diamankan. Masih dalam pemeriksaan,” ucapnya.

Polisi baru akan melakukan rilis kasus ini beberapa hari ke depan, apabila informasi yang diperoleh telah lengkap.

“Senin lah baru (rilis). Kami rangkai dulu,” Kombes Pol Yusri Yunus mengakhiri.

Ini bukan kali pertama Reza Artamevia terjerat kasus serupa. Ia juga pernah berurusan dengan polisi karena narkoba pada 2016.

Kala itu, ibu dua anak ini ditangkap bersama Gatot Brajamusti yang saat ini menjadi narapidana tiga kasus sekaligus. Yaitu, kepemilikan senpi ilegal, kasus tindak asusila dan narkoba.

9 Perguruan Tinggi Indonesia Tembus The World University, Termasuk UI, Unpad, dan ITB

Sembilan perguruan tinggi Indonesia tembus The Times Higher Education (THE) World University Rankings.
Kesembilan kampus tersebut yakni Unpad, ITB, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, IPB, ITS, dan Universitas Telkom yang berada di peringkat 1000+ dalam peringkat yang disusun organisasi berbasis di Inggris tersebut.
Sementara Universitas Indonesia berada di peringkat 801-1000.
“Pengakuan internasional memang menjadi salah satu agenda prioritas,” ujar Rektor Unpad, Prof Rina Indiastuti dalam rilisnya, Sabtu (5/9/2020).

Baca juga: Unpad Masuk 10 Besar Peringkat Kemahasiswaan Nasional Non-vokasi
Rina mengungkapkan, ranking internasional ini merupakan hasil dari proses, output, outcome yang terus meningkat.
“Alhamdulillah kita listed walaupun targetnya kita tembus 1000 besar,” tambah Rina.
Dalam menyusun peringkatnya, THE World University Rankings menilai 5 aspek yang dimiliki perguruan tinggi, yaitu teaching, international outlook, industry income, research, dan citation.

Baca juga: Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19: Alhamdulillah Nggak Ada Gejala Apa Pun
Itu artinya, Unpad mengalami peningkatkan di 5 aspek tersebut. Namun itu belum cukup dan harus ditingkatkan. Terutama dalam mengejar prioritas yaitu riset dan publikasi internasional.
“Meskipun jumlahnya saat ini terus meningkat tetapi karena kita juga punya jumlah dosen dan mahasiswa yang cukup besar sehingga saat dibagi rasio jumlahnya kurang besar,” ucap Rina.

Selain itu, industry income juga menjadi catatan penting. THE World University Rankings menilai jumlah kerja sama, rupiah yang dihimpun, kinerja satuan usaha.

Dengan demikian, semangat kolaborasi dengan nasional dan internasional harus lebih ditingkatkan, termasuk satuan usaha yang dimiliki Unpad perlu lebih giat menjalin kemitraan strategis di dalam dan luar negeri.

Terkait upaya meningkatkan jumlah mahasiswa internasional, Rektor mengatakan, Unpad akan mendorong program studi menyelenggarakan double degree dan join degree dengan pihak luar negeri.
“Kita juga punya program studi unggulan yang bisa ditawarkan ke luar negeri, seperti program studi Bahasa Indonesia. Kita bisa menawarkan program blended learning atau online earning, itu yang akan kita dorong,” pungkas dia.

Penulis: Kontributor Bandung, Reni SusantiEditor: Aprillia Ika

Subsidi Paket Data Siswa, Daerah Susah Jaringan Wajib Diperhatikan

Sulitnya jaringan di beberapa wilayah di Indonesia menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. Kondisi itu pun menjadi sorotan Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PPP Illiza Sa’aduddin Djamal.

Menurut Illiza masalah itu mengakibatkan banyak siswa yang tidak dapat mengikuti PJJ. Oleh karena itu, menurutnya insentif paket data bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen yang akan dikucurkan oleh pemerintah untuk menunjang PJJ harus memperhatikan daerah yang sulit jaringan. Terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Karena itu, perlu ada kebijakan khusus dalam penyaluran subsidi bagi masyarakat yang tinggal di daerah 3T karena masing-masing operator seluler memiliki cakupan jaringan yang berbeda.

“Kami meminta pemberlakuan khusus terutama untuk wilayah 3T. Kalau di wilayah perkotaan, tentu ada internet. Tetapi kalau di daerah 3T, jaringan internet berbeda dengan kota,” ujar Illiza

Diketahui, dalam program subsidi ini, siswa sekolah akan diberikan kuota internet gratis sebesar 35 Gigabyte (GB) per bulan, untuk guru sebesar 42 GB per bulan, dan untuk mahasiswa serta dosen 50 GB per bulan. Mekanismenya, sekolah akan mendata nomor handphone (HP) setiap peserta didik yang akan dimasukkan ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Satu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) hanya boleh memasukkan satu nomor HP dan nomor ini akan diberikan kepada operator seluler. Pendaftaran dapat dilakukan hingga 11 September 2020.

Subsidi akan diberikan selama empat bulan, dari September hingga Desember 2020. Nantinya, nomor handphone akan dilakukan verifikasi. Kemudian, setelah nomor dinyatakan masih aktif, maka pemerintah akan langsung mentransfer kuota data ke masing-masing nomor penerima manfaat.

Illiza juga mengatakan, subsidi ini merupakan respons dari keluhan masyarakat terkait pelaksanaan PJJ yang disampaikan kepada Komisi X DPR. Setelah dilakukan pembahasan, akhirnya diputuskan kalau subsidi tidak diberikan dalam bentuk uang.

“Subsidi ini merupakan rekomendasi dari Panja PJJ Komisi X DPR karena banyak keluhan yang masuk soal PJJ,” kata Illiza.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pemerintah harus bermitra dengan operator telekomunikasi yang memiliki jaringan internet kuat dan stabil, jangkauan luas, serta punya kualitas terjamin agar proses belajar dapat berjalan lancar.

Diketahui, Telkomsel menjadi salah satu operator yang memiliki jangkauan luas, tersedia di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Perusahaan memiliki lebih dari 228.000 BTS yang menjangkau 95 persen wilayah Indonesia. Selain itu, 20.000 BTS dan 1.083 BTS USO (Universal Service Obligation) milik Telkomsel telah menjangkau wilayah 3T serta perbatasan negara.

Berdasarkan data survei Ookla, Telkomsel menjadi nomor satu dari segi kecepatan unduh, yakni di 74,31 persen atau 382 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Demikian juga dengan kecepatan unggah Telkomsel yang unggul pada posisi pertama di 278 kota/kabupaten atau sekitar 54,08 persen dan posisi kedua di 135 kota/kabupaten atau 26,26 persen. Selain dari sisi kecepatan unduh dan unggah, latensi jaringan Telkomsel di 282 kota/kabupaten atau 54,86 persen berada di atas operator lain.

Di kawasan Sumatera, Telkomsel tercatat unggul di 99 kota dan kabupaten dari total 154 kota dan kabupaten di pulau bagian barat Indonesia ini. Sebagai contoh, di kota Palembang, kecepatan unduhan Telkomsel tercatat di angka 24,17 Mbps. Kemudian di posisi kedua ada Indosat Ooredoo dengan kecepatan unduhan sebesar 16,27 Mbps. Posisi ketiga hingga kelima berturut-turut diisi oleh 3 Indonesia, XL dan Smartfren yang masing-masing mencatat performa unduh sebesar 15,94 Mbps, 11,75 Mbps dan 11,08 Mbps.

Demikian juga di Banda Aceh. Kendati posisi kedua hingga kelima tampak berganti, tapi Telkomsel tetap unggul dengan kecepatan unduh di kawasan ini. Di sini, kecepatan unduh Telkomsel tercatat sebesar 28,35 Mbps. Sebagai informasi, proses pembelajaran jarak jauh sendiri sebenarnya cukup dengan kecepatan unduh 1,5 Mbps. Hanya saja, kondisi ini bergantung pada kepadatan pengguna di wilayah terkait.

Bagaimana dengan Pulau Jawa? Dari total 119 kota dan kabupaten di Pulau Jawa, Telkomsel berhasil unggul di 107 kota dan kabupaten, termasuk di kawasan Jabotabek. Tak hanya itu, jaringan Telkomsel juga tercatat unggul di sejumlah wilayah di Indonesia bagian tengah seperti Makassar, hingga Denpasar.

Telkomsel juga unggul di daerah Indonesia Bagian Timur dan menjadi satu-satunya pilihan bagi masyarakat di sana. Hal ini terlihat pada sebagian besar wilayah di Sulawesi. Bahkan, di Pulau Maluku dan Papua, bisa dikatakan bahwa Telkomsel menjadi satu-satunya operator yang menyediakan jaringan seluler bagi masyarakat setempat. Hanya dua kota saja yang tercakup jaringan dari operator lain, yakni Ambon dan Jayapura.

Ahli Tangkap Rupa Matahari Paling Detail, Begini Wujudnya

Halodunia – Tahun 2020 mungkin meninggalkan kenangan buruk seiring dengan adanya pandemi Covid-19.

Namun di sisi lain, sembilan bulan terakhir para peneliti menawarkan pengamatan luar biasa dari matahari, bumi, dan luar angkasa.

Terbaru, teleskop GREGOR yang baru saja diperbarui memberikan kontribusi dengan jepretan permukaan matahari.

GREGOR, teleskop surya terbesar di Eropa berhasil menangkap detail hingga 50 kilometer di permukaan matahari.

Mengingat ukuran matahari yang sangat besar dan jaraknya cukup jauh dari bumi, untuk menangkap gambar sedetail ini mirip mencari jarum dalam jerami.

Laporan gambar matahari yang sangat detail ini diterbitkan di jurnal Astronomy & Astrophysics edisi 1 September 2020.

“Ini adalah proyek yag sangat menarik, tapi juga sangat menantang. Hanya dalam satu tahun, kami mendesain ulang optik, mekanik, dan elektronik (teleskop GREGOR) untuk mencapai kualitas gambar terbaik,” kata penulis utama Dr Lucia Kleint yang memimpin proyek teleskop surya Jerman di Tenerife, seperti dilansir IFL Science, Rabu (2/9/2020).

Teleskop adalah instrumen yang sangat kompleks. Untuk meningkatkan kemampuannya dibutuhkan waktu lama, baik untuk mendapatkan opsi terbaik dan juga membangun solusi yang tepat untuk keterbatasan optik.

Tim Kleint melakukan terobosan teknis selama lockdown awal tahun ini ketika mereka isolasi diri di observatorium.

Waktu ekstra itu memungkinkan peneliti meningkatkan teleskop GREGOR dengan mengganti dua elemen optik yang telah dirancang hingga presisi 6 nanometer, kira-kira kurang dari 1/10.000 lebar rambut manusia.

“Proyek ini agak berisiko karena pemutakhiran teleskop semacam itu biasanya memakan waktu bertahun-tahun, tetapi kerja tim yang hebat dan perencanaan yang cermat telah menghasilkan kesuksesan ini,” kata rekan penulis Dr Svetlana Berdyugina, profesor di Albert-Ludwig University of Freiburg dan Direktur Institut Fisika Matahari Leibniz (KIS).

“Sekarang kami memiliki instrumen yang ampuh untuk memecahkan teka-teki tentang Matahari,” imbuhnya.

Instrumen yang diupgrade melakukan peneropongan pada bulan Juli. Saat itu, para para peneliti untuk mengambil gambar beresolusi tertinggi yang pernah diambil Matahari oleh teleskop Eropa, mengungkapkan detail spektakuler dari evolusi bintik matahari dan struktur dalam plasma matahari.

Hal ini memungkinkan para ilmuwan surya untuk mempelajari medan magnet, konveksi, turbulensi, letusan matahari, dan bintik matahari dengan detail yang luar biasa.

GREGOR, bersama dengan Teleskop Surya Daniel K. Inouye, misi roket Hi-C, dan misi luar angkasa seperti Parker Solar Probe dan Solar Orbiter, membuka babak baru yang luar biasa dalam studi kita tentang Matahari.

Penulis: Gloria Setyvani Putri Editor: Gloria Setyvani Putri

Never Ending War Against Drug, Bandar Sabu Kembali Tumbang di Kota Pahlawan

Komitmen Perang lawan Narkoba benar benar dijalankan Oleh Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Pahlawan ini berdasarkan Jejak Digital Tidak henti hentinya tumbangkan berbagai bentuk kejahatan dalam konteks narkoba, Wajar jika disurabaya dijuluki sebagai Kota Pahlawan, mulai dari jaman kemerdekaan hingga saat ini, para pion pion di Surabaya tetap berjuang pada jamannya masing masing.

Sosok Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian memang dikenal tidak ada ampun bagi Penjahat narkoba, padahal disisi lain sosok ini sangat suka dengan inovasi, mulai inovasi teknologi hingga inovasi yang saat ini Viral dengan nama Mobil Senyum

Berdasarkan informasi dari media resmi Polrestabes Surabaya, dalam hal ini Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir baru baru ini telah rilis ungkap kasus narkotika jenis sabu sebesar 17,05 kg di lapangan A Mapolrestabes Surabaya, dan dilaksanakan pada hari Kamis (03/09/2020).

Tersangka sebanyak orang tersebut mempunya nama atau berinisial ZD (47), LA (27), NV (24), RC (26), BS (36), MF (32) berhasil di ringkus oleh Satres narkoba Polrestabes Surabaya , Sementara dua orang atau tersangka lainnya terpaksa di tembak mati karena sangat membahayakan dan juga melawan petugas saat akan ditangkap..

Dalam kesempataan Release kasus narkoba Kombes Isir juga menegaskan yang mungkin bisa dikatakan dengan semangat 45 , secara lantang mengucapkan dalam bahasa inggris , Polrestabes Surabaya “Never ending war against drug!

Baca Juga Artikel Kesehatan :

Manfaat Bioglass

Mci Indonesia

Indonesia di Ambang Resesi, Apa Dampaknya pada Masyarakat?

Pandami virus corona berdampak hebat pada sektor ekonomi di berbagai negara.

Resesi ekonomi telah dilaporkan terjadi di sejumlah negara.

Indonesia sendiri tengah berada di ambang resesi ketika pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 dilaporkan minus, di angka minus 5,32 persen.

Pada 1 September 2020, Presiden Joko Widodo mengatakan, jika pada kuartal III 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali minus, maka kita akan mengalami resesi.

 

“Kalau kita masih berada pada posisi minus, artinya kita masuk ke resesi,” kata Presiden Jokowi saat memberi pengarahan pada para gubernur lewat konferensi video dari Istana Kepresidenan, Bogor, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (1/9/2020).

Presiden berharap, pertumbuhan ekonomi Indonesia bangkit pada kuartal III 2020.

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, melihat perkembangan hingga hari ini, hampir pasti Indonesia akan memasuki resesi ekonomi jika pertumbuhan ekonomi kuartal III kembali minus.

Baca juga: Belanja Masif APBN dan APBD, Strategi Jokowi Hindari Resesi

Apa dampaknya terhadap masyarakat jika resesi terjadi?

Menurut Fahmy, resesi akan berpengaruh pada pasokan atau supply barang yang turun secara drastis, namun permintaan tetap.

“Akibatnya harga-harga jadi naik, yang memicu inflasi,” kata dia saat dihubungi Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Inflasi yang tidak terkendali, lanjut dia, akan membuat daya beli masyarakat khususnya yang berpenghasilan tetap akan menurun.

“Ujung-ujungnya pertumbuhan eknomi akan semakin terpuruk,” ujar Fahmy.

Penurunan pasokan atausupply tersebut karena merosotnya produksi, sehingga dapat mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan.

Baca juga: Indonesia di Tengah Ancaman Resesi, Ini Peluang Bisnis yang Bisa Dilakukan

Sementara itu, dalam Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah membuat sejumlah program bantuan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Suntikan dana yang diberikan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Fahmy menilai, bantuan-bantuan yang diberikan ini tidak cukup untuk menahan resesi.

“Tapi hanya untuk menekan dampak resesi,” kata dia.

Jika Indonesia mengalami resesi, berapa lama akan bisa bangkit kembali?

Menurut Fahmy, hal ini pada berbagai variabel, seperti pandemi Covid-19 dan program-program pemerintah untuk keluar dari jerat resesi.

Ia menjelaskan, lamanya waktu wabah terjadi berbanding lurus dengan periode resesi.

Dengan demikian, semakin lama pandemi, maka akan semakin lama pula terjadinya resesi ekonomi.

Program pemerintah dalam mengatasi pandemi dan resesi ekonomi, jika berhasil diterapkan diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

“Jika program dan APBN dapat berhasil diimplementasikan sesuai yang direncanakan, maka resesi dapat diatasi hingga awal 2021,” kata Fahmy.

Ia mengingatkan, agar Indonesia berhasil mengatasi pandemi dan resesi, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan industri.