Layanan Bike Sharing Pemkot Surabaya Tanpa Biaya

Tidak lama lagi, layanan bike sharing diluncurkan. Belum ada tanggal pasti, tetapi diperkirakan sekitar minggu kedua bulan ini. Beberapa persiapan sudah dilakukan. Salah satunya penempatan titik parkir sepeda yang dibuat Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Rencananya, pada minggu pertama, warga tidak dikenai biaya saat menyewa alias gratis. Namun, yang melanggar aturan harus siap menerima sanksi.

Layanan bike sharing itu merupakan kerja sama antara PT Surya Teknologi Perkasa dan pemkot, dalam hal ini dishub. Berbasis aplikasi, fasilitas tersebut mewadahi warga yang suka bersepeda, tetapi belum memiliki sepeda. ”Minggu pertama kita trial and error dulu sekalian sosialisasi,” kata CEO PT Surya Teknologi Perkasa Iwan Suryaputra kemarin.

Masyakarat tinggal men-download aplikasi Gowes di Play Store. Nah, setiap sepeda sudah dilengkapi QR code. Kalau mau pinjam, warga tinggal memindai barcode di kunci sepeda dengan menggunakan aplikasi yang sudah diunduh. Tarif menyesuaikan lama penggunan. Setiap 15 menit dikenai biaya Rp 3 ribu. Satu jam, tarifnya Rp 12 ribu. Penggunaannya bebas, asalkan setelah selesai dikembalikan ke tempat parkir yang sudah tersedia. Di samping itu, pengguna wajib mengunci kembali dengan cara scan barcode.

Di lokasi parkir, disediakan alat untuk lapor jika penggunaan selesai. Caranya sama, yakni men-scan barcode melalui aplikasi. Nah, jika ada warga yang selesai menggunakan tetapi belum laporan, akan diberikan sanksi. Misalnya, dilarang meminjam dalam seminggu. ”Ini diterapkan setelah seminggu berjalan. Sanksinya pun bersifat sosialiasi,” terang Iwan.

Dia menjelaskan, untuk tahap awal, tidak ada biaya sewa. Minimal debit di aplikasi juga tidak ada. Namun, setelah seminggu, baru ada tarif. Jika ada warga yang menyewa tetapi tarifnya melebihi dari debit, itu menjadi tanggung jawab pihak pengembang. ”Kalau seperti itu memang susah,” ucapnya.

Barulah setelah enam bulan ke depan, ada batas saldo minimal Rp 50 ribu di dalam aplikasi. Kabid Angkutan Dishub Sunoto menuturkan, pada tahap pertama terdapat 100 unit sepeda. Lokasi pemberhentiannya terdapat di 25 titik. Semuanya berada di area strategis.

Pihak dishub hanya kebagian untuk menentukan lokasi pemberhentian. Teknis dan sebagainya dikelola pengembang aplikasi. ”Petugas kita hanya monitoring pelaksanaannya dan melakukan evaluasi,” terangnya.

Uji Coba Timnas Kroasia, Mang Tri Harap Piala Asia U-19 Tak Diundur

Hari ini Timnas U-19 menjajal Timnas Kroasia dalam laga uji coba dengan format turnamen. Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong sempat mengutarakan kepada para pemain agar siap-siap saja kalah besar.

Pasalnya, dari kekalahan itu bisa membuat semua pemain belajar dari kesalahan. Disinggung mengenai Timnas Kroasia, bek Bali United yang kini berseragam Timnas Indonesia Komang Tri Artha Wiguna masih belum bisa berkomentar terlalu banyak.

Tapi, dia yakin Timnas U-19 akan berjuang agar tidak kalah dengan mudah. “Kalau tentang ini (Timnas U-19), saya belum bisa berkomentar karena saya buta kekuatan Kroasia.

Tapi saya yakin saya dan teman-teman yang sudah berjuang selama ini untuk tidak boleh kalah dengan mudah,” kata Mang Tri – sapaan akrabnya.

Mang Tri, Irfan jauhari, Komang Teguh Trisnanda, dan kolega akan berada di Kroasia selama satu bulan. Tapi bisa saja lebih lama lagi karena ada AFC berencana untuk menunda Piala Asia U-19 di Uzbekistan.

Untuk hal ini, Mang Tri agar Piala Asia U-19 tidak diundur. “Saya dengar informasi katanya kemungkinan besar (Piala Asia U-19) diundur.

Tapi saya berharap semoga tidak diundur. Kalau seandainya diundur, tidak masalah juga bagi saya. Saya tetap bisa fokus berlatih,” tutupnya.

Bicara Soal Alam, Antologi Bumi Bercerita Hadir dalam Bentuk Digital

Bentuk perhatian masyarakat akan kondisi bumi dan perubahan iklim memang bisa disampaikan dalam bentuk apa saja. Tak terkecuali barusan kata dalam puisi dan kutipan orisinal.

Seperti yang dilakukan komunitas sastra MaknaKata bersama The Climate Reality Project Indonesia lewat buku digital ‘Antologi Bumi Bercerita’. Dikatakan Dr Amanda Katili, manajer dari The Climate Reality Project Indonesia, buku ‘Antologi Bumi Bercerita’ merupakan respons masyarakat pada tantangan menulis puisi dan kutipan orisinal.

Jika melihat buku ‘Antologi Bumi Bercerita’, pembaca akan disuguhkan dengan rangkaian 27 puisi dan 10 kutipan orisinal para penulis Indonesia. Setidaknya, ungkap Amanda, ada 25 penulis yang terlibat dan menuangkan pemikirannya tentang rasa khawatiran serta harapan terhadap alam.

Baca Juga: Masa Pandemi Covid-19 , Jaga Imun Tubuh dengan Suplemen Yang Benar

“Isu-isu lingkungan yang sedang terjadi saat ini terutama terhadap bumi serta perubahan iklim,” ujar Amanda dalam peluncuran buku secara virtual beberapa waktu lalu.

Uniknya lagi, karya-karya tersebut akan dilengkpai dengan visualisasi foto keindahan alam baik alami maupun buatan. Hadirnya buku ini diharapkan bisa menjadi renungan bagi masyarakat untuk ikut memulihkan bumi. Buku digital ‘Antologi Bumi Bercerita’ pun bisa diunduh secara gratis.

“Karya tersebut adalah buah pemikiran dan kekhawatiran serta harapan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia terhadap kondisi bumi dan perubahan iklim yang terjadi selama ini,” lanjutnya.

Sekadar informasi, peluncuran buku ‘Antologi Bumi Bercerita’ juga menampilkan musikalisasi puisi berjudul ‘Namaku Bumi’ oleh seorang legenda seniman Indonesia, Erros Djarot. Selain itu, permainan alat musik tradisional Sape hingga musikalisasi puisi juga ditampilkan.

Baca Juga: Bioglass Melawan Virus Covid-19